Diplomat RI Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Kesehatan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Diplomat RI Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Kesehatan

Kamis, 7 Januari 2021 | 02:03 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni, Lona Olavia / ALD

Jakarta, Beritasatu.com – Perwakilan RI di luar negeri mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan kesehatan, sebagai prioritas diplomasi dengan negara mitra. Dua hal itu dinilai penting dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

Demikian disampaikan Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dan Dubes RI untuk Inggris Desra Percaya dalam diskusi virtual bertema “Diplomacy Outlook 2021” yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings dan Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Rabu (6/1/2021). Diskusi tersebut merupakan rangkaian Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) yang disampaikan Menlu Retno Marsudi.

Selain dua dubes, pada diskusi tersebut hadir pula sebagai panelis Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips Vermonte, dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani.

Dubes Djauhari mengungkapkan, Indonesia bisa memanfaatkan kebangkitan Tiongkok dari pandemi Covid-19. Pasalnya, sejumlah prediksi badan internasional menyebutkan tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun ini akan naik signifikan mencapai 7,5%-8%.

“Ini luar biasa. Ekonomi digerakkan oleh Asia Timur, ini bagaimana kita memanfaatkan sebisa mungkin dalam konteks hubungan ekonomi dengan dunia,” kata Djauhari.

Di pihak lain, ujarnya, Kanselir Negara sekaligus Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi telah menyampaikan prioritas diplomasi Tiongkok ke depan yaitu kepada ASEAN, termasuk Indonesia. “Indonesia masuk dalam radar prioritas mereka dan ASEAN juga, ini bisa menjadi salah satu pintu masuk kita,” katanya.

Djauhari menjelaskan pertumbuhan ekonomi Tiongkok secara signifikan berdampak kepada pertumbuhan ekspor, di antaranya sejumlah produk andalan Indonesia seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. “Ada beberapa produk baru meningkat signifikan khususnya makanan dan minuman, meningkat nyaris 100% pada 2020. Produk alas kaki juga meningkat signifikan, produk kayu dan kayu olahan termasuk furnitur meningkat US$ 3 miliar,” ungkapnya.

Riset Kesehatan
Sementara itu, Dubes Desra Percaya menyoroti prospek diplomasi Indonesia dan Inggris pada 2021 akan difokuskan pada penanganan pandemi Covid-19, termasuk pengadaan vaksin dan riset untuk mendukung jaminan kesehatan nasional. Inggris saat ini tercatat sebagai negara yang paling awal dalam distribusi vaksin Covid-19 termasuk kemajuan riset vaksin oleh Imperial College London.

“Inggris adalah salah satu negara sebagai center of excellence (pusat keunggulan) dunia bidang riset dan teknologi. Kami terus mendorong penelitian vaksin dan alat tes Covid agar perusahaan seperti Bio Farma bisa menjadi pusat produksi global,” katanya.

Desra menambahkan Indonesia dan Inggris juga akan bekerja sama untuk pemulihan ekonomi global. Inggris saat ini bisa dibilang sangat agresif mencari mitra perdagangan baru pasca Brexit.

Terkait penanganan Covid-19, Desra mengungkapkan, Inggris saat ini masih berjuang untuk mengatasi varian baru Covid-19. Bahkan kini Inggris memberlakukan lockdown untuk ketiga kalinya.

“Per kemarin ada 60.000 orang positif di Inggris. Kalau tidak ada lockdown maka dalam 21 hari infrastruktur kesehatan atau rumah sakit akan runtuh, maka lockdown mendesak dilakukan,” katanya,” ujar Desra.

Momentum Refleksi
Sedangkan Philips Vermonte menilai, pandemi Covid-19 menuntut banyak hal untuk dilakukan reformasi, salah satunya di bidang ekonomi. Pasalnya saat ini kondisi perekonomian semakin sulit, sehingga banyak aspek terkena imbasnya. Indonesia pun butuh investasi berkualitas, termasuk dari luar negeri sehingga dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas guna menjawab imbas meningkatnya angka pengangguran di masa pandemi.

“Pandemi ini memaksa kita lakukan reformasi. Sebenarnya untuk lakukan ini PR-nya (pekerjaan rumah) ada di dalam negeri. Ketika teman-teman diplomat sudah bekerja keras mendatangkan investasi dan membuka pasar, ternyata banyak PR yang terkait kebijakan, regulasi, kerjasama, koordinasi dan lainnya,” ujarnya.

Sinergitas, tambah Philips, menjadi amat penting saat ini, mengingat pandemi Covid merupakan multiple dimensi yang tak hanya menyangkut persoalan kesehatan, ekonomi, pusat dan daerah, melainkan juga yang lainnya. Sehingga, hal tersebut mendesak agar PR di domestik harus segera terselesaikan.

Adapun pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi agenda prioritas penting bagi semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan berbagai kajian, bahkan dikatakan bahwa Asia Timur akan menjadi lokomotif ekonomi untuk pemulihan ekonomi. Di mana, di Asia Timur di dalamnya ada Jepang, Korea Selatan, Tiongkok. Di sisi lain, ada blok yang berbatasan, yakni Asia Tenggara yang memiliki pasar yang besar dengan potensi ekonomi yang luas.

“Di ASEAN, Indonesia merupakan kekuatan ekonomi yang besar. Makanya hubungan baik dengan Tiongkok, Jepang, dan Korsel saya rasa harus jadi prioritas ke depan,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Indonesia Dorong Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai

Menlu RI Retno Marsudi menyerukan penggunaan nuklir untuk tujuan damai dalam pertemuan General Conference ke-65 Badan Energi Atom Dunia.

DUNIA | 21 September 2021

Akibat Kekerasan 635.000 Warga Afghanistan Terusir dari Rumah Mereka

PBB mengungkapkan, pada tahun ini 635.000 orang di Afghanistan terusir dari rumah mereka akibat kekerasan.

DUNIA | 21 September 2021

Italia Mulai Berikan Vaksin Booster Covid-19

Italia mulai memberikan vaksin penguat (booster) Covid-19 pada Senin (20/9/2021) setelah prosedurnya mengantongi lampu hijau dari Badan Pengawas Obat Italia.

DUNIA | 21 September 2021

Uni Eropa Sambut Pencabutan Larangan Perjalanan ke AS

Uni Eropa menyambut baik pengumuman AS yang akan membuka kembali pintunya pada November bagi pelancong Eropa yang telah divaksin.

DUNIA | 21 September 2021

Bertemu di PBB, Menlu Indonesia-Turki Bahas Isu Afghanistan dan Myanmar

Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu membahas isu Afghanistan dan Myanmar dalam pertemuan bilateral.

DUNIA | 21 September 2021

AS Siap Hapus Larangan Perjalanan, WNA Wajib Tunjukkan Bukti Vaksinasi

Pemerintah Presiden Joe Biden pada Senin (20/9/2021) mengumumkan, akan menghapus larangan perjalanan terkait Covid-19 mulai November.

DUNIA | 21 September 2021

Bertemu Menteri Iran di PBB, Negara Besar Akan Hidupkan Lagi Pakta Nuklir

Para menteri dari Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman serta Rusia akan menemui menteri Iran di PBB akhir pekan ini.

DUNIA | 21 September 2021

Filipina Siap Buka Sekolah untuk Pertama Kalinya

Filipina akan membuka kembali hingga 120 sekolah untuk kelas tatap muka terbatas, untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19.

DUNIA | 21 September 2021

Soal Deklarasi Perang Melawan Junta Myanmar, Suu Kyi Pilih Tak Berkomentar

Aung San Suu Kyi tidak mau berkomentar atas deklarasi perang melawan junta militer oleh pemerintah bayangan.

DUNIA | 21 September 2021

Fiji Akan Buka Kembali Perbatasan, Sambil Perangi Pandemi Covid-19

Fiji berencana untuk membuka kembali bagi pariwisata mancanegara pada November.

DUNIA | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Smart Home System Berikan Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Smart Home System Berikan Kualitas Hidup yang Lebih Baik

DIGITAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings