Turki Setujui Izin Pakai Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac
Logo BeritaSatu

Turki Setujui Izin Pakai Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac

Jumat, 15 Januari 2021 | 09:57 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Ankara, Beritasatu.com- Pihak berwenang Turki memberikan izin untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Tiongkok pada Rabu (13/1). Otorisasi ini membuka jalan bagi peluncuran program vaksinasi Turki dimulai dengan petugas perawatan kesehatan dan kelompok berisiko tinggi lainnya.

Seperti dilaporkan AP, Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, dan anggota dewan penasihat ilmiah negara itu menerima suntikan pertama secara langsung di televisi. Vaksinasi segera dilakukan setelah otoritas pengatur kesehatan, Badan Obat dan Alat Kesehatan Turki, mengumumkan telah memberikan lampu hijau untuk digunakan di negara berpenduduk 83 juta jiwa itu.

"Saya sebelumnya mengatakan bahwa ada cahaya di ujung terowongan. Saya percaya bahwa hari-hari di depan kita akan cerah," kata Koca saat menerima dosis pertama vaksin, yang akan diberikan dalam dua dosis.

Koca mengatakan program vaksinasi Turki akan dimulai pada Kamis, dimulai dengan petugas kesehatan. Dia mendesak semua warga untuk divaksinasi, dengan mengatakan itu adalah cara paling menjanjikan untuk mengalahkan pandemi.

Jepretan tersebut akan membawa kode QR yang ditetapkan ke nama seseorang sesuai dengan program vaksinasi Ankara dan sistem janji temu online.

Vaksin Sinovac menjalani studi di Turki, Brasil, dan Indonesia, dan ada ketidakpastian tentang seberapa besar imunitasnya.

Minggu lalu, para peneliti di Brasil telah mematok vaksin hingga 78% efektif untuk melindungi dari gejala penyakit. Tetapi minggu ini, mereka mengumumkan data yang menunjukkan secara keseluruhan, efektivitas hanya di atas 50%.

Para peneliti di Turki dan Indonesia telah mengumumkan tingkat efektivitas yang lebih tinggi - masing-masing 91% dan 65%. Tetapi studi tersebut terlalu kecil untuk dapat disimpulkan. Otoritas kesehatan global mengatakan vaksin apa pun yang setidaknya 50 persen efektif akan berguna.

Pengiriman pertama vaksin Sinovac, terdiri dari 3 juta dosis, tiba di Turki akhir bulan lalu. Turki dijadwalkan menerima total 50 juta dosis.

Turki sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk mendapatkan 4,5 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, dengan opsi untuk mendapatkan 30 juta dosis lagi nanti.

Meskipun demikian, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Senin (11/1) bahwa pembicaraan dengan BioNTech sedang berlangsung.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Afrika Amankan 270 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Sebanyak 270 juta dosis sementara vaksin Covid-19 telah diamankan oleh Uni Afrika (AU) untuk didistribusikan di seluruh benua.

DUNIA | 15 Januari 2021

Pekan Depan, Senat AS Gelar Sidang Pemakzulan Trump

Senat AS tidak akan memulai persidangan sampai Selasa (19/1), atau paling cepat, sehari sebelum Joe Biden dilantik sebagai presiden.

DUNIA | 15 Januari 2021

Empat Menteri Malaysia Terinfeksi Covid-19

Empat menteri Malaysia terinfeksi Covid-19, setelah Deputi Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Zahidi Zainul Abidin dinyatakan positif.

DUNIA | 15 Januari 2021

Dalam 3 Minggu Pandemi Covid-19, Nyawa 92.000 Warga AS Terancam

Jumlah korban meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 di AS diperkirakan akan bertambah lebih 92.000 orang dalam tiga bulan ke depan.

DUNIA | 15 Januari 2021

Biden Rilis Stimulus Bantuan Covid-19 US$ 1,9 Triliun, untuk Apa Saja?

Rencana tersebut adalah yang pertama dari dua inisiatif pengeluaran besar yang akan diupayakan Biden dalam beberapa bulan pertama di masa kepresidenannya.

DUNIA | 15 Januari 2021

Trump Larang Lagi Investasi AS di Tiongkok

Pada Rabu (13/1), Gedung Putih kembali membatasi akses Tiongkok ke pasar modal AS beberapa hari sebelum Trump meninggalkan kantor.

DUNIA | 15 Januari 2021

PM Estonia Ajukan Pengunduran DIri

Perdana Menteri Estonia Juri Ratas pada Rabu (13/1) mengajukan pengunduran diri resmi kepada Presiden Estonia Kersti Kaljulaid.

DUNIA | 15 Januari 2021

WHO: Penanggulangan Pandemi Covid-19 Tahun Kedua Mungkin Lebih Sulit

WHO memperingatkan tahun kedua memerangi Covid-19 bisa jadi lebih sulit daripada tahun pertama.

DUNIA | 15 Januari 2021

Studi: Infeksi Covid-19 Munculkan Kekebalan Tubuh Minimal 5 Bulan

Para penulis menekankan bahwa hasil tersebut adalah analisis sementara dari data yang dikumpulkan antara Juni dan November 2020.

DUNIA | 15 Januari 2021

Pertama dalam 6 Bulan, Tiongkok Laporkan Kematian Akibat Covid-19

Hebei melaporkan 81 kasus Covid-19 pada Rabu, sehingga total kasus saat ini menjadi 463.

DUNIA | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS