WHO: Vaksin Covid-19 Bukan Peluru Perak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

WHO: Vaksin Covid-19 Bukan Peluru Perak

Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:00 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (15/1/2021) mengatakan bahwa vaksin virus corona bukan "peluru perak" (silver bullets). Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan vaksin untuk melawan pandemi yang telah merugikan negara.

"Beberapa negara di Eropa, Afrika, dan Amerika mengalami lonjakan kasus Covid-19 karena mereka tidak berhasil memutus rantai penularan di tingkat komunitas atau di dalam rumah tangga," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi dari kantor pusat badan tersebut di Jenewa.

Dengan kematian global 2 juta dan varian baru virus muncul di banyak negara, para pemimpin dunia perlu melakukan sesuatu dan bekerja sama untuk menekan infeksi. Hal itu mencakup langkah-langkah kesehatan masyarakat yang telah dicoba dan diuji. “Hanya ada satu jalan keluar dari badai ini, dan itu adalah berbagi alat yang kami miliki dan berkomitmen menggunakannya bersama,” kata Tedros.

Virus corona telah menginfeksi lebih 93,3 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 2 juta sejak pandemi dimulai setahun lalu, menurut data yang dikumpulkan Universitas Johns Hopkins. Virus makin menyebar di beberapa wilayah. "Sejumlah negara melaporkan pasokan oksigen untuk pasien Covid-19 hampir habis," kata WHO.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan, pada konferensi pers mengatakan, beberapa negara, termasuk AS, fokus pada penggunaan vaksin Covid-19 untuk memerangi wabah. Meski vaksin berguna, namun tidak akan mengakhiri pandemi.

“Kami memperingatkan pada 2020 bahwa jika kami bergantung sepenuhnya pada vaksin sebagai satu-satunya solusi, kami dapat kehilangan tindakan yang terkontrol saat itu. Saya pikir sampai batas tertentu itu telah menjadi kenyataan,” kata Ryan, menambahkan musim dingin dan liburan baru-baru ini juga berperan dalam penyebaran virus.

“Sebagian besar penularan terjadi karena mengurangi jarak fisik dan tidak memutus rantai transmisi. Virus mengeksploitasi kurangnya komitmen kita," tambahnya.

Penasihat senior Direktur Jenderal WHO Dr. Bruce Aylward mengatakan, vaksin bukan peluru perak. “Hal-hal bisa menjadi lebih buruk, jumlahnya bisa naik,” katanya.

"Kami punya vaksin, ya. Tetapi persediaan vaksin terbatas di seluruh dunia. Dan vaksin tidak sempurna. Mereka tidak melindungi semua orang pada setiap situasi."

Di AS, vaksinasi berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Hingga Jumat, lebih 31,1 juta dosis vaksin telah didistribusikan di seluruh AS, tetapi hanya 12,2 juta suntikan yang diberikan, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Sementara itu AS mencatat 238.800 kasus Covid-19 baru dan 3.310 kematian setiap hari, berdasarkan rata-rata tujuh hari yang dihitung CNBC menggunakan data Johns Hopkins.

Presiden terpilih Joe Biden meluncurkan rencana besar untuk memerangi pandemi virus corona di AS. Selain itu, menginvestasikan miliaran dalam kampanye vaksin, dan meningkatkan pengujian.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Banyak yang Tidak Rela, ini Nilai Tunjangan dan Pensiun Trump

Selain Trump, Melania juga berhak mendapat tunjangan transportasi US$ 500.000 setahun.

DUNIA | 16 Januari 2021

FBI Lacak Obrolan Daring Terkait Ancaman Aksi Bersenjata

FBI menerima sejumlah informasi signifikan yang telah diteruskan ke lembaga penegak hukum lainnya.

DUNIA | 15 Januari 2021

WMO: Dunia Menuju Bencana Kenaikan Suhu

Rata-rata suhu global pada 2020 sekitar 14,9 derajat Celsius.

DUNIA | 15 Januari 2021

Kabinet PM Belanda Mark Rutte Mundur Akibat Skandal Subsidi Anak

Pengelolaan yang salah itu telah membuat ribuan keluarga terpuruk dalam masalah keuangan.

DUNIA | 15 Januari 2021

Terima Dubes Agung Kurniadi, Presiden Ekuador Titip Salam buat Jokowi

Indonesia akan terus meningkatkan kerja sama yang telah berjalan dengan Ekuador, khususnya kerja sama ekonomi, termasuk perdagangan dan industri.

DUNIA | 15 Januari 2021

Ketika Keluarga Biden Datang, Gedung Putih Tanpa Penghuni

Trump tidak akan hadir saat Biden dilantik. Ke mana dia hari itu?

DUNIA | 15 Januari 2021

Turki Setujui Izin Pakai Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac

Turki menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok.

DUNIA | 15 Januari 2021

Afrika Amankan 270 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Sebanyak 270 juta dosis sementara vaksin Covid-19 telah diamankan oleh Uni Afrika (AU) untuk didistribusikan di seluruh benua.

DUNIA | 15 Januari 2021

Pekan Depan, Senat AS Gelar Sidang Pemakzulan Trump

Senat AS tidak akan memulai persidangan sampai Selasa (19/1), atau paling cepat, sehari sebelum Joe Biden dilantik sebagai presiden.

DUNIA | 15 Januari 2021

Empat Menteri Malaysia Terinfeksi Covid-19

Empat menteri Malaysia terinfeksi Covid-19, setelah Deputi Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Zahidi Zainul Abidin dinyatakan positif.

DUNIA | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS