WHO Kampanyekan Perang Antihoax Covid-19 di Afrika
INDEX

BISNIS-27 555.695 (12.56)   |   COMPOSITE 6537.09 (82.91)   |   DBX 1185.45 (4.25)   |   I-GRADE 192.346 (4.58)   |   IDX30 559.887 (14.06)   |   IDX80 149.821 (2.81)   |   IDXBUMN20 454.506 (9.99)   |   IDXESGL 154.417 (2.37)   |   IDXG30 151.04 (3.24)   |   IDXHIDIV20 490.586 (12.63)   |   IDXQ30 156.252 (4.15)   |   IDXSMC-COM 301.613 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 382.211 (0.35)   |   IDXV30 157.186 (1.27)   |   INFOBANK15 1083.88 (30.87)   |   Investor33 472.674 (10.59)   |   ISSI 194.508 (1.25)   |   JII 694.836 (6.78)   |   JII70 242.811 (1.92)   |   KOMPAS100 1324.28 (21.59)   |   LQ45 1037.35 (23.63)   |   MBX 1819.69 (25.48)   |   MNC36 350.082 (7.57)   |   PEFINDO25 343.337 (-0.23)   |   SMInfra18 332.762 (3.61)   |   SRI-KEHATI 404.998 (10)   |  

WHO Kampanyekan Perang Antihoax Covid-19 di Afrika

Minggu, 6 Desember 2020 | 08:12 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Nairobi, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitranya telah mengumumkan peluncuran aliansi baru untuk memandu tindakan terkait informasi menyesatkan atau hoax tentang pandemi Covid-19 di Afrika.

Seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (5/120, Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika mengatakan peluncuran Aliansi Respons Infodemik Afrika (AIRA), akan meningkatkan upaya untuk memberantas disinformasi yang merajalela yang menghambat upaya memerangi pandemi di benua itu.

"Dalam keadaan darurat kesehatan, informasi yang salah dapat membunuh dan memastikan penyakit terus menyebar," kata Moeti.

Moeti mengatakan aliansi baru itu akan memanfaatkan sumber daya dan keahlian dari lembaga multilateral dan badan-badan Pan-Afrika untuk memerangi informasi yang salah tentang Covid-19, jenis penyebaran dan pengobatannya.

Menurut WHO, informasi tentang pandemi telah dibagikan dan dilihat lebih dari 270 miliar kali di seluruh platform digital di benua Afrika. Sementara sebagian besar di antara informasi tentang Covid-19 tidak akurat dan cenderung menyesatkan.

Badan kesehatan PBB menyatakan bahwa informasi yang salah yang paling banyak dibagikan berkisar pada perawatan yang tidak terbukti, obat palsu dan propaganda anti-vaksin.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gunakan Sputnik V, Moskwa Mulai Vaksinasi Massal Warga

Pada Sabtu (5/12), warga kota Moskwa di Rusia divaksinasi dengan Sputnik V melalui 70 klinik.

DUNIA | 6 Desember 2020

Tembus Angka Kematian 50.000, Iran Perluas Pembatasan Covid-19

Iran telah memperpanjang banyak pembatasan terkait virus corona di seluruh negeri karena jumlah kematian akibat Covid-19 melampaui 50.000 pada Sabtu (5/12).

DUNIA | 6 Desember 2020

Menteri BUMN: Investor Jepang Berniat Kerja Sama dengan BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa investor Jepang berniat untuk menanamkan investasi dengan BUMN di Tanah Air.

DUNIA | 5 Desember 2020

Menlu Desak PBB Pastikan Distribusi Vaksin Covid-19 Secara Adil

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendesak PBB agar memastikan distribusi vaksin Covid-19 bisa dilakukan secara adil.

DUNIA | 5 Desember 2020

Maradona Diusulkan Jadi Nama Jalan di Argentina

Diego Maradona diajukan sebagai nama jalan di kota Buenos Aires sebagai upaya penghormatan terhadap legenda sepakbola Argentina itu.

DUNIA | 5 Desember 2020

Tiongkok Dinilai Berhasil Kuasai Laut China Selatan Lewat Taktik Salami

Taktik salami yang dilakukan Tiongkok di Laut China Selatan dinilai bisa mendorong ekspansi lebih luas ke wilayah Asia Tenggara.

DUNIA | 5 Desember 2020

WHO Ingin Setengah Miliar Dosis Vaksin COVAX Tersedia Kuartal I 2021

Rencana awal COVAX, yakni memvaksinasi 20% penduduk berisiko tinggi, termasuk petugas medis dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

DUNIA | 5 Desember 2020

WHO: Infeksi Ulang Covid-19 Terjadi karena Antibodi Berkurang

Kasus infeksi ulang Covid-19 jarang terjadi.

DUNIA | 5 Desember 2020

Kepala Intelijen AS: Tiongkok Ancaman Demokrasi Terbesar Sejak Perang Dunia II

AS labeli Tiongkok sebagai ancaman kebebasan terbesar kepada demokrasi dan kebebasan sejak Perang Dunia II.

DUNIA | 4 Desember 2020

WHO Tak Setuju Paspor Kekebalan Covid-19

WHO tengah mengkaji perlunya penggunaan “sertifikat vaksinasi elektronik” untuk para pelancong.

DUNIA | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS