Kasus Covid-19 Melonjak, Jerman Umumkan Pembatasan, Prancis Lockdown
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Kasus Covid-19 Melonjak, Jerman Umumkan Pembatasan, Prancis Lockdown

Kamis, 29 Oktober 2020 | 06:05 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Bon, Beritasatu.com - Jerman dan Prancis mengumumkan pembatasan sebagian aktivitas bisnis pada Rabu (28/10/2020) yang bertujuan menekan penyebaran virus corona menyusul memburuknya wabah.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan negaranya akan menerapkan penutupan restoran, bar, bioskop, teater dan beberapa fasilitas lainnya mulai 2 November hingga empat minggu ke depan pada dalam rangka mengendalikan virus.

Merkel pada Rabu mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah pasien Covid-19 dalam perawatan intensif (ICU) meningkat dua kali lipat selama 10 hari terakhir. Dia menambahkan bahwa rumah sakit Jerman akan mencapai kapasitas maksimal dalam beberapa minggu mendatang jika kenaikan jumlah kasus terus berlanjut. "Ini tindakan yang sulit," katanya. “Kita harus bertindak, dan sekarang, untuk menghindari keadaan darurat kesehatan nasional yang akut.”

Merkel mengatakan, toko, sekolah, dan penitipan anak tetap buka. Namun kapasitasnya akan dibatasi. "Restoran diperbolehkan buka untuk layanan take away (dibawa pulang)," kata Merkel.

Dia mengimbau kepada warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu.

"Kami dapat mengatakan bahwa sistem kesehatan Jerman dapat mengatasi tantangan hari ini," kata Merkel.

“Tetapi jika laju infeksi terus berlanjut seperti ini, maka sistem kesehatan dalam kita akan mencapai batas maksimal alam beberapa minggu.”

Jerman melaporkan lonjakan rekor 14.964 kasus baru pada Rabu. Negara itu melaporkan rata-rata lebih 11.100 kasus baru virus per hari selama seminggu terakhir, naik lebih 61% dibandingkan minggu lalu, menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan Universitas Johns Hopkins.

Di tengah meningkatnya Covid-19 akan berdampak pada ekonomi yang sudah goyah, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan November akan menjadi bulan yang kritis. “Meningkatnya infeksi memaksa kami mengambil tindakan pencegahan guna menekan gelombang kedua corona dengan sejumlah tindakan, termasuk bantuan keuangan untuk perusahaan yang terkena dampak,” kata dia.

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu malam mengumumkan pemerintahnya akan memberlakukan penguncian (lockdown) nasional kedua yang mengharuskan orang untuk tetap tinggal di rumah kecuali membeli barang-barang penting, kepentingan medis atau berolahraga.

Penguncian berarti penduduk tidak lagi diizinkan melakukan perjalanan antar wilayah negara. Adapun bisnis seperti restoran dan bar akan ditutup. Namun sekolah nasional akan tetap buka, dan panti jompo masih bisa menerima pengunjung. "Pembatasan akan dimulai Jumat dan berlangsung hingga 1 Desember," katanya.

Prancis melaporkan rata-rata lebih 38.700 kasus baru per hari selama seminggu terakhir, naik lebih 54% dibandingkan minggu lalu, data Johns Hopkins.

Macron mengatakan pemerintah akan melonggarkan lockdown setelah mampu menekan jumlah kasus harian menjadi sekitar 5.000 per hari.

Virus ini melonjak di sebagian besar belahan bumi utara karena cuaca dingin sehingga memaksa orang tinggal di dalam ruangan dan memungkinkan virus menyebar dengan mudah.

Para pejabat Eropa mengaitkan lonjakan itu dengan "kelelahan pandemi". Artinya warga lelah secara ketat mematuhi langkah-langkah protokol kesehatan.

Italia melaporkan rekor lonjakan 24.991 kasus baru pada Rabu, kata Kementerian Kesehatan. Negara ini melaporkan rata-rata lebih 18.600 kasus baru virus per hari selama seminggu terakhir, naik lebih 88% dibandingkan minggu lalu, data Johns Hopkins menunjukkan.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Erick: Sampaikan Berita Benar tentang Indonesia ke Dunia

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan saatnya menyampaikan berita yang benar dan positif tentang Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Jumlah Pemilih di Pemilu Dini AS Tembus 70 Juta

Lebih dari 70 juta orang Amerika telah memberikan suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 28 Oktober 2020

Tiongkok: AS, Jangan Rundung Sri Lanka!

Tiongkok menyampaikan keberatan kepada Amerika Serikat (AS) atas apa yang dianggapnya sebagai perundungan kepada Sri Lanka.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Topan Molave Hantam Vietnam, Puluhan Warga Hilang

Setidaknya dua orang dilaporkan tewas dan 26 orang lainnya hilang ketika Topan Molave ​​menghantam Vietnam tengah.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Hampir 800.000 Anak di AS Dinyatakan Positif Covid-19

Hampir 800.000 anak di Amerika Serikat telah didiagnosis dengan Covid-19 sejak awal pandemi.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Duterte: Filipina Tidak Akan Mengemis Vaksin Covid-19

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan pada Selasa (27/10), Filipina tidak akan mengemis vaksin Covid-19 dari negara lain.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Pompeo: AS dan India Harus Kerja Sama Hadapi Ancaman Tiongkok

Mike Pompeo, tiba di India, Senin (26/10), menegaskan bahwa kedua negara harus bekerja sama untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Tiongkok

DUNIA | 28 Oktober 2020

Untuk Studi, Mossad Bawa Pulang Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Organisasi dinas rahasia Israel, Mossad, telah memperoleh vaksin Covid-19 Tiongkok untuk "dipelajari”

DUNIA | 28 Oktober 2020

Meskipun Diprotes, PM Thailand Tolak Mundur

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menolak seruan dari partai-partai oposisi untuk mengundurkan diri.

DUNIA | 28 Oktober 2020

Miliarder Muda Tiongkok Manfaatkan Booming Teknologi, Ini Daftar 20 Orang Terkaya

Tiongkok memiliki 60 miliarder di bawah usia 40 tahun pada tahun ini, menurut Daftar Orang Kaya Hurun terbaru.

DUNIA | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS