Trump Sudah Disejajarkan dengan Pemimpin Sekte
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Trump Sudah Disejajarkan dengan Pemimpin Sekte

Selasa, 17 November 2020 | 16:36 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Donald Trump bisa disebut sebagai tokoh yang paling fenomenal abad ini.

Ia menentang nyaris semua saran medis terkait Covid-19, terang-terangan menunjukkan sikap rasis dan anti-Islam, menyebut pemanasan global dan perubahan iklim sebagai hoax dari Tiongkok, berbohong bahwa Meksiko akan membayar tembok perbatasan yang ia bangun, menyebarkan banyak misinformasi, dan memaki setiap orang yang dia benci hampir setiap hari di Twitter.

Namun, lebih dari 73 juta rakyat Amerika memberikan suara padanya agar dia meneruskan jabatan sebagai presiden -- setelah lebih dari 10 juta rakyat negara itu terinfeksi Covid termasuk Trump sendiri, lebih dari 220.000 orang meninggal karenanya, dan perekenomian Amerika terjerumus ke resesi.

Pada 2016, Trump hanya memperoleh kurang dari 63 juta suara.

Jadi, pemilihan presiden Amerika yang baru saja berlangsung mendemonstrasikan bagaimana orang seperti Trump tidak akan mudah dijatuhkan, dan justru semakin memperluas basis dukungan semakin sering dia diserang dan dikritik.

Sekte
Apa yang membuat Trump begitu dipuja sehingga dia justru memiliki lebih banyak pengikut setelah semua kontroversi dan ketidakmampuannya mengatasi masalah pandemik?

Sejumlah pengamat menggambarkan presiden yang intoleran, anti-sains dan kerap berbohong ini sebagai sosok yang telah menjelma menjadi seorang pemimpin sekte atau cult leader.

“Para pendukung Trump memilihnya bukan karena mereka tertipu dengan janji-janjinya, tetapi karena mereka berharap semua kebohongan itu akan menjadi kenyataan, karena mereka juga punya sikap antagonis terhadap kaum non-kulit putih, dan menganggap ketidakmampuan dia sebagai berita yang dibesar-besarkan media atau menyalahkan dampak buruk yang terjadi ke orang lain,” kata Patrick Cockburn, penulis senior di media Inggris The Independent.

Dia menyebut Trump sebagai tokoh dengan kepribadian pemimpin sekte atau cult of personality.

Lebih jauh lagi, kepribadian Trump ini bukan hanya menghipnotis kalangan pria kulit putih non-sarjana, kelompok pendukung terbesar Trump, atau masyarakat pedesaan dan pinggiran kota.

Para petinggi Partai Republik juga ketakutan untuk menentangnya, atau mengoreksi tuduhannya yang tanpa bukti kuat bahwa pilpres yang lalu telah dicurangi secara meluas, atau membujuknya untuk mengakui kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Selama empat tahun terakhir, Partai Republik sepenuhnya berada di bawah bayang-bayang presiden, termasuk dalam konvensi penetapan kembali Trump sebagai capres yang didominasi pidato oleh anak, istri, dan bahkan pacar anaknya.

Para “pendekar” Partai Republik seperti Ted Cruz dan Marco Rubio, yang pada konvensi 2016 menjadi bulan-bulanan Trump, tampil di televisi hanya untuk membela presiden habis-habisan.

“Ini bukan lagi sebuah partai, melainkan sekte,” kata Thomas Friedman, penulis opini di The New York Times dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN.

“Setiap partai akan memasuki pemilihan dengan mengusung platform. Belum pernah terjadi dalam sejarah politik modern kita ada partai yang menggelar konvensi tanpa platform, tetapi hanya menyampaikan apa yang diinginkan oleh Donald Trump saja,” ujarnya.

Jim Jones
Friedman bahkan membandingkan fenomena ini dengan sejarah kelam Amerika terkait Jim Jones.

Jones adalah pemimpin sekte Amerika legendaris yang membawa ratusan pengikutnya pindah ke Guyana, sebelum akhirnya melakukan bunuh diri massal pada 1978. Lebih dari 900 orang, sepertiganya anak-anak, tewas karena mengikuti perintahnya menenggak minuman bercampur sianida.

Di mata pengikutnya, Trump “can do no wrong”, ia sendiri bisa mengatasi permasalahan Amerika dan dunia, semua berita yang mengkritisi Trump adalah hoax, dan orang yang mempertanyakan kebohongannya adalah pembohong itu sendiri, kata Rex Huppke, kolumnis di Chicago Tribune.

Sebelum pemungutan suara pemilihan presiden, Huppke menulis bahwa Trump tidak bisa diremehkan seperti hasil semua jajak pendapat.

“Tump-isme adalah sebuah sekte, dan semua anggota sekte pasti akan muncul,” kata Huppke.

Lembaga Survei
Dia betul. Trump pernah memutarbalikkan hasil jajak pendapat pada pilpres 2016 dan nyaris melakukannya lagi tahun ini, karena lebih banyak pendukungnya yang muncul.

Para lembaga survei kembali melakukan kesalahan yang sama. Mereka menyepelekan militansi para pendukung Trump dan kelompok khusus yang diam-diam mendukung presiden tetapi terlalu malu untuk mengakuinya di survei.

Retorika Trump yang anti imigran, nasionalis, dan sangat pro-kulit putih telah menimbulkan simpati di kalangan tertentu yang setuju dengan itu tetapi tidak mau dicap rasialis dan kuper seperti Trump. Mereka menolak disurvei atau memberi jawaban berbeda dalam survei, tetapi memberikan suara untuk Trump.

Biden diprediksi menang di Florida dan berpeluang besar di Texas menurut jajak pendapat, tetapi dua negara bagian besar itu tetap memilih Trump seperti empat tahun silam.

Pilihan responden juga menyebutkan Biden akan menang mudah di Pennsylvania dengan margin 6 persen, faktanya hanya 1 persen dan bahkan sempat tertinggal jauh sebelum surat suara via pos dihitung.

Meskipun betul Biden menang pilpres, angka yang dia raih berbeda jauh dengan prediksi semula, menunjukkan betapa Trump bukan musuh dalam negeri nomor satu di Amerika setelah apa yang dia ucapkan dan lakukan selama empat tahun terakhir.

Biden akan menghadapi 73 juta rakyat yang melihat demokrasi, kejujuran, integritas dan kapabilitas dengan cara yang sangat berbeda.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Krisis Kemanusiaan Mengancam, IMF Isyaratkan Bantuan ke Afghanistan

IMF pada Kamis (16/9/2021) menyerukan komunitas internasional harus mengambil tindakan segera untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan.

DUNIA | 16 September 2021

AS Umumkan Aliansi Baru dengan Australia dan Inggris untuk Perkuat Militer

AS mengumumkan aliansi baru dengan Australia dan Inggris untuk memperkuat kemampuan militer dalam menghadapi Tiongkok yang sedang bangkit.

DUNIA | 16 September 2021

Survei Perubahan Iklim Asia Tenggara, Responden Indonesia Sebut Banjir Ancaman Paling Serius

Hasil survei memperlihatkan responden dari Indonesia meyakini, banjir merupakan ancaman paling serius dari perubahan iklim.

DUNIA | 16 September 2021

Prancis Merasa Dikhianati oleh Australia

Australia akan menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir.

DUNIA | 16 September 2021

UNICEF Minta Sekolah di Negara Pandemi Covid-19 Dibuka Kembali

UNICEF mendesak otoritas pendidikan agar segera mungkin membuka kembali sekolah-sekolah di negara pandemi Covid-19.

DUNIA | 16 September 2021

Bantu Perangi Covid-19, Indonesia Sumbang Alat Kesehatan ke Myanmar

Indonesia menyumbangkan peralatan kesehatan untuk membantu rakyat Myanmar memerangi Covid-19.

DUNIA | 16 September 2021

INH Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Perumahan Guru di Yerusalem

INH menyalurkan bantuan dana untuk program pembangunan perumahan para asatidz atau guru di kawasan distrik Sur Baher, Yerussalem, Palestina.

DUNIA | 16 September 2021

Diminta Kurangi Emisi Karbon, Australia Malah Perpanjang Proyek Batubara

Langkah ini menggandakan komitmen negara tersebut untuk terus mengekstraksi bahan bakar fosil, meskipun ada tekanan untuk mengurangi emisi karbon.

DUNIA | 16 September 2021

Malaysia Buka Kembali Pulau Pariwisata Langkawi

Wisatawan kembali datang ke Pulau Langkawi, Malaysia, pada Kamis (16/9/2021).

DUNIA | 16 September 2021

1 Miliar Lebih Orang di Tiongkok Telah Divaksin Penuh

Tiongkok pada Kamis menyatakan, 1 miliar lebih warga di negara itu telah divaksinasi Covid-19 sepenuhnya, atau sekitar 71 persen dari populasinya.

DUNIA | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

NASIONAL | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings