Sekjen PBB: Ratifikasi Jadi Komitmen Besar Menuju Penghapusan Total Senjata Nuklir
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Sekjen PBB: Ratifikasi Jadi Komitmen Besar Menuju Penghapusan Total Senjata Nuklir

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

New York, Beritasatu.com - Sekjen Persirakat Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan, perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata nuklir merupakan komitmen besar negara-negara untuk menuju penghapusan total senjata nuklir.

“Ini mewakili komitmen yang sangat berarti terhadap penghapusan total senjata nuklir, yang tetap menjadi prioritas utama dan tertinggi bagi PBB untuk pelucutan senjata nuklir,” ujar Guterres dalam pernyataannya, Minggu (25/10/2020) waktu New York, AS.

Perjanjian internasional soal larangan senjata nuklir itu genap diratifikasi oleh 50 negara, Sabtu (24/10). Honduras menjadi negara ke-50. Dengan demikian, perjanjian itu akan mulai berlaku setelah 90 hari, tepatnya 22 Januari 2021.

Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir, yang melarang penggunaan, pengembangan, produksi, pengujian, penempatan, penimbunan, dan ancaman penggunaan senjata semacam itu, diadopsi oleh Sidang Umum PBB di New York, AS, pada 7 Juli 2017 dengan persetujuan 122 negara.

Guterres menjelaskan, pemberlakuan perjanjian itu merupakan penghormatan kepada orang-orang yang selamat dari ledakan dan uji coba nuklir. “Banyak di antara mereka mendukung perjanjian ini,” kata dia.

Guterres menggambarkan pemberlakuan perjanjian tersebut sebagai “puncak dari gerakan sedunia untuk menarik perhatian pada dampak bencana kemanusiaan dari setiap penggunaan senjata nuklir.”

Ia berharap dapat melakukan bagiannya dalam memfasilitasi kemajuan perjanjian menuju penghapusan total.

Sejauh ini, kekuatan nuklir utama di dunia yakni Amerika Serikat, Inggris Raya, Rusia, Tiongkok, dan Prancis, belum menandatangani perjanjian tersebut.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa negara-negara yang meratifikasinya tidak boleh “dalam keadaan apa pun, mengembangkan, menguji, memproduksi, membuat atau memperoleh, memiliki atau menimbun senjata nuklir atau alat peledak nuklir lainnya.”

“Hari ini adalah kemenangan bagi umat manusia, dan sebuah janji akan masa depan yang lebih aman,” kata Peter Maurer, Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICAN) dalam sebuah pernyataan.

Organisasi nonpemerintah lainnya juga menyambut baik kabar tersebut. Termasuk Kampanye Internasional untuk Menghapus Senjata Nuklir, sebuah koalisi yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2017 untuk peran besarnya dalam mewujudkan perjanjian tersebut.

“Honduras baru saja meratifikasi perjanjian itu sebagai negara ke-50, menandakan berlakunya perjanjian dan menjadi sebuah sejarah,” kata ICAN dalam pernyataannya di Twitter.

Salah satu korban yang selamat dari bom atom di Hiroshima, Setsuko Thurlowkepada ICAN mengatakan bahwa dia telah berkomitmen seumur hidupnya untuk penghapusan senjata nuklir.

“Saya tidak punya apa-apa selain rasa terima kasih kepada semua yang telah bekerja untuk kesuksesan perjanjian ini,” katanya.

Sementara itu, Amerika Serikat mendesak negara-negara yang telah meratifikasi perjanjian PBB untuk larangan senjata nuklir agar menarik dukungan mereka. Desakan itu muncul beberapa saat menjelang pakta itu diratifikasi oleh negara ke-50.

Surat AS kepada para penanda tangan perjanjian itu, yang diperoleh kantor berita The Associated Press mengatakan, lima kekuatan nuklir asli, AS, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis, serta sekutu NATO Amerika, “Berdiri bersatu dalam penentangan terhadap potensi adanya dampak” dari perjanjian tersebut.



Sumber: Guardian/UN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PM Bulgaria Positif Covid-19

“Setelah dua tes PCR hari ini, saya positif mengidap Covid-19,” tulis Boyko Borissov.

DUNIA | 26 Oktober 2020

Dubes Desra Dorong Penelitian dan Produksi Vaksin Bersama Inggris

Desra Percaya, mengatakan hubungan bilateral Indonesia dengan Inggris dan Irlandia terbilang kokoh, namun masih banyak peluang yang bisa digali

DUNIA | 26 Oktober 2020

Bangladesh Terapkan Aturan: Tanpa Masker Tidak Dilayani

Tidak ada kantor publik dan swasta yang akan melayani siapa pun yang tidak mengenakan masker.

DUNIA | 26 Oktober 2020

Italia Perintahkan Bar dan Restoran Tutup Lebih Cepat

“Kami pikir kami akan sedikit menderita bulan ini, tetapi dengan penerapan pembatasan ini, kami akan dapat bernapas lagi pada bulan Desember.”

DUNIA | 26 Oktober 2020

Infeksi Covid-19 Tinggi, Spanyol Umumkan Keadaan Darurat

Keadaan darurat akan berlangsung selama 15 hari dan dapat diperpanjang hingga 9 Mei, jika perpanjangan itu disetujui parlemen Spanyol.

DUNIA | 26 Oktober 2020

Dubes Desra Harapkan Kemitraan Win-win dengan Inggris

Dubes RI untuk Inggris Desra Percaya menyatakan siap mengemban amanah dan kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

DUNIA | 26 Oktober 2020

Ini Negara Bagian yang Harus Dimenangi Trump untuk Terpilih Lagi

Biden punya lebih banyak jalan menuju 270 suara elektoral untuk terpilih presiden dibandingkan Trump.

DUNIA | 26 Oktober 2020

Desra Percaya Dilantik Jadi Duta Besar Inggris

Presiden Jokowi melantik 12 duta besar.

DUNIA | 26 Oktober 2020

Kemkes Singapura Hentikan Sementara Pemakaian 2 Vaksin Influenza

Dua dari tujuh merek vaksin flu yang diduga membuat sejumlah orang meninggal di Korea Selatan beredar Singapura.

DUNIA | 26 Oktober 2020

Semakin Gawat, Kasus Covid-19 di AS Tembus Rekor

Pada hari Jumat, AS mencatat 83.757 kasus baru, menembus rekor sebelumnya 77.300 kasus pada 16 Juli. Pada hari Sabtu, AS kembali mencatat 83.718 kasus baru.

DUNIA | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS