Kenapa Ada Hasil Berbeda Tes Sinovac di Brasil? Ini Penjelasannya
Logo BeritaSatu

Kenapa Ada Hasil Berbeda Tes Sinovac di Brasil? Ini Penjelasannya

Rabu, 13 Januari 2021 | 12:13 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Pada Selasa (12/1/2021) kemarin otoritas Brasil mengumumkan bahwa tingkat efikasi vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech, Tiongkok, hanya 50,4%, padahal pekan sebelumnya dikatakan hasilnya 78%.

Hasil itu diumumkan oleh lembaga peneliti yang sama, Butantan Institute.

Meskipun tingkat efikasi 50,4% masih memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan jarak sangat tipis, perbedaan dua data yang cukup signifikan itu menimbulkan pertanyaan dunia.

Vaksin CoronaVac menggunakan partikel virus yang sudah dimatikan untuk memicu sistem kekebalan tubuh tanpa risiko timbulnya penyakit serius.

Para peneliti Butantan Institute mengatakan pekan lalu bahwa vaksin ini punya efikasi 78% untuk mencegah kasus-kasus Covid-19 kategori "ringan sampai berat".

Pada Selasa, mereka mengungkap bahwa data yang sebelumnya tidak mencakup kelompok penerima vaksin dengan kategori infeksi "sangat ringan” dan tidak butuh penanganan medis.

Setelah data ini ditambahkan, tingkat efikasi menjadi 50,4%.

Namun, Butantan menegaskan bahwa vaksin ini tetap 78% efektif mencegah kasus ringan yang perlu penanganan medis dan 100% efektif mencegah kasus “sedang sampai berat”.

Uji klinis di Brasil dilakukan di Sao Paulo melibatkan 12.500 sukarelawan.

“Butantan Institute dan pemerintah São Paulo melaporkan bahwa vaksin virus corona ini secara kesleuruhan memiliki tingkat efikasi 50,38% dalam studi klinis di Brasil, termasuk 78% (efikasi) untuk kasus Covid-19 ringan dan 100% untuk kasus Covid-19 kategori sedang dan berat. Semua hasil ini masih di atas batas 50% yang disyaratkan WHO,” bunyi pernyataan lembaga tersebut.

Kesimpulan dari uji klinis vaksin Sinovac di Brasil adalah 78% efektif mencegah kasus ringan dan bahkan 100% efektif mencegah kasus sedang dan berat.

Hanya saja, kalau kasus “sangat ringan” dimasukkan, efikasinya menjadi 50,4%.

Uji klinis tahap tiga CoronaVac di negara berbeda juga memberi hasil berbeda.

Bulan lalu di Turki, diumumkan hasil efikasi 91,25% sementara di Indonesia dua hari lalu dinyatakan vaksin ini efektif 65,3%.



Sumber: CNN, BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN di Tengah Persaingan Geopolitik AS-Tiongkok

Disampaikan Prof Kishore Mahbubani, saat berbicara pada diskusi terbatas Golkar Institute.

DUNIA | 13 Januari 2021

Menlu Retno Jadi Ketua Bersama Inisiatif Vaksin Global COVAC WHO

Retno terpilih bersama dua menteri perempuan lainnya melalui voting secara daring di Jenewa, Swiss, Selasa (12/1).

DUNIA | 13 Januari 2021

FBI Peringatkan Aksi Bersenjata Jelang Pelantikan Biden

Biro Investigasi Federal (FBI) emperingatkan ancaman aksi protes bersenjata menjelang pelantikan presiden terpilih, Joe Biden pada 20 Januari.

DUNIA | 13 Januari 2021

Perusahaan Malaysia Sepakati Pembelian Vaksin Sinovac Tiongkok

Grup farmasi Malaysia Pharmaniaga telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac Tiongkok untuk membeli vaksin Covid-19

DUNIA | 13 Januari 2021

Pompeo Tuduh Iran Jadi Pangkalan Baru Al-Qaeda

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menuduh bahwa musuh bebuyutan Iran telah menjadi "pangkalan" baru bagi Al-Qaeda

DUNIA | 13 Januari 2021

Brasil: Efektivitas Vaksin Covid-19 CoronaVac Hanya 50,4%

Efektivitas vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac Biotech Tiongkok hanya 50,4% dalam mencegah infeksi simtomatik dalam uji coba di Brasil

DUNIA | 13 Januari 2021

Otoritas Irlandia Laporkan 9.000 Bayi Tanpa Ayah Meninggal di Panti

Sekitar 9.000 anak meninggal di "rumah ibu dan bayi", Irlandia, tempat ibu yang belum menikah secara rutin dipisahkan dari bayi mereka.

DUNIA | 13 Januari 2021

Pemimpin Sekte Harun Yahya Divonis Penjara 1.000 Tahun

Pengadilan Turki menghukum Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang televangelist Muslim dengan vonis hukuman penjara hingga 1.000 tahun karena kejahatan seksual.

DUNIA | 13 Januari 2021

Moderna Klaim Imunitas Vaksin Bertahan Setahun

Kekebalan atau imunitas yang diperoleh dari vaksin Covid-19 Moderna dapat bertahan setidaknya satu tahun.

DUNIA | 13 Januari 2021

Untuk Pelancong Asing, Selandia Baru Wajibkan Surat Bebas Covid-19

Otoritas Selandia Baru akan meminta pelancong internasional dari sebagian besar negara untuk menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum menaiki penerbangan ke negara itu.

DUNIA | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS