Di Facebook, Kamala Harris Diserang Pesan Rasis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Di Facebook, Kamala Harris Diserang Pesan Rasis

Rabu, 18 November 2020 | 08:54 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Washington, Beritasatu.com- Raksasa media sosial, Facebook, telah menghapus serangkaian pesan, meme, dan komentar tentang wakil presiden terpilih AS, Kamala Harris. Jejaring sosial itu telah menghapus konten setelah BBC News menyampaikan peringatan kepada tiga kelompok yang secara teratur memuat ujaran kebencian di halaman mereka.

Pesan kebencian itu termasuk tuduhan bahwa Harris bukan warga negara AS karena ibunya berasal dari India dan ayahnya dari Jamaika. Komentar lainnya menyebut dia “tidak cukup hitam” untuk Demokrat.

Pesan lainnya mengatakan dia harus dideportasi ke India, sedangkan sejumlah meme telah mengejek nama Harris.

Facebook menyatakan akan menghapus 90% ujaran kebencian sebelum menandainya. Salah satu media menggambarkan halaman tersebut didedikasikan untuk fitnah rasis dan misogini (kebencian kepada perempuan dan anak perempuan).

Sekalipun menghapus pesan tersebut, Facebook menyatakan tidak akan mengambil tindakan kepada kelompok itu.

Salah satu halaman yang memuat pesan kebencian kepada Harris memiliki 4.000 anggota, halaman lainnya 1.200 anggota. Pesan berisi grafis seksual dan misogini juga telah dihapus.

Facebook telah berulang kali dikritik oleh para pengiklan dan kelompok hak-hak sipil karena tidak melakukan apa pun untuk mengatasi ujaran kebencian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Biden Desak Kongres AS Siapkan Bantuan Ekonomi

Joe Biden mendesak Kongres agar menyiapkan bantuan stimulus ekonomi senilai dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Heroes senilai US$ 3 triliun (Rp 42.172 triliun)

DUNIA | 18 November 2020

Pfizer Gelar Uji Coba Pengiriman Vaksin Covid-19

Pfizer berupaya mengatasi tantangan distribusi vaksin Covid-19 yang dihadapi terkait persyaratan penyimpanan ultra-dinginnya.

DUNIA | 18 November 2020

Tak Butuh Suhu Ekstrem, Vaksin Moderna Jadi Solusi Negara-negara Miskin

Bukan hanya soal persentase efektivitas, vaksin Moderna dapat disimpan di lemari pembeku konvensional selama enam bulan dan di lemari es hingga 30 hari.

DUNIA | 18 November 2020

Kasus Harian Covid-19 di India Menurun

Kasus infeksi harian Covid-19 di India mengalami titik terendah pertama kalinya dalam empat bulan atau sejak pertengahan Juli menjadi di bawah 30.000.

DUNIA | 18 November 2020

Bill Gates: Perjalanan Bisnis Akan Berkurang 50% Akibat Pandemi

Filantropis dan pendiri Microsoft mengatakan wabah Covid-19 akan mengubah cara orang berpergian dan berbisnis, bahkan setelah pandemi ini berakhir.

DUNIA | 18 November 2020

Trump Sudah Disejajarkan dengan Pemimpin Sekte

Pemilih Trump sekarang 10 juta lebih banyak dibandingkan pada 2016.

DUNIA | 17 November 2020

Korsel Akan Perketat Aturan Jarak Sosial

Akan terjadi krisis yang lebih besar jika upaya pencegahan penyebaran Covid-19 gagal meredam lonjakan baru.

DUNIA | 17 November 2020

Francisco Sagasti Jadi Presiden Sementara Peru

Sagasti merupakan presiden ketiga yang memimpin Peru dalam seminggu ini.

DUNIA | 17 November 2020

Obama: Trump Rusak Norma Demokrasi

Mantan presiden AS Barack Obama memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa upaya untuk menolak hasil pemilu adalah pelanggaran demokrasi yang serius

DUNIA | 17 November 2020

Para Dokter AS Ingin Mundur karena Stres Pandemi Covid-19

Banyak dokter di Amerika Serikat (AS) menyerukan keinginan untuk mengundurkan diri karena merasakan stres akibat situasi pandemi di negara itu.

DUNIA | 17 November 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS