DPR Perintahkan Pemberhentian Presiden Donald Trump
Logo BeritaSatu

DPR Perintahkan Pemberhentian Presiden Donald Trump

Rabu, 13 Januari 2021 | 12:46 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Washington DC, Beritasatu.com – DPR Amerika Serikat mengesahkan resolusi yang meminta agar Presiden Donald Trump diberhentikan dengan mekanisme Amendemen ke-25, usai pemungutan suara Selasa ((12/1/2021) malam waktu setempat atau Rabu WIB.

Di bawah mekanisme Amendemen ke-25 ini, wakil presiden punya wewenang memimpin sidang kabinet untuk pemberhentian presiden.

Resolusi itu disahkan setelah pemungutan suara dengan hasil 223 berbanding 205.

Resolusi diajukan oleh anggota DPR dari Partai Demokrat, Jamie Raskin dari Maryland, dengan tuduhan bahwa Trump telah melakukan tindakan insurrection, kurang lebih maknanya adalah tindakan makar dengan kekerasan.

Raskin menyerukan agar Wakil Presiden Mike Pence "segera menggunakan kewenangannya di bawah Pasal 4 Amendemen ke-25 untuk bersidang dan mengumpulkan semua petinggi badan eksekutif di kabinet dan mendeklarasikan hal nyata di tengah bangsa yang dilanda kengerian: bahwa Presiden tidak mampu lagi menjalankan tugas-tugasnya".

Namun, pada hari yang sama sebelumnya, Pence menolak untuk menjalankan Amendemen ke-25 melalui surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

Resolusi ini akan lebih menjadi upaya simbolis untuk mencela dan menolak kepemimpinan Trump yang dianggap sebagai biang keladi kerusuhan di gedung Capitol 6 Januari lalu. Upaya Trump menggagalkan penetapan Joe Biden sebagai presiden terpilih dalam sidang Kongres di Capitol dianggap sebagai pelanggaran serius yang dilakukan oleh seorang presiden yang tengah menjabat.

Meskipun Pence menolak resolusi, DPR masih punya alternatif lain untuk menggulingkan Trump yang akan pensiun pekan depan.

Cara tersebut adalah pemakzulan di Kongres, namun dengan waktu tersisa hanya satu pekan diperkirakan juga akan gagal, apalagi Senat masih dikuasai Partai Republik.

Pemungutan suara tentang pemakzulan akan digelar DPR pada Rabu ini waktu setempat.



Sumber: CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kenapa Ada Hasil Berbeda Tes Sinovac di Brasil? Ini Penjelasannya

Di Brasil, vaksin ini punya efikasi 78% untuk mencegah kasus-kasus Covid-19 kategori "ringan sampai berat".

DUNIA | 13 Januari 2021

Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN di Tengah Persaingan Geopolitik AS-Tiongkok

Disampaikan Prof Kishore Mahbubani, saat berbicara pada diskusi terbatas Golkar Institute.

DUNIA | 13 Januari 2021

Menlu Retno Jadi Ketua Bersama Inisiatif Vaksin Global COVAC WHO

Retno terpilih bersama dua menteri perempuan lainnya melalui voting secara daring di Jenewa, Swiss, Selasa (12/1).

DUNIA | 13 Januari 2021

FBI Peringatkan Aksi Bersenjata Jelang Pelantikan Biden

Biro Investigasi Federal (FBI) emperingatkan ancaman aksi protes bersenjata menjelang pelantikan presiden terpilih, Joe Biden pada 20 Januari.

DUNIA | 13 Januari 2021

Perusahaan Malaysia Sepakati Pembelian Vaksin Sinovac Tiongkok

Grup farmasi Malaysia Pharmaniaga telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac Tiongkok untuk membeli vaksin Covid-19

DUNIA | 13 Januari 2021

Pompeo Tuduh Iran Jadi Pangkalan Baru Al-Qaeda

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menuduh bahwa musuh bebuyutan Iran telah menjadi "pangkalan" baru bagi Al-Qaeda

DUNIA | 13 Januari 2021

Brasil: Efektivitas Vaksin Covid-19 CoronaVac Hanya 50,4%

Efektivitas vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac Biotech Tiongkok hanya 50,4% dalam mencegah infeksi simtomatik dalam uji coba di Brasil

DUNIA | 13 Januari 2021

Otoritas Irlandia Laporkan 9.000 Bayi Tanpa Ayah Meninggal di Panti

Sekitar 9.000 anak meninggal di "rumah ibu dan bayi", Irlandia, tempat ibu yang belum menikah secara rutin dipisahkan dari bayi mereka.

DUNIA | 13 Januari 2021

Pemimpin Sekte Harun Yahya Divonis Penjara 1.000 Tahun

Pengadilan Turki menghukum Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang televangelist Muslim dengan vonis hukuman penjara hingga 1.000 tahun karena kejahatan seksual.

DUNIA | 13 Januari 2021

Moderna Klaim Imunitas Vaksin Bertahan Setahun

Kekebalan atau imunitas yang diperoleh dari vaksin Covid-19 Moderna dapat bertahan setidaknya satu tahun.

DUNIA | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS