Meskipun Diprotes, PM Thailand Tolak Mundur
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Meskipun Diprotes, PM Thailand Tolak Mundur

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:59 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bangkok, Beritasatu.com- Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menolak seruan dari partai-partai oposisi untuk mengundurkan diri.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (28/10), pernyataan itu dilontarkan saat sesi dua hari khusus parlemen untuk membahas protes berbulan-bulan yang menuntut pengunduran dirinya dan reformasi monarki yang kuat.

“Saya tidak akan lari dari masalah. Saya tidak akan meninggalkan tugas saya dengan mengundurkan diri pada saat negara memiliki masalah,” kata mantan penguasa militer itu pada sidang Selasa.

Protes yang telah mendorong puluhan ribu orang turun ke jalan sejak pertengahan Juli adalah tantangan terbesar selama bertahun-tahun bagi pemerintah Prayuth.

Istana Raja Maha Vajiralongkorn tidak memberikan komentar sejak dimulainya protes yang telah menghancurkan tabu dalam mengkritik monarki.

Prayuth mengatakan aksi unjuk rasa, yang disebut sebagai protes ilegal, perlu dikendalikan.

"Meskipun rakyat memiliki kebebasan untuk memprotes berdasarkan Konstitusi, pihak berwenang perlu mengendalikan protes ilegal," kata perdana menteri.

Anggota parlemen dari oposisi mengatakan kepada Prayuth untuk berhenti bersembunyi di balik proklamasi kesetiaan kepada monarki dan segera mundur.

Para pengkritik mengatakan Prayuth merekayasa pemilu tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang direbut pada 2014. Sebaliknya Prayuth mengatakan pemungutan suara itu adil.

"Kami tidak ingin melihat bentrokan atau kerusuhan di negara ini," tambahnya, menuduh beberapa pengunjuk rasa melakukan "tindakan yang tidak pantas".



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Miliarder Muda Tiongkok Manfaatkan Booming Teknologi, Ini Daftar 20 Orang Terkaya

Tiongkok memiliki 60 miliarder di bawah usia 40 tahun pada tahun ini, menurut Daftar Orang Kaya Hurun terbaru.

DUNIA | 28 Oktober 2020

UE: Vaksin Covid-19 Tidak Cukup untuk Semua Eropa Hingga 2022

Peringatan tersebut terlepas dari blok 27 negara dengan populasi 450 juta itu telah mengamankan lebih 1 miliar dosis vaksin Covid-19 dari tiga produsen obat.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Erdogan Dukung Boikot Produk Prancis

Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta rekan-rekannya untuk berhenti membeli barang-barang Prancis pada Senin (26/10).

DUNIA | 27 Oktober 2020

Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Idlib

Serangan udara Rusia di Suriah utara telah menewaskan lebih dari 50 pejuang milisi yang didukung Turki di provinsi Idlib yang sebagian besar dikuasai pemberontak.

DUNIA | 27 Oktober 2020

Senat AS Setujui Amy Barrett sebagai Hakim Agung

Senat Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi penunjukan Amy Coney Barrett sebagai hakim agung AS pada Senin (26/10).

DUNIA | 27 Oktober 2020

Kemlu Pulangkan 503 WNI dari Malaysia

Total telah dipulangkan sebanyak 1.897 WNI sejak Juni 2020.

DUNIA | 27 Oktober 2020

WHO Serukan Solidaritas Global Vaksin Covid-19

WHO menyerukan solidaritas global dalam peluncuran vaksin virus corona di masa depan, karena jumlah kasus infeksi terus melonjak di seluruh dunia.

DUNIA | 27 Oktober 2020

Biden: Trump Bisa Menang dengan Cara Mendelegitimasi Pemilu

Joe Biden, mengatakan Presiden Donald Trump tetap bisa memenangkan pemilu 2020 karena caranya bermain yakni mendelegitimasi hasil pemilu.

DUNIA | 27 Oktober 2020

Oposisi Thailand Desak PM Prayut Mundur

Oposisi meminta Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-ocha untuk berhenti memanfaatkan monarki serta mendesak PM agar mengundurkan diri

DUNIA | 27 Oktober 2020

Kabar Baik! Vaksin Covid-19 AstraZeneca Hasilkan Respons Kekebalan di Lansia

Pengumuman tersebut kemungkinan akan meningkatkan harapan pengembangan vaksin Covid sebelum akhir tahun.

DUNIA | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS