Saham AstraZeneca Tertetan Setelah Relawan Uji Klinis Covid-19 di Brasil Meninggal
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-5.79)   |   COMPOSITE 6258.57 (-56.46)   |   DBX 1209.79 (-1.54)   |   I-GRADE 185.201 (-1.44)   |   IDX30 531.719 (-6.43)   |   IDX80 142.034 (-1.29)   |   IDXBUMN20 420.424 (-5.86)   |   IDXESGL 146.593 (-1.21)   |   IDXG30 145.132 (-1.32)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-4.47)   |   IDXQ30 151.699 (-1.64)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-2.95)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-2.49)   |   IDXV30 142.342 (-1.61)   |   INFOBANK15 1078.54 (-18.53)   |   Investor33 455.425 (-4.76)   |   ISSI 183.228 (-0.83)   |   JII 646.305 (-1.31)   |   JII70 225.666 (-0.56)   |   KOMPAS100 1262.11 (-10.58)   |   LQ45 987.949 (-11.42)   |   MBX 1725.55 (-17.65)   |   MNC36 336.055 (-3.58)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.21)   |   SMInfra18 316.891 (-0.91)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-4.55)   |  

Saham AstraZeneca Tertetan Setelah Relawan Uji Klinis Covid-19 di Brasil Meninggal

Kamis, 22 Oktober 2020 | 05:53 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

London, Beritasatu.com - Saham raksasa farmasi asal Inggris AstraZeneca berubah negatif pada perdagangan Rabu (21/101/2020) setelah otoritas kesehatan Brasil, Anvisa, mengatakan seorang relawan dalam studi uji klinis tahap akhir vaksin corona meninggal.

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu uji coba tahap 3 di Brasil secara terpisah mengatakan bahwa relawan itu adalah orang Brasil, menurut Reuters.

Saham AstraZeneca, merosot setelah berita itu tersiar. Saham turun sekitar 1% dalam perdagangan sore hari.

Juru bicara AstraZeneca menolak mengomentari kematian relawan tersebut dengan alasan kerahasiaan medis dan peraturan uji klinis.

Juru bicara menambahkan bahwa semua kejadian medis dinilai dengan cermat oleh penyelidik percobaan. Penilaian ini tidak membuat kekhawatiran tentang kelanjutan penelitian.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Universitas Oxford, yang mengembangkan vaksin dengan AstraZeneca, mengatakan kasus di Brasil tidak menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan uji klinis.

“Peninjauan independen selain regulator Brasil telah merekomendasikan bahwa penelitian dilanjutkan,” kata juru bicara Oxford Alexander Buxton.

Oxford tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kematian relawan tersebut.

Brasil saat ini menempati urutan kedua di dunia kasus Covd-19 setelah Amerika Serikat, dengan 115.914 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa uji klinis akan dihentikan sementara jika relawan itu menjadi bagian dari kelompok yang mendapat suntikan.

Kabar tersebut muncul karena Food and Drug Administration AS (BPOM AS) masih menahan uji klinis tahap akhir AstraZeneca di Amerika Serikat. Itu berarti perusahaan tidak dapat memberikan dosis kedua dari rejimen vaksin kepada relawan di AS.

Perusahaan pada 8 September mengumumkan bahwa uji klinis sempat ditunda karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada seorang pasien di Inggris. Pasien diyakini menimibulkan radang sumsum tulang belakang, yang dikenal sebagai myelitis transversal. Namun uji coba kembali dilanjutkan di Inggris dan negara lain.

AS diperkirakan akan melanjutkan uji coba paling cepat minggu ini setelah FDA menyelesaikan penyelidikan Reuters melaporkan Selasa, mengutip empat sumber anonim.

AstraZeneca adalah satu dari empat produsen obat yang didukung AS dalam pengujian tahap akhir vaksin potensial. Vaksin AstraZeneca, yang disebut AZD1222, menggunakan materi genetik dari virus corona dengan adenovirus yang dimodifikasi.

Pada Juli, perusahaan menerbitkan data yang menunjukkan vaksinnya menghasilkan respons imun menjanjikan dalam uji coba tahap awal.

Vaksin tidak menghasilkan efek samping yang serius pada relawan, menurut para peneliti saat itu. Kelelahan dan sakit kepala adalah efek samping yang paling sering dilaporkan. Efek samping umum lainnya adalah nyeri di tempat suntikan, nyeri otot, menggigil dan demam.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Covid-19, Meksiko Tutup TPU Saat Perayaan Hari Orang Mati

Penutupan dilakukan menjelang Hari Orang Mati, perayaan yang biasanya menarik ratusan ribu orang di seluruh negeri ke pemakaman.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Swedia Akan Beri Kelonggaran Lansia Hidup Normal Kembali

Swedia tidak pernah menerapkan penguncian total. Sekolah, restoran, dan kafe tetap buka selama pandemi.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Pakar WHO: Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar dari Asia

Eropa dan Amerika Utara harus mengikuti contoh negara-negara Asia yang bertahan dengan tindakan anti-Covid-19.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Bandara Soekarno-Hatta Layani TCA 4 Negara

Bandara Soekarno-Hatta melayani Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura

DUNIA | 21 Oktober 2020

PM Suga: Jepang Tolak Tindakan yang Memicu Ketegangan di LCS

Suga menyatakan Jepang siap memberikan dukungan untuk ASEAN, termasuk Vietnam dan Indonesia, dalam menjaga perdamaian dan kestabilan di LCS.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Gencar Serang Tiongkok, Trump Ternyata Punya Rekening di Sana

Trump dikenal sangat gencar mengkritik perusahaan-perusahaan Amerika yang berbisnis di Tiongkok.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Presiden Terima Surat Kepercayaan Dubes 7 Negara

Saat foto bersama, terlihat Jokowi maupun tujuh dubes itu tidak melepaskan masker dan tetap menjaga jarak.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Serangan Trump Makin Panas, Jawaban Fauci Sedingin “The Godfather”

Trump menyebut Fauci sebagai bagian dari orang-orang idiot.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Rachmat Gobel: Kedatangan PM Jepang Membawa Pesan Khusus

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia bukan sekedar kunjungan kenegaraan biasa tapi juga membawa pesan khusus.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Total Nilai Kekayaan Orang Tajir Tiongkok Bertambah US$ 1,5 T

Tiongkok sekarang memiliki total 878 miliarder. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) memiliki 626 orang di kelompok teratas pada awal tahun.

DUNIA | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS