Redam Protes, Thailand Umumkan Dekrit Darurat
Logo BeritaSatu

Redam Protes, Thailand Umumkan Dekrit Darurat

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:06 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bangkok, Beritasatu.com- Pemerintah Thailand mengumumkan dekrit darurat untuk meredam serangkaian aksi protes yang berlangsung di Bangkok, termasuk dengan melarang kerumunan orang dan pembatasan media.

Seperti dilaporkan BBC, Rabu (14/10), pengumuman yang dibacakan oleh polisi dalam siaran televisi menyatakan "banyak kelompok-kelompok orang telah mengundang, menghasut dan melakukan pertemuan di tempat-tempat umum yang melanggar hukum di Bangkok".

Dikatakan langkah-langkah penting diperlukan untuk "menjaga perdamaian dan ketertiban".

Para pengunjuk rasa telah menyerukan pembatasan kekuasaan raja dan pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Pengumuman yang ditayangkan di televisi pemerintah itu menyatakan pengunjuk rasa telah "memicu kekacauan dan keresahan publik".

Pengumuman itu menyebut bahwa pengunjuk rasa yang menghadang iring-iringan kerajaan pada hari Rabu sebagai alasan keputusan tersebut.

Para pengunjuk rasa, yang didorong mundur oleh jajaran polisi, memberikan hormat tiga jari yang telah menjadi simbol gerakan protes saat ratu berada di dalam kendaraan yang menelusuri Bangkok.

Keputusan darurat itu mulai berlaku pada pukul 04:00 waktu setempat pada Kamis (15/10).



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia dan Maroko Promosikan Islam Moderat

Unsur perbedaan itu adalah modal kuat bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama dalam mempromosikan Islam moderat.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Indonesia Pertemukan Pakar Virus dan Epidemiologi Asia Timur

Ajang berbagi pengalaman praktis antarpakar virus dalam mengatasi pandemi.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Putra Trump, Barron Sempat Positif Covid-19

Putra Presiden Donald Trump yang berusia 14 tahun, Barron sempat dinyatakan positif Covid-19, tetapi tidak menunjukkan gejala.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Atas Peracunan Navalny, UE Setuju Jatuhkan Sanksi pada Rusia

Uni Eropa pada Rabu (14/10) sepakat untuk menjatuhkan sanksi pada enam orang dan satu entitas atas peracunan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dengan agen saraf Novichok.

DUNIA | 15 Oktober 2020

AS Tidak Rekomendasikan Vaksin Covid-19 untuk Anak di Tahap Awal

Wanita hamil dan anak-anak seringkali menjadi kelompok terakhir menjalani uji klinis karena para peneliti menilai risiko keamanan.

DUNIA | 15 Oktober 2020

WHO: Orang Muda Sehat Kemungkinan Tidak Dapat Vaksin Covid-19 Hingga 2022

Petugas kesehatan, pekerja di garis depan dan orang tua akan mendapatkan vaksin lebih awal.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Menlu: Indonesia Amankan 100 Juta Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

Pengiriman pertama vaksin Covid-19 dari AstraZeneca diharapkan dilakukan pada semester pertama tahun 2021.

DUNIA | 14 Oktober 2020

Erick Thohir: Kerja Sama dengan Inggris Tidak Hanya Soal Vaksin Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia menjajaki berbagai kerja sama berbagai bidang dengan Inggris, tidak terbatas soal vaksin Covid-19.

DUNIA | 14 Oktober 2020

WFP: Butuh US$ 6,8 Miliar untuk Cegah Kelaparan Dunia

“Kami perlu lebih banyak uang untuk dikumpulkan guna memastikan kami menghindari kelaparan."

DUNIA | 14 Oktober 2020

Dikritik, Terpilihnya Tiongkok, Rusia, dan Kuba di Dewan HAM PBB

Keanggotaan HRC memiliki kewajiban untuk menegakkan standar HAM yang tinggi.

DUNIA | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS