Tiongkok Dinilai Berhasil Kuasai Laut China Selatan Lewat Taktik Salami
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-0.05)   |   COMPOSITE 6389.83 (-37.46)   |   DBX 1207.48 (3.08)   |   I-GRADE 186.044 (-1.17)   |   IDX30 536.499 (-2.63)   |   IDX80 144.214 (-1.01)   |   IDXBUMN20 435.358 (-7.09)   |   IDXESGL 149.259 (-0.13)   |   IDXG30 145.988 (-0.98)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-2.76)   |   IDXQ30 152.642 (-0.59)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-3.07)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-3.96)   |   IDXV30 148.997 (-0.75)   |   INFOBANK15 1075.9 (-5.89)   |   Investor33 460.647 (-1.35)   |   ISSI 189.211 (-0.9)   |   JII 668.85 (-4.09)   |   JII70 234.095 (-1.52)   |   KOMPAS100 1287.09 (-6.92)   |   LQ45 998.257 (-5.79)   |   MBX 1767.88 (-12.62)   |   MNC36 340.661 (-1.09)   |   PEFINDO25 338.558 (-1.47)   |   SMInfra18 329.085 (-2.93)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-0.78)   |  

Tiongkok Dinilai Berhasil Kuasai Laut China Selatan Lewat Taktik Salami

Sabtu, 5 Desember 2020 | 15:36 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Strategi Tiongkok untuk menguasai Laut China Selatan (LCS) sebagai bagian dari kawasan Indo-Pasifik dinilai telah berhasil. Tiongkok mampu semakin memperluas wilayah dan pengaruhnya termasuk memberikan ancaman ke Laut Natuna, Indonesia, yang posisinya terletak di sebelah selatan LCS.

Direktur Center for Emerging Powers and Transnational Trends di Sekolah Diplomasi dan Hubungan Internasional Universitas Seton Hall, Amerika Serikat (AS), Prof Ann Marie Murphy PhD mengatakan, taktik salami (salami slicing strategy) yang dilakukan Tiongkok di perairan LCS pada akhirnya bisa mendorong ekspansi lebih luas ke wilayah Asia Tenggara mulai dari Filipina, Vietnam, dan saat ini mencapai Pulau Natuna yang berjarak ribuan kilometer.

"Titik yang sangat jauh dan Tiongkok tidak pernah mampu mencapai ke sana sebelumnya, sekarang telah berhasil membangun kapasitas kubah bahari, di zona abu-abu, di bawah daerah nontradisional,” kata Prof Ann dalam konferensi internasional virtual bertema Indo-Pacific: Outlooks, Opportunities and Challenges yang digelar oleh Magister Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan (MHI UPH), Sabtu (5/12).

Ann mengatakan, Tiongkok akan terus memperluas klaimnya di perairan LCS. Namun, menurutnya, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus melakukan perlawanan atas hal itu.

"Ada harapan secara logis, Indonesia akan meningkatkan kapasitas maritimnya, apakah kita melihat itu? Tidak banyak. Anggaran militer Indonesia dipakai untuk tentara, sebagian besar untuk kesejahteraan tentara,” kata Ann.

Strategi salami slicing adalah taktik memecah belah dan menaklukan wilayah untuk mendominasi wilayah lawan, sepotong demi sepotong. Operasi militer semacam itu terlalu kecil untuk menghasilkan perang. Mereka membiarkan negara tetangga merasa bingung untuk memutuskan bagaimana dan seberapa besar tanggapan atas hal tersebut.

Aksi militer yang kecil dari taktik salami juga membantu menghindari perhatian diplomatik, tapi jika terakumulasi dalam periode waktu tertentu akan menghasilkan keuntungan strategis bagi negara yang agresif.

Menurut Ann, kesuksesan taktik yang dipakai Tiongkok kepada Natuna pada akhirnya tergantung seberapa besar respons Indonesia, salah satunya investasi kepada pertahanan maritim.

Ann juga menjelaskan sejumlah perbedaan antara AS dan Indonesia dalam memandang konsep Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka (Free and Open Indo-Pacific/FOIP). Misalnya, AS menganggap kebebasan sebagai bebas dari paksaan, sebaliknya Tiongkok memilih penggunaan kekuatan di LCS. Selain itu, AS menegaskan penerapan kebebasan navigasi, sebaliknya Tiongkok menghendaki strategi penolakan anti-akses.

Menurutnya, FOPI versi AS juga berdasarkan aturan, sedangkan Tiongkok menetapkan kekuatan menjadi pembenaran. AS mengingikan perdagangan bebas dan adil, namun Tiongkok mengedepankan diplomasi perangkap utang.

Sementara itu, Kepala National Security College dari Universitas Nasional Australia, Prof Rory Medcalf mengatakan, situasi, kebijakan, dan pengambilan keputusan di kawasan Indo-Pasifik berangkat dari koeksistensi kawasan itu ribuan tahun lalu.

"Tantangan yang dihadapi Asia Tenggara sebagian besar kontradiksi dengan dampak kenyataannya. Contohnya, investasi dan perdagangan Tiongkok di wilayah ini sangat besar," kata Prof Rory.

Konferensi internasional tentang Indo-Pasifik ini diikuti oleh sejumlah duta besar, diplomat, pejabat pemerintah, dan akademisi baik dari dalam maupun luar negeri. Konferensi digelar selama dua hari pada Jumat (4/12/2020) dan Sabtu (5/12/2020).

Konferensi tersebut adalah hasil kerja sama MHI UPH dengan Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, serta didukung oleh American Institute for Indonesia Studies (AIFIS), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), International Federation of Social Science Organizations (IFSSO) dan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

WHO Ingin Setengah Miliar Dosis Vaksin COVAX Tersedia Kuartal I 2021

Rencana awal COVAX, yakni memvaksinasi 20% penduduk berisiko tinggi, termasuk petugas medis dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

DUNIA | 5 Desember 2020

WHO: Infeksi Ulang Covid-19 Terjadi karena Antibodi Berkurang

Kasus infeksi ulang Covid-19 jarang terjadi.

DUNIA | 5 Desember 2020

Kepala Intelijen AS: Tiongkok Ancaman Demokrasi Terbesar Sejak Perang Dunia II

AS labeli Tiongkok sebagai ancaman kebebasan terbesar kepada demokrasi dan kebebasan sejak Perang Dunia II.

DUNIA | 4 Desember 2020

WHO Tak Setuju Paspor Kekebalan Covid-19

WHO tengah mengkaji perlunya penggunaan “sertifikat vaksinasi elektronik” untuk para pelancong.

DUNIA | 4 Desember 2020

Korsel Minta Warga Batalkan Perayaan Natal dan Tahun Baru

Otoritas kesehatan melaporkan sebanyak 629 infeksi Covid-19 baru, tertinggi di Korea Selatan sejak gelombang pertama memuncak pada Februari dan awal Maret.

DUNIA | 4 Desember 2020

Pertama Kalinya Kematian Akibat Covid-19 di AS Capai 3.100 Kasus

Kondisi terburuk diyakini masih belum tiba, sebagian karena efek tertunda dari liburan panjang Thanksgiving pada pekan lalu.

DUNIA | 4 Desember 2020

Forum Demokrasi Bali Digelar Tatap Muka dengan Protokol Ketat

Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 akan digelar secara langsung atau tatap muka (on site) pada 10 Desember di Nusa Dua, Bali.

DUNIA | 4 Desember 2020

Moderna Pasok 125 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Kuartal I

Perusahaan mengatakan 85 juta hingga 100 juta dari dosis tersebut akan tersedia di AS, dan 15 juta hingga 25 juta tersedia di luar negeri.

DUNIA | 4 Desember 2020

Pakar WHO: Pasokan Vaksin Covid-19 Tidak Cukup Bendung Lonjakan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan tidak ada cukup dosis vaksin Covid-19 hingga Mei 2021.

DUNIA | 4 Desember 2020

Melania Trump Pamerkan Dekorasi Natal Mewah di Gedung Putih

Ibu Negara AS Melania Trump memamerkan dekorasi mewah menyambut bulan istimewa pada penghujung tahun berupa aneka pohon natal

DUNIA | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS