Trump Bakal Gugat Hasil Pemilu, Partai Republik Butuhkan US$ 60 Juta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Trump Bakal Gugat Hasil Pemilu, Partai Republik Butuhkan US$ 60 Juta

Sabtu, 7 November 2020 | 18:51 WIB
Oleh : YUD

Washington, Beritasatu.com - Partai Republik tengah berupaya guna menggalang dana sedikitnya 60 juta dolar AS (sekitar Rp 852,9 miliar) untuk membiayai tuntutan hukum yang diajukan Donald Trump. Seperti diketahui Trump berencana menggugat hasil pemilu AS, demikian menurut tiga sumber pada Jumat (6/11/2020) waktu setempat.

Tim kampanye Trump telah mengajukan sejumlah gugatan hukum di beberapa negara bagian atas penghitungan suara pemilu di wilayah itu--terkait dengan sang rival dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang semakin mendekati syarat kemenangan 270 electoral college.

"Mereka menginginkan 60 juta dolar," kata seorang donatur untuk Partai Republik yang menerima permohonan dari tim kampanye Trump dan Komite Nasional Partai Republik (RNC).

Dua sumber lainnya menyebut bahwa tim kampanye Trump menginginkan dana sebesar 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,4 triliun) untuk komite penggalangan dana bersama yang dikelola oleh tim kampanye dan RNC--suatu tanda bahwa skala tuntutan hukum Trump mungkin akan lebih besar.

Ketiga sumber tersebut memberikan keterangan kepada Reuters tanpa ingin disebutkan identitasnya karena terkait isu yang sensitif. Tim kampanye Trump dan RNC belum memberikan komentar mereka mengenai masalah ini.

Permohonan dana itu muncul selagi tim kampanye Trump dan juga Biden bersiap untuk beradu kekuatan atas hasil pemilu melalui jalur hukum.

Sejak pemungutan suara ditutup pada Selasa (3/11) malam, tim kampanye Trump mulai mengirimkan surel dan pesan teks yang berisi tudingan proses pemilu yang licik serta permohonan sumbangan dana.

Trump memulai kampanye dengan keuntungan finansial yang kuat, harus mengakhirinya dengan perjuangan agar dapat mengimbangi Joe Biden yang kemudian mendapatkan bantuan finansial tinggi dari penggalangan dana.

Seorang penasihat Trump, yang juga tidak ingin dibuka identitasnya, bahkan menyebut strategi perkara hukum sejauh ini sebagai suatu kekacauan, berantakan, serta "merugikan bagi Presiden".

Penasihat tersebut mengatakan bahwa tim kampanye Trump tampaknya terkejut dengan hasil penghitungan suara, dan tidak mempunyai persiapan untuk membawanya ke jalur hukum.

David Bossie, penasihat senior tim kampanye Trump dan juga seorang aktivis konservatif terkemuka yang memimpin kelompok advokasi Citizens United, dipilih sebagai pemimpin tim gugatan hukum pascapemilu, menurut sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Bossie sebelumnya menjadi bagian dari kelompok pendukung Trump yang mengajukan tuntutan hukum di Las Vegas terhadap penghitungan suara di Negara Bagian Nevada.

Sementara itu, tim kampanye Biden pada Rabu (4/11) meluncurkan "Biden Fight Fund" (Dana Perlawanan Biden), program penggalangan dana untuk bertarung di jalur hukum dengan Trump, menurut surel yang dikaji oleh Reuters.

"Presiden Trump mengancam akan menempuh jalur hukum untuk menghalangi proses tabulasi suara yang selayaknya," kata Manajer Kampanye Biden, Jen O'Malley Dillon, melalui surel.

Seorang pejabat Partai Republik berkomentar mengenai langkah kandidat presiden dari partainya itu, dengan menyebut bahwa sekarang sudah waktunya Trump untuk move on.

"Persaingan ini sudah selesai, dan satu-satunya orang yang tidak menyedari hal itu adalah Donald Trump," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Inggris Sebut Penularan Covid-19 Tertinggi pada Anak 12-15 Tahun

Penasihat kesehatan Pemerintah Inggris Chris Whitty mengatakan penularan Covid-19 saat ini tertinggi pada anak berusia 12 hingga 15 tahun.

DUNIA | 23 September 2021

Emir Qatar Desak Dunia Gandeng Taliban

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah meminta para pemimpin dunia untuk tetap terlibat dengan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 23 September 2021

PAHO Pilih Argentina dan Brasil untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) memilih Argentina dan Brasil untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

India Sita Heroin Afghanistan Senilai Rp 38,9 Triliun

Otoritas India telah menyita hampir 3 ton heroin yang berasal dari Afghanistan senilai sekitar 200 miliar rupee (Rp 38,9 triliun).

DUNIA | 22 September 2021

Survei: Hampir 80% Warga Palestina Ingin Presiden Abbas Mundur

Satu jajak pendapat baru menemukan bahwa hampir 80% warga Palestina ingin Presiden Mahmoud Abbas mengundurkan diri.

DUNIA | 22 September 2021

Tiongkok Janji Hentikan Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di Luar Negeri

Tiongkok tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri.

DUNIA | 22 September 2021

Akibat Covid-19, Sekitar 20% Warga Nigeria Kehilangan Pekerjaan

Sekitar 20% pekerja Nigeria kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19

DUNIA | 22 September 2021

Pakistan Tidak Buru-buru Akui Pemerintah Taliban di Afghanistan

Pemerintah Pakistan tidak akan terburu-buru untuk mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 22 September 2021

Bela Prancis, Pemimpin Uni Eropa Kecewa Atas Kesepakatan AUKUS

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan "tidak dapat menerima" cara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam kemitraan AUKUS dalam memperlakukan Prancis.

DUNIA | 22 September 2021

Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Penguat Multivarian Covid-19

Uji coba vaksin penguat multi-varian pertama di dunia terhadap Covid-19 dimulai di kota Manchester, Inggris, pada Senin (20/9/2021).

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Inggris Sebut Penularan Covid-19 Tertinggi pada Anak 12-15 Tahun

Inggris Sebut Penularan Covid-19 Tertinggi pada Anak 12-15 Tahun

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings