Pukulan Terakhir Trump dan Biden
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jelang Debat Pamungkas Pilpres AS

Pukulan Terakhir Trump dan Biden

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:04 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / ALD

Setelah debat pertama yang kacau, Donald Trump dan Joe Biden akan kembali bertemu di atas panggung hari ini waktu Indonesia, ketika antusiasme para pemilih terus meningkat pesat. Ketika tulisan ini dibuat, sudah ada 42 juta suara masuk lewat mekanisme pemberian suara dini, baik via pos maupun pemilih datang langsung ke tempat pemungutan suara (TPS). Angka itu sudah melebihi seperempat dari suara total pada pemilihan presiden 2016 lalu, padahal pemungutan suara resmi masih 12 hari lagi.

Ada sejumlah peristiwa dramatis yang membuat debat ketiga ini sangat ditunggu rakyat Amerika dan warga dunia. Pada 2 Oktober, Trump mengumumkan ia dan istrinya positif terinfeksi virus corona. Beritanya tersebar di seluruh penjuru dunia. Karena status Trump sebagai pengidap penyakit menular, Komisi Debat memutuskan debat kedua Trump-Biden pada 15 Oktober dilakukan secara konferensi video. Hal itu memicu drama berikutnya. Debat ke-2 batal karena Trump menolak mentah-mentah metode tersebut.

Kedua kandidat akhirnya mengikuti wawancara televisi terpisah pada hari debat di jam tayang yang sama. Trump bersama NBC, Biden bersama ABC. Ketika itu, Trump seperti diberi pelajaran oleh pembawa acara NBC, Savannah Guthrie, bagaimana rasanya diinterupsi terus menerus ketika sedang bicara.

Debat pertama yang kacau dan debat kedua yang dibatakan sepihak oleh Trump menggiring para pemilih ke puncak rasa penasaran. Itulah suasana yang menyelimuti debat terakhir hari ini.

Trump akan menggunakan kesempatan ini untuk membalikkan keadaan karena semua hasil survei kredibel mengunggulkan kandidat Partai Demokrat Joe Biden. Biden akan berusaha melancarkan pukulan terakhir “mematikan” agar tidak terulang lagi mimpi buruk 2016 ketika Hillary Clinton kalah meski nyaris semua lembaga survei mengunggulkannya.

Trump butuh momen khusus untuk menyampaikan argumen penutup kenapa dia layak menjabat lagi. Keunggulan Biden antara 11-17 percentage points. Defisit sebesar itu pernah dialami petahana George HW Bush yang kemudian kalah dari Bill Clinton pada 1992.

Keunggulan Biden mencakup swing states (di mana jumlah pendukung Demokrat dan Republik imbang dan sulit diprediksi), sehingga Demokrat berpeluang merebut kembali kursi mayoritas di Senat dan meningkatkan keunggulan di DPR. Ratusan pemilih Republik, termasuk beberapa mantan senator atau mantan gubernur, sudah terang-terangan mengatakan akan memilih Biden. Tekanan ada pada Trump untuk mencegah sapu bersih Demokrat di jagat politik Amerika.

Terpojok
Menurut berbagai survei, Trump sudah kehilangan dua kelompok demografis pemilih yang penting. Pertama, kelompok pemilih manula yang membantunya mengalahkan Hillary Clinton di sejumlah swing states seperti Florida. Di tengah pandemi yang sebagian besar korban jiwa adalah kaum lanjut usia, dukungan kelompok ini anjlok.

Kedua, kelompok pemilih perempuan di pinggiran perkotaan, atau disebut suburban women. Mereka rupanya tersinggung dengan hinaan-hinaan vulgar yang kerap muncul dari mulut Trump dan sikapnya yang “sok macho” terkait pandemi Covid-19. Trump menyadari ini, dan pada kampanye pekan lalu dia sempat berujar, “Wahai kaum perempuan di pinggiran, tolong sukailah saya.” Di sisi lain, kubu Demokrat mampu meningkatkan keyakinan kelompok demografis yang dari dulu mendukung mereka. Misalnya, saat ini hanya satu dari 10 pemilih kulit hitam yang mengatakan akan memilih Trump.

Baca juga: Jelang Debat Capres AS Ketiga, Trump Keberatan Sistem Mikrofon Senyap

Dalam debat nanti, Trump kelihatannya akan menggunakan segala cara untuk menjatuhkan nama Biden, termasuk serangan pribadi terkait putranya, Hunter Biden, yang diisukan telah memanfaatkan jabatan ayahnya sebagai wakil presiden dulu untuk meraih kesepakatan bisnis di Ukraina dan Tiongkok. Trump juga akan berusaha meyakinkan bahwa dia adalah patriot sejati, pembela konstitusi dan ekonomi AS, serta tameng dari komunisme-sosialisme.

Trump, 74, juga akan berusaha memberi citra “sleepy Joe” Biden yang tiga tahun lebih tua sebagai orang pikun dan boneka kaum kiri radikal. Dia pernah mengunggah foto rekayasa Biden di kursi roda di panti jompo dengan tulisan: “Sederhana saja, pilihannya adalah antara mimpi buruk sosialisme dan mimpi Amerika.”

Tanpa Interupsi
Komisi Debat mengambil kebijakan baru untuk memastikan kekacauan di debat pertama 29 September tidak terulang. Saat itu, interupsi terus-menerus dari Trump membuat para penonton tidak bisa menangkap substansi dan para pemilik suara tidak bisa mendapatkan petunjuk untuk memutuskan pilihan mereka.

Menurut sebuah studi, dalam 90 menit Trump melakukan 128 interupsi pada Biden dan moderator Chris Wallace. Para pengamat politik dan jurnalis veteran kompak menyimpulkannya sebagai “debat paling buruk dalam sejarah pilpres AS”.

Dalam debat hari ini di Belmont University, Nashville, Tennessee, panitia akan mematikan mikrofon kandidat yang tidak mendapat giliran bicara. Kebijakan mematikan mikrofon hanya pada saat dua menit presentasi salah satu kandidat, dan dihidupkan lagi di sesi terbuka.

Baca juga: Duel Town Hall: Dua Kandidat Beri Respons Menarik soal Covid-19

Debat dibagi dalam enam segmen, topiknya secara berurutan adalah penanggulangan Covid-19, keluarga Amerika, ras di Amerika, perubahan iklim, keamanan nasional dan kepemimpinan.

Sehari menjelang debat, Trump berlatih menajamkan serangan saat berkampanye secara terbuka di Gastonia, North Carolina, negara bagian yang dimenanginya empat tahun lalu.

Partai Demokrat menyimpan Biden sepanjang pekan ini. Namun, mereka mengirim mantan presiden Barack Obama untuk berpidato di Philadelphia, Pennsylvania. Selain itu, kandidat wakil presiden Kamala Harris dikirim ke North Carolina, seperti langsung menantang Trump.

“Presiden ini ingin dipuji atas keberhasilan ekonomi yang sebetulnya dia warisi, dan tidak mau disalahkan atas pandemi yang terus dia abaikan,” kata Obama tentang Trump seperti ditayangkan CNN.

Baca juga: Mayoritas Warga AS Makin Tidak Percaya Penanganan Covid-19 oleh Trump

Meskipun hasil survei mengunggulkan Biden, tetapi di sejumlah negara bagian penting kategori swing states keunggulannya tipis saja dan kalau Trump mampu mengejar maka hasilnya bisa berubah.

Obama tidak mungkin lupa bahwa empat tahun lalu di negara bagian yang sama dia berpidato untuk Clinton dan kalah di sana. Pennsylvania memiliki 20 suara elektoral, target penting semua kandidat. Untuk terpilih presiden, seorang kandidat harus minimal mendapatkan 270 suara elektoral.

"Saya tidak peduli dengan jajak pendapat. Sudah banyak dilakukan pada pemilihan yang dulu dan tidak berdampak, karena banyak orang tetap di rumah, malas (ke TPS) dan tidak peduli. Itu tidak boleh terjadi lagi, tidak dalam pemilihan ini, tidak sekarang ini," kata Obama.

Di pihaknya, Trump juga mengenang situasi 2016 untuk menyerang balik. “Tidak ada orang yang berkampanye untuk Hillary Clinton lebih gigih daripada Obama, benar?” kata Trump pada pendukungnya.

“Dan menurut saya satu-satunya orang yang lebih sedih dari Hillary pada malam (pengumuman hasil piplres) itu adalah Barack Hussein Obama,” imbuhnya.

Dalam sejarah modern Amerika, tampaknya ini akan menjadi pilpres yang paling dramatis, bukan karena ketatnya hasil, tetapi karena begitu banyak drama yang mewarnainya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

PBB: 300.000 Warga Sudan Terdampak Hujan Deras dan Banjir

Hujan lebat dan banjir telah memengaruhi lebih dari 300.000 orang di 14 dari 18 negara bagian di Sudan.

DUNIA | 25 September 2021

AS Izinkan Masuk Bantuan untuk Afghanistan

Amerika Serikat (AS) mengizinkan bantuan untuk rakyat Afghanistan meskipun ada sanksi terhadap pemerintah Taliban.

DUNIA | 25 September 2021

PBB Perbarui Jumlah Korban Tewas Perang Suriah

Perang di Suriah telah menewaskan 350.209 orang yang diidentifikasi sepenuhnya oleh PBB dari Maret 2011 hingga Maret 2021.

DUNIA | 25 September 2021

Survei: Mayoritas Warga Eropa Tidak Anggap Tiongkok sebagai Ancaman

Sebagian besar orang Eropa tidak menganggap Tiongkok sebagai ancaman bagi cara hidup mereka.

DUNIA | 25 September 2021

AS Kirim Tambahan 2,5 Juta Dosis Vaksin Covid ke Bangladesh

Amerika Serikat (AS) mengirimkan 2,5 juta dosis vaksin Covid-19 lagi ke Bangladesh yang terkena dampak parah pandemi.

DUNIA | 25 September 2021

Menhan Taliban Janji Terapkan Hukuman Keras di Afghanistan

Menteri Pertahanan baru Taliban Mullah Mohammad Yaqoob mengatakan akan menerapkan hukuman keras di Afghanistan dan pelanggaran hukum tidak akan ditoleransi.

DUNIA | 25 September 2021

WFP Minta Dana Rp 576 Miliar untuk Pangan 440.000 Pengungsi Kenya

WFP meminta dana 4,46 miliar shilling (sekitar Rp 576 miliar) untuk terus memberikan bantuan makanan dan gizi kepada 440.000 pengungsi di Kenya

DUNIA | 25 September 2021

Singapura Minta Banyak Bantuan untuk Atasi Pemanasan Global

Negara-negara pulau kecil, termasuk Singapura meminta lebih banyak bantuan untuk memerangi pemanasan global.

DUNIA | 25 September 2021

BPK Paparkan Laporan Penyusunan Pedoman Audit Sustainable Transport di Pertemuan WGEA

BPK yang diwakili oleh Anggota IV BPK Isma Yatun memaparkan kemajuan terkait penyusunan Guidance for Sustainable Transport.

DUNIA | 25 September 2021

Bank Sentral Tiongkok: Semua Transaksi Kripto Ilegal

Bank sentral Tiongkok (PBoC) pada Jumat (24/9/2021) mengatakan semua transaksi keuangan yang melibatkan cryptocurrency adalah ilegal.

DUNIA | 24 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Bertambah, SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM

Bertambah, SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM

MEGAPOLITAN | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings