Rusia Produksi 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19, Harganya Lebih Murah dari Pesaing
Logo BeritaSatu

Rusia Produksi 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19, Harganya Lebih Murah dari Pesaing

Rabu, 25 November 2020 | 06:06 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Moskow, Beritasatu.com - Setelah berita vaksin Covid-19 menjanjikan dari Inggris dan Amerika Serikat (AS), Rusia pada Selasa (23/11/2020) mengatakan akan memproduksi vaksin sebanyak 1 miliar dosis pada 2021. Harganya, lebih murah dari para pesaingnya.

"Biaya satu dosis vaksin Sputnik V untuk pasar internasional akan kurang dari US$ 10," kata Dana Kekayaan Kedaulatan Rusia (RDIF). Adapun vaksin Covid-19 Rusia membutuhkan dua dosis.

“Dengan demikian, Sputnik V akan dua kali atau lebih lebih murah dibandingkan vaksin luar negeri berbasis teknologi mRNA dengan tingkat efikasi yang sama. Bagi warga Rusia, vaksinasi dengan Sputnik V tidak dipungut biaya,” tambah RDIF.

Pernyataan tersebut merujuk pada vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang terbuat dari messenger RNA. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka melaporkan tingkat keefektivan vaksin sangat tinggi dalam uji coba tahap akhir.

Vaksin Pfizer-BioNTech diperkirakan berharga sekitar US$ 20 per dosis. Sementara CEO Moderna dua hari lalu mengatakan bahwa vaksinnya akan dibanderol US$ 25- US$ 37 per dosis, tergantung jumlah yang dipesan. Keduanya membutuhkan dua dosis.

Komentar Rusia juga datang sehari setelah raksasa farmasi Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford mengatakan analisis uji klinis tahap akhir menemukan vaksinnya sangat efektif. Vaksin mereka menggunakan pendekatan vektor virus daripada teknologi mRNA. Vaksin AstraZeneca, yang membutuhkan dua dosis, dan diperkirakan harganya US$ 3-4 per dosis.

1 Miliar Dosis
Optimisme berita vaksin dengan cepat beralih ke fokus kepraktisan, biaya, dan logistik produksi, dan distribusi massal.

RDIF pada Selasa mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan dengan perusahaan farmasi asing terkemuka dan berencana untuk memproduksi vaksin bagi 500 juta orang per tahun mulai 2021. Mengingat ini adalah vaksin dua dosis, berarti perusahaan menargetkan memproduksi 1 miliar dosis pada tahun depan.

Pfizer dan BioNTech sebelumnya mengatakan akan memproduksi hingga 1,3 miliar dosis pada tahun 2021, sedangkan Moderna memproduksi 500 juta hingga 1 miliar dosis secara global tahun depan. AstraZeneca Senin mengatakan pihaknya sedang membuat kemajuan pesat manufaktur dengan kapasitas 3 miliar dosis vaksin pada 2021 secara bergilir, menunggu persetujuan peraturan.

Vaksin asal Rusia pada Selasa menerbitkan analisis sementara kedua data uji coba. Dikatakan, hasil menunjukkan vaksin memiliki kemanjuran 91,4% dalam mencegah infeksi virus corona setelah 28 hari dan 95% efektif setelah 42 hari. Uji coba tersebut mengevaluasi data dari 39 kasus terkonfirmasi virus corona di antara 18.794 relawan yang menerima dosis vaksin Sputnik V atau plasebo.

RDIF menegaskan kembali bahwa hasil uji coba akan dipublikasikan oleh tim Gamaleya Center negara itu di salah satu jurnal medis internasional terkemuka, tetapi tidak menyebutkan waktunya.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perkenalkan Anggota Kabinet, Biden: “America is Back!”

Kabinet yang baru akan berbeda dengan pola pemerintahan Donald Trump yang berslogan “America First” dan membuat Amerika terisolasi.

DUNIA | 25 November 2020

Dow Jones Tembus Rekor 30.000, Trump Langsung “Curi Panggung”

Setelah lama menutup diri, Trump bersama Wakil Presiden Mike Pence mendadak muncul memberi keterangan pers.

DUNIA | 25 November 2020

Indonesia Kontribusi Rp 14 Miliar untuk Koalisi Vaksin CEPI

CEPI juga telah memilih Bio Farma sebagai salah satu mitra manufaktur vaksin Covid-19 setelah memperoleh hasil positif atas due dilligence (uji tuntas).

DUNIA | 24 November 2020

Emas Turun ke Level Terendah 4 Bulan karena Berita Vaksin dan Data Ekonomi

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok US$ 34,6 atau 1,85% menjadi US% 1.837,80.

DUNIA | 24 November 2020

Jerman Akan Perpanjang Lockdown karena Kasus Covid-19 Tetap Tinggi

Menteri Kesehatan Jrman menyatakan optimisme bahwa pandemi akan hilang dalam beberapa bulan ke depan.

DUNIA | 24 November 2020

PM Johnson Akan Akhiri Lockdown di Inggris 2 Desember

Inggris akan kembali ke sistem pembatasan tiga tingkat.

DUNIA | 24 November 2020

Janet Yellen Calon Kuat Menteri Keuangan Biden

Kalau benar demikian, Yellen akan menjadi perempuan pertama di posisi tersebut.

DUNIA | 24 November 2020

Biden Mulai Susun Kabinet, Posisi Menlu Sudah Diisi

Biden menunjuk perempuan pertama seabagi direktur intelijen nasional.

DUNIA | 24 November 2020

Israel Benarkan Pertemuan Netanyahu dengan Putra Mahkota Arab

Situs pelacak dirgantara juga mendeteksi adanya penerbangan dari Israel ke Arab Saudi pada hari yang sama.

DUNIA | 24 November 2020

Vaksin Oxford Selesai Uji Coba, Hasilnya Memuaskan

Vaksin Oxford diberi label harga £3, jauh lebih murah dibandingkan vaksin buatan Pfizer (sekitar £15) atau Moderna (£25).

DUNIA | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS