Maradona, Sang Legenda Pahlawan Kaum Kiri Amerika Latin
Logo BeritaSatu

Maradona, Sang Legenda Pahlawan Kaum Kiri Amerika Latin

Kamis, 26 November 2020 | 13:50 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona pernah mengungkapkan bahwa pahlawannya adalah mendiang pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro.

Dia menganggap Castro 'ayah kedua' sampai-sampai wajah sang pemimpin Kuba itu diabadikan menjadi tato di kakinya. Castro pula yang pernah mendesak Maradona agar terjun ke dunia politik.

Maradona yang meninggal dunia dalam usia 60 tahun Rabu kemarin tidak pernah mewujudkan aspirasinya itu tetapi dia memainkan peran dalam memperjuangkan para pemimpin kiri di seluruh Amerika Latin seperti Castro sendiri, Hugo Chavez dari Venezuela dan Evo Morales dari Bolivia. Dia juga turut mempertinggi daya tarik internasional yang lebih luas dari pemimpin kiri ini.

"Semua yang dilakukan Fidel, semua yang Chavez lakukan untuk saya adalah yang terhebat (yang bisa dilakukan)," kata Maradona dalam acara televisi mingguan Chavez pada 2007.

"Saya benci semua yang berasal dari Amerika Serikat. Saya membencinya dengan segenap kekuatan saya," lanjutnya.

Maradona, putra seorang pekerja pabrik yang dibesarkan di sebuah kota kumuh di pinggiran Buenos Aires, pertama kali bertemu Castro pada 1987, satu tahun setelah mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia dan empat tahun sebelum jatuhnya Uni Soviet yang mengantarkan era baru kesulitan ekonomi di Kuba yang komunis.
Persahabatan yang tidak biasa antara pesepakbola yang kerap aneh ini dan sang revolusioner yang gemar membaca itu diperdalam awal abad ini pada saat Maradona menghabiskan empat tahun di Havana demi menghilangkan kecanduan narkotika.

"Bermula dari awal yang begitu sederhana ini, Castro adalah idolanya," kata Alfredo Tedeschi, produser TV Argentina yang kini tinggal di Belgia yang menjadi teman dekat Maradona saat sang wartawan bekerja untuk Reuters di Havana.
"Rasanya seperti dia jatuh cinta (kepada Castro), dan kemudian muncul Chavez, Morales dan yang lainnya," kata Tedeschi, yang sering mengundang pesepakbola itu untuk makan malam barbekyu steak tradisional Argentina.

Tedeschi terkenang saat Maradona mengetuk pintu rumahnya dan mengusulkan untuk melakukan kunjungan mendadak ke Castro. Pemimpin Kuba itu menerima kedua orang tersebut hanya beberapa menit begitu keduanya tiba di Kuba dan segera menuntaskan semua agenda kerjanya yang sibuk, demi menghabiskan waktu tiga jam bersama kedua orang itu, termasuk bermain sepak bola di kantor kepresidenannya.

"Mereka selalu membahas politik - Diego sangat tertarik kepada politik," kata Tedeschi seraya menambahkan bahwa saat itu Castro berjanji untuk membalas kunjungan spontan ini ke rumah Maradona di Havana.

Pada 2005, Maradona mewawancarai Castro dalam sebuah acara TV Argentina. Saat itu menanyakan sikap Castro atas terpilihnya lagi George W Bush tsebagai presiden Amerika Serikat. Casto menjawab, "Curang. Mafia teroris Miami!"
Karena itu pula Maradona menjadi alat propaganda para pemimpin sayap kiri Amerika Latin, kata Tedeschi. "Diego adalah jenis orang di mana apapun yang dia katakan akan berdampak. Dan bagi Fidel, propaganda semacam itu disambut baik," kata Tedeschi

Seperti ditakdirkan, Maradona meninggal dunia pada tanggal yang sama, 25 November, seperti terjadi pada idolanya itu empat tahun lalu. Castro wafat pada 25 November 2016. Saat itu Maradona mengaku bahwa "menangis sejadi-jadinya."

Menentang
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mencuit di Twitter bahwa "persahabatan Maradona dengan Kuba dan terutama dengan Fidel menjadikan dia bagian dari rakyat negeri ini."

Pengganti Morales dan Chavez, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, juga menyampaikan belasungkawa di Twitter. Maradona menyuarakan dukungan kepada Maduro dalam menghadapi sanksi AS terhadap pemerintahannya.
"Dengan kesedihan mendalam di hati saya, saya mengetahui kematian saudara saya, Diego Armando Maradona, orang yang merasa dan berjuang demi kaum miskin, pemain sepak bola terbaik di dunia," tulis Morales yang juga penggemar fanatik sepak bola.

Mantan presiden Bolivia merekrut Maradona untuk bermain melawannya dalam pertandingan amal di La Paz pada 2008 untuk menunjukkan dukungan dia kepada kampanye Bolivia dalam menentang larangan FIFA bermain di dataran tinggi. Larangan itu kemudian dibatalkan.

Dalam satu wawancara dengan surat kabar Argentina Clarin pada 2018, Maradona mengatakan dia akan mempertimbangkan terjun ke dunia politik, mungkin sebagai calon wakil presiden untuk calon presiden Peronist, Cristina Fernandez, pada pemilihan presiden 2019 untuk menggulingkan pemerintah konservatif saat itu.

"Fidel berkata kepada saya bahwa saya harus mengabdikan diri pada politik, dan saya akan berpasangan dengan dia, dengan Cristina. Saya menyaksikan rakyat menderita, rakyat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sampai akhir bulan," kata Maradona.

Fernandez yang kini wakil presiden Argentina, memilih jalan lain. Tetapi pada Rabu dia memberikan penghormatan kepada mantan pengagumnya. "Sedih sekali. Sang legenda telah tiada," tulis Fernandez di Twitter. "Kekal selamanya, Diego, kami mencintaimu."



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dalam 24 Jam, 2.000 Pengidap Covid-19 di AS Meninggal

Kematian harian di Amerika Serikat (AS) akibat Covid-19 melampaui 2.000 orang untuk pertama kalinya sejak Mei.

DUNIA | 26 November 2020

Untuk Politik LN, Joe Biden Tunjuk 3 Penasihat Berpengalaman

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden menunjuk tiga penasihat berpengalaman untuk strategi politik luar negeri AS.

DUNIA | 26 November 2020

Joe Biden Resmi Mulai Transisi Pemerintahan AS

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, resmi memulai transisi kekuasaan setelah badan pemerintah federal mengumumkannya sebagai pemenang pemilu 2020

DUNIA | 26 November 2020

AS Pertimbangkan Cabut Larangan Perjalanan dari Eropa dan Brasil

Namun rencana itu tidak berlaku pada perjalanan warga non-AS dari Tiongkok atau Iran.

DUNIA | 26 November 2020

Desember 2020, 6,4 Juta Dosis Vaksin Pfizer Siap Dikirim

Produsen vaksin Pfizer menyatakan 6,4 juta dosis vaksin siap dikirim ke wilayah Amerika Serikat (AS) pada pertengahan Desember 2020.

DUNIA | 26 November 2020

Prancis Mulai Longgarkan Lockdown Covid-19

Warga Prancis akan menikmati lebih banyak kebebasan untuk berolahraga di luar ruangan dimulai Sabtu (28/11).

DUNIA | 26 November 2020

2021, Spanyol Siap Vaksinasi Covid-19 Nasional

Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa, Selasa, menyampaikan rencana untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada 2021.

DUNIA | 26 November 2020

Susul Bill Gates, Elon Musk Orang Terkaya Kedua di Dunia

Pengusaha teknologi Elon Musk berhasil menyusul pendiri Microsoft Bill Gates dan menduduki posisi sama sebagai orang terkaya kedua di dunia.

DUNIA | 26 November 2020

Akhirnya, Presiden Xi dan Wapres Wang Ucapkan Selamat pada Biden dan Harris

Xi berharap kedua negara dapat meningkatkan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.

DUNIA | 26 November 2020

Presiden: Indonesia Manfaatkan Momentum Krisis Buat Lompatan Kemajuan

Indonesia terus berusaha keras untuk meminimalisasi risiko kesehatan dan perekonomian secara berimbang dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS