Pemimpin Sekte Harun Yahya Divonis Penjara 1.000 Tahun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemimpin Sekte Harun Yahya Divonis Penjara 1.000 Tahun

Rabu, 13 Januari 2021 | 08:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Istanbul, Beritasatu.com- Pengadilan Turki menghukum Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang televangelist Muslim dengan vonis hukuman penjara hingga 1.000 tahun karena kejahatan seksual. Seperti dilaporkan AFP, Selasa (12/1), dia kerap dikelilingi wanita berpakaian minim yang dia sebut "anak kucing".

Adnan Oktar mengkhotbahkan kreasionisme dan nilai-nilai konservatif. Pada saat yang sama, para wanita dalam pakaian terbuka - banyak di antaranya tampaknya menjalani operasi plastik – menari-nari di sekitar Oktar dengan musik yang ceria di studio TV.

Pria berusia 64 tahun berjanggut itu ditahan pada 2018 bersama dengan lebih dari 200 tersangka lainnya sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kelompoknya oleh unit kejahatan keuangan kepolisian Istanbul.

“Oktar dijatuhi hukuman 1.075 tahun karena kejahatan termasuk penyerangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer,” lapor penyiar swasta NTV.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Oktar, yakni Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

Kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Oktar juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pengkhotbah Muslim yang berbasis di AS Fethullah Gulen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Sebaliknya, Oktar membantah kaitannya dengan Gulen dan menyebut anggapan bahwa dia memimpin sekte seks sebagai "mitos urban".

Selama persidangan, yang diikuti oleh media Turki selama berbulan-bulan, pengadilan mendengar rincian kejahatan seks yang mengerikan. Anadolu melaporkan sekitar 236 terdakwa menghadapi tuntutan, 78 terdakwa di antaranya ditahan menunggu persidangan. Sebagian besar tersangka mengaku tidak bersalah sejak sidang pertama pada September 2019.

Oktar memberi tahu hakim ketua pada bulan Desember bahwa dia memiliki hampir 1.000 kekasih.

Otoritas Turki menggerebek vila Oktar di sisi Asia Istanbul - yang juga digunakan untuk studio TVnya - dan menyita semua propertinya pada tahun 2018. Oktar menolak teori evolusi Darwin dan telah menulis buku setebal 770 halaman berjudul The Atlas of Creation dengan nama pena, Harun Yahya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Moderna Klaim Imunitas Vaksin Bertahan Setahun

Kekebalan atau imunitas yang diperoleh dari vaksin Covid-19 Moderna dapat bertahan setidaknya satu tahun.

DUNIA | 13 Januari 2021

Untuk Pelancong Asing, Selandia Baru Wajibkan Surat Bebas Covid-19

Otoritas Selandia Baru akan meminta pelancong internasional dari sebagian besar negara untuk menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum menaiki penerbangan ke negara itu.

DUNIA | 13 Januari 2021

Kisruh Penyitaan Kapal Tanker, Korsel dan Iran Gagal Capai Kesepakatan

Korea Selatan (Korsel) dan Iran gagal mencapai kesepakatan atas penyitaan kapal tanker minyak oleh Garda Revolusioner Iran

DUNIA | 13 Januari 2021

Taiwan Berperan Penting dalam Masa Depan Teknologi Digital Dunia

Saat ini Taiwan telah menjadi penghubung utama dalam rantai pasokan teknologi global.

DUNIA | 12 Januari 2021

Raja Malaysia Umumkan Darurat Nasional untuk Redam Penyebaran Covid-19

Raja Malaysia mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mengekang penyebaran Covid-19.

DUNIA | 12 Januari 2021

Joe Biden Terima Dosis Kedua Vaksin Covid-19

Presiden AS terpilih Joe Biden menerima dosis kedua dari vaksin Covid-19 pada Senin (11/1) waktu setempat.

DUNIA | 12 Januari 2021

Inflasi Zimbabwe Turun Jadi 348 % pada Desember 2020

Sedikit membaik, inflasi Zimbabwe turun menjadi 348% pada Desember 2020.

DUNIA | 12 Januari 2021

Trump Setujui Pernyataan Darurat di Washington

Presiden AS Donald Trump menyetujui pernyataan darurat di Washington, ibu kota AS, terkait ancaman pelantikan Joe Biden.

DUNIA | 12 Januari 2021

Melania Nyatakan Kekecewaan pada Pendukung Trump

Ibu Negara Amerika Serikat Melania mengaku kecewa atas kerusuhan di Gedung Capitol yang dilakukan pendukung suaminya, Donald Trump.

DUNIA | 12 Januari 2021

Buntut Penyitaan Tanker Korsel, Iran Desak Dana Simpanan Dicairkan

Iran menuntut Seoul agar melepaskan dana yang dibekukan senilai US$ 7 miliar (Rp 99 triliun)

DUNIA | 12 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS