Sao Paulo, Beritasatu.com- Badan Pengatur Kesehatan Brasil (Anvisa) dengan suara bulat menyetujui pada Minggu (17/1) penggunaan darurat vaksin CoronaVac, dari laboratorium Sinovac Tiongkok, serta vaksin AstraZeneca-University of Oxford untuk melawan Covid-19 .
Seperti dilaporkan Xinhua, Senin (18/1), keputusan tersebut akan memungkinkan pemerintah Brasil untuk memulai rencana vaksinasi terhadap Covid-19 dengan 6 juta dosis vaksin CoronaVac, yang dikembangkan oleh Sinovac bersama dengan Butantan Institute of Sao Paulo.
"Momennya adalah untuk kesadaran, persatuan, dan kerja. Hanya ada satu musuh. Kesempatan kita, peluang terbaik kita dalam perang ini, tentu saja, untuk perubahan perilaku sosial, yang tanpanya, bahkan dengan vaksin, kemenangan tidak akan tercapai," kata direktur-presiden Anvisa, Antonio Barra Torres.
Torres memimpin pertemuan kepemimpinan Anvisa, yang disiarkan langsung di televisi, yang memberikan keputusan setelah menganalisis permintaan pendaftaran darurat untuk dua vaksin virus corona.
Brasil berada di urutan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat Covid-19, dengan 209.296 kasus kematian pada Sabtu, dan ketiga di dunia dalam jumlah kasus infeksi, dengan lebih dari 8,4 juta infeksi dilaporkan.
Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, menulis di Twitter, "Brasil sedang terburu-buru untuk menyelamatkan nyawa."
Menurut kantor pers Provinsi Sao Paulo, Doria mengikuti pemungutan suara Anvisa di Hospital de Clinicas, pusat medis publik terbesar di Amerika Latin.
Sumber: Suara Pembaruan