Dirjen WHO Sebut Ketidakadilan Distribusi Vaksin sebagai "Kegagalan Moral"
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-0.84)   |   COMPOSITE 6290.8 (-13.4)   |   DBX 1362.34 (0.71)   |   I-GRADE 180.342 (-0.56)   |   IDX30 506.102 (-2.71)   |   IDX80 136.192 (-1.09)   |   IDXBUMN20 397.025 (-4.2)   |   IDXESGL 139.555 (-0.58)   |   IDXG30 142.425 (-1.11)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-2.61)   |   IDXQ30 145.469 (-0.49)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-1.51)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-4.88)   |   IDXV30 134.488 (-1.37)   |   INFOBANK15 1048.13 (6.14)   |   Investor33 435.467 (-0.79)   |   ISSI 181.572 (-1.23)   |   JII 618.362 (-7.47)   |   JII70 218.204 (-2.58)   |   KOMPAS100 1215.76 (-5.31)   |   LQ45 948.468 (-5.2)   |   MBX 1702.13 (-4.43)   |   MNC36 323.237 (-0.4)   |   PEFINDO25 323.55 (-2.2)   |   SMInfra18 308.555 (-5.37)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-0.21)   |  

Dirjen WHO Sebut Ketidakadilan Distribusi Vaksin sebagai "Kegagalan Moral"

Selasa, 19 Januari 2021 | 21:37 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jenewa, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa dunia berada di tepi “bencana kegagalan moral” jika negara-negara kaya tidak memastikan distribusi adil dari vaksin untuk memerangi pandemi virus corona. Situasi itu bisa menunda penyaluran skema vaksin multilateral Covax, di mana Indonesia juga ikut bergabung, yang sudah menjadwalkan vaksinasi mulai bulan depan.

“Saya perlu terus terang, dunia berada di tepi bencana kegagalan moral dan harga dari kegagalan ini akan dibayarkan dengan nyawa dan mata pencaharian di negara termiskin dunia,” kata Tedros yang meningkatkan retorikanya dalam sesi dewan eksekutif di Jenewa, Swiss, Senin (18/1/2021).

Tedros telah berulang kali mendesak negara-negara lebih kaya tidak melupakan negara miskin lewat upaya memotong kesepakatan bilateral dengan pemasok vaksin.

Tedros menyebut sekalipun 39 juta dosis vaksin telah disalurkan kepada lebih dari 40 negara berpendapatan tinggi, tapi satu negara miskin hanya mendapatkan 25 juta dosis.

Dia mengatakan 44 kesepakatan bilateral telah ditandatangani pada 2019 dan setidaknya 12 lagi ditandatangani pada 2020.

“Ini bisa menunda pengiriman Covax dan menciptakan skenario Covax yang didesain untuk menghindari penimbunan, pasar yang kacau, respons tidak terkoordinasi dan gangguan sosial dan ekonomi berkelanjutan,” kata Tedros.

Menurutnya, pendekatan me-first membuat negara-negara termiskin dan paling rentan berada dalam risiko. “Pada akhirnya, tindakan ini hanya akan memperpanjang pandemi,” lanjut Tedros.

Covax, yang disebut konsorsium vaksin negara-negara berkembang, adalah skema vaksin yang dipimpin oleh aliansi vaksin Gavi, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI), dan WHO. Tujuannya mempercepat pengembangan dan produksi vaksin Covid-19, serta menjamin akses yang adil dan setara untuk setiap negara di dunia.

WHO telah bermitra dengan sejumlah produsen vaksin untuk menyediakan dua miliar dosis vaksin untuk Covax. Namun, Tedros menyatakan terdapat kekhawatiran bahwa vaksin tidak akan dikirimkan.

“Bahkan saat mereka bicara bahasa akses yang setara, beberapa negara dan perusahaan terus memprioritaskan kesepakatan bilateral, berkeliling sekitar Covax, menaikkan harga, dan berusaha melompat ke depan antrean,” kata Tedros.

Tedros memuji peluncuran vaksin sebagai pencapaian ilmiah luar biasa. Menurutnya, ada pelajaran yang bisa dipelajari dari pandemi global di masa lalu ketika vaksin membutuhkan waktu lama untuk menjangkau negara berkembang.

Menurutnya, krisis saat ini adalah peluang untuk “menulis ulang sejarah” dengan memastikan vaksin terdistribusi secara adil antara negara dan mereka yang paling membutuhkan.

Dia menyerukan negara-negara kaya untuk menunda vaksinasi orang-orang muda dan sehat sehingga warga lanjut usia (lansia) dan pekerja kesehatan garda terdepan di negara berkembang dapat menerima dosis vaksin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tokoh Oposisi Rusia Serukan Massa Turun ke Jalan

Kritikus Kremlin Alexei Navalny pada Senin (18/1) mendesak warga Rusia untuk turun ke jalan sebagai protes

DUNIA | 19 Januari 2021

Gunakan Vaksin Sinovac, Brasil Gelar Vaksinasi Massal Covid-19

Brasil memulai program imunisasi nasional Covid-19 pada Senin (18/1) dengan mendistribusikan dosis vaksin dari Sinovac Biotech Tiongkok setelah otorisasi penggunaan darurat.

DUNIA | 19 Januari 2021

Perusuh Capitol Coba Jual Laptop Pelosi ke Rusia

Seorang wanita muda yang dilaporkan mencuri laptop milik pimpinan Demokrat Nancy Pelosi, berniat untuk menjualnya ke agen mata-mata Rusia

DUNIA | 19 Januari 2021

Kepolisian Johor Sita Narkoba Senilai Rp 699 Miliar

Kepolisian Johor menyita narkoba senilai US$ 49,8 juta atau Rp 699 miliar.

DUNIA | 19 Januari 2021

Militer Nigeria Tembak Mati 30 Bandit

Tiga puluh bandit tewas dalam baku tembak dengan pasukan di wilayah barat laut Nigeria.

DUNIA | 19 Januari 2021

Trump Akan Cabut Pembatasan Perjalanan dari Eropa, Inggris, dan Brasil

Pembatasan AS yang melarang sebagian besar pengunjung dari Eropa telah diberlakukan sejak pertengahan Maret 2020.

DUNIA | 19 Januari 2021

Tesla Kirimkan Crossover Model Y Pertama ke Pelanggan Tiongkok

Tiongkok sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia sangat penting bagi Tesla.

DUNIA | 19 Januari 2021

Setengah Populasi UEA Akan Rampung Divaksinasi Covid-19 Akhir Maret

Lebih 1,8 juta orang telah disuntik vaksin Sinopharm, yang tersedia secara gratis untuk semua warganya.

DUNIA | 19 Januari 2021

Polisi Guatemala Blokir Pengungsi Honduras

Polisi dan militer Guatemala memblokir ribuan migran Honduras dan para pencari suaka yang berharap untuk mencari jalan keluar ke utara menuju Meksiko dan AS.

DUNIA | 18 Januari 2021

KBRI Nairobi Bantu Anak-anak Kurang Mampu

Panti asuhan Heritage of Faith and Hope Children’s Home menampung sekitar 130 anak.

DUNIA | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS