Brasil: Efektivitas Vaksin Covid-19 CoronaVac Hanya 50,4%
Logo BeritaSatu

Brasil: Efektivitas Vaksin Covid-19 CoronaVac Hanya 50,4%

Rabu, 13 Januari 2021 | 09:49 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Sao Paulo, Beritasatu.com- Efektivitas vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Tiongkok hanya 50,4% dalam mencegah infeksi simtomatik dalam uji coba di Brasil. Pada Selasa (12/1), para peneliti menyatakan efektivitas itu hampir tidak cukup untuk persetujuan peraturan dan jauh di bawah standar yang diumumkan Brasil pekan lalu.

Hasil terbaru adalah kekecewaan besar bagi Brasil, karena vaksin Tiongkok adalah salah satu dari dua vaksin yang telah disiapkan oleh pemerintah federal untuk memulai imunisasi selama gelombang kedua wabah Covid-19 paling mematikan kedua di dunia.

Beberapa ilmuwan dan pengamat mengecam pusat biomedis Butantan karena merilis sebagian data hanya beberapa hari yang lalu yang menghasilkan ekspektasi yang tidak realistis. Kebingungan mungkin menambah skeptisisme di Brasil tentang vaksin Tiongkok, yang dikritik oleh Presiden Jair Bolsonaro, mempertanyakan "asal-usulnya".

"Kami memiliki vaksin yang bagus. Bukan vaksin terbaik di dunia. Bukan vaksin yang ideal," kata ahli mikrobiologi Natalia Pasternak, mengkritik nada kemenangan Butantan.

Minggu lalu, para peneliti Brasil merayakan hasil yang menunjukkan 78% kemanjuran melawan kasus Covid-19 skala "ringan hingga berat", tingkat yang kemudian mereka gambarkan sebagai "kemanjuran klinis".

Para peneliti tidak mengatakan apa pun pada saat itu tentang kelompok infeksi "sangat ringan" di antara mereka yang menerima vaksin yang tidak memerlukan bantuan klinis.

Ricardo Palacios, direktur medis untuk penelitian klinis di Butantan, mengatakan pada hari Selasa bahwa temuan kemanjuran baru yang lebih rendah termasuk data pada kasus-kasus "sangat ringan".

"Kami membutuhkan komunikator yang lebih baik," kata Gonzalo Vecina Neto, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Sao Paulo dan mantan kepala regulator kesehatan Brazil Anvisa.

Pengungkapan sedikit demi sedikit tentang uji coba vaksin Tiongkok secara global telah menimbulkan kekhawatiran bahwa uji coba tersebut tidak tunduk pada pengawasan publik yang sama seperti alternatif AS dan Eropa.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Otoritas Irlandia Laporkan 9.000 Bayi Tanpa Ayah Meninggal di Panti

Sekitar 9.000 anak meninggal di "rumah ibu dan bayi", Irlandia, tempat ibu yang belum menikah secara rutin dipisahkan dari bayi mereka.

DUNIA | 13 Januari 2021

Pemimpin Sekte Harun Yahya Divonis Penjara 1.000 Tahun

Pengadilan Turki menghukum Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang televangelist Muslim dengan vonis hukuman penjara hingga 1.000 tahun karena kejahatan seksual.

DUNIA | 13 Januari 2021

Moderna Klaim Imunitas Vaksin Bertahan Setahun

Kekebalan atau imunitas yang diperoleh dari vaksin Covid-19 Moderna dapat bertahan setidaknya satu tahun.

DUNIA | 13 Januari 2021

Untuk Pelancong Asing, Selandia Baru Wajibkan Surat Bebas Covid-19

Otoritas Selandia Baru akan meminta pelancong internasional dari sebagian besar negara untuk menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum menaiki penerbangan ke negara itu.

DUNIA | 13 Januari 2021

Kisruh Penyitaan Kapal Tanker, Korsel dan Iran Gagal Capai Kesepakatan

Korea Selatan (Korsel) dan Iran gagal mencapai kesepakatan atas penyitaan kapal tanker minyak oleh Garda Revolusioner Iran

DUNIA | 13 Januari 2021

Taiwan Berperan Penting dalam Masa Depan Teknologi Digital Dunia

Saat ini Taiwan telah menjadi penghubung utama dalam rantai pasokan teknologi global.

DUNIA | 12 Januari 2021

Raja Malaysia Umumkan Darurat Nasional untuk Redam Penyebaran Covid-19

Raja Malaysia mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mengekang penyebaran Covid-19.

DUNIA | 12 Januari 2021

Joe Biden Terima Dosis Kedua Vaksin Covid-19

Presiden AS terpilih Joe Biden menerima dosis kedua dari vaksin Covid-19 pada Senin (11/1) waktu setempat.

DUNIA | 12 Januari 2021

Inflasi Zimbabwe Turun Jadi 348 % pada Desember 2020

Sedikit membaik, inflasi Zimbabwe turun menjadi 348% pada Desember 2020.

DUNIA | 12 Januari 2021

Trump Setujui Pernyataan Darurat di Washington

Presiden AS Donald Trump menyetujui pernyataan darurat di Washington, ibu kota AS, terkait ancaman pelantikan Joe Biden.

DUNIA | 12 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS