Lebih 250.000 Nyawa Melayang Akibat Covid-19 di AS
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Lebih 250.000 Nyawa Melayang Akibat Covid-19 di AS

Kamis, 19 November 2020 | 16:41 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

New York, Beritasatu.com - Amerika Serikat memasuki sejarah suram pada Rabu (18/11/2020) dengan angka kematian akibat Covid-19 yang mencapai 250.000 kasus. Jumlah itu diperkirakan akan terus meningkat tajam ketika infeksi terus melonjak di negara itu.

Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins Rabu (18/11), angka di atas 250.000 itu menandai tonggak sejarah baru yang suram untuk pandemi di AS.

Disebutkan, AS kini telah mencatat 250.029 kasus kematian, menjadi yang tertinggi secara global. Brasil berada di tempat kedua dengan 166.699 kasus kematian, dan posisi ketiga adalah India dengan 130.993 kematian, serta Meksiko di tempat keempat dengan 99.026 kematian.

Para ahli memperkirakan, AS akan segera melaporkan 2.000 kematian dalam sehari atau bahkan lebih dari jumlah itu.

Diperkirakan, jumlahnya melebihi angka puncak pada musim semi. Mereka juga memperkirakan ada 100.000 hingga 200.000 lebih warga AS bisa meninggal dunia dalam beberapa bulan mendatang.

New York Times menyebutkan, seberapa buruknya kondisi itu akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk seberapa baik tindakan pencegahan diikuti dan kapan vaksin digunakan.

“Itu semua bergantung pada apa yang kita lakukan dan bagaimana kita mengatasi wabah ini,” kata Dr Jeffrey Shaman, seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan dari Universitas Columbia.

AS dilanda pandemi pada Maret, ketika virus masih relatif baru dan terbatas terutama pada beberapa kantong wilayah utama seperti New York. Ketika itu, Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS memperkirakan bahwa virus itu akan membunuh hingga 240.000 orang Amerika. Sekarang, angka perkiraan Fauci itu terlewati, tanpa ada tanda-tanda akan berakhir.



Sumber: Straitstimes, NYT


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksin AstraZeneca-Oxford Diklaim Aman dan Memicu Respon Imun

Menurut uji awal tahap II, ditemukan bahwa vaksin aman dan memicu respon yang sama di kelompok usia 18-55 dan 56 ke atas.

DUNIA | 19 November 2020

3 Senator Tolak Rencana Trump Jual Senjata ke UEA

Para anggota parlemen itu mengatakan, pemerintahan Trump berusaha mempercepat penjualan persenjataan canggih dan menghindari proses peninjauan oleh kongres.

DUNIA | 19 November 2020

PM: Investasi Militer untuk Perkuat Posisi Global Inggris

Dana itu akan mendanai proyek luar angkasa dan pertahanan dunia maya.

DUNIA | 19 November 2020

Inggris Genjot Anggaran Militer, Terbesar dalam 30 Tahun

“Saya telah mengambil keputusan ini di tengah pandemi karena pertahanan dunia harus diutamakan,” kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

DUNIA | 19 November 2020

AS Cabut Larangan Terbang Boeing 737 MAX

Kecelakaan 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia, dalam waktu lima bulan pada 2018 dan 2019, menewaskan 346 orang.

DUNIA | 19 November 2020

Ilmuwan: Masker Sekali Pakai Bisa Digunakan Kembali

WHO mengizinkan prosedur luar biasa untuk mendisinfektan masker sekali pakai untuk digunakan kembali.

DUNIA | 19 November 2020

Biden Mulai Transisi Tanpa Bantuan Trump

Presiden terpilih AS dalam Pemilu 2020, Joe Biden, tetap menjalankan transisi pemerintahan meskipun tanpa bantuan Presiden Donald Trump.

DUNIA | 19 November 2020

Demonstran Thailand Desak Pengesahan Reformasi Konstitusional

Ribuan demonstran berkumpul di pusat kota Bangkok, Thailand, untuk kembali menggelar aksi protes yang memasuki hari kedua, Rabu (18/11).

DUNIA | 19 November 2020

India Uji Coba Vaksin Covid-19, Covaxin

Bharat Biotech mengumumkan uji coba vaksin Covid-19 pertama India, Covaxin.

DUNIA | 19 November 2020

Vaksin Covid-19 Sinovac Beri Respons Imun Cepat

Vaksin Covid-19 eksperimental Sinovac Biotech, CoronaVac, memicu respons kekebalan yang cepat.

DUNIA | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS