Akibat Hina Raja Thailand, Nenek 63 Tahun Divonis Penjara 43 Tahun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (3)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (11)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (3)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (21)   |   IDXBUMN20 356 (1)   |   IDXCYCLIC 731 (4)   |   IDXENERGY 739 (7)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (4)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (10)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (4)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (10)   |   IDXPROPERT 870 (7)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (6)   |   IDXTECHNO 3335 (13)   |   IDXTRANS 1037 (19)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (2)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (6)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (9)   |   LQ45 880 (7)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (12)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (5)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Akibat Hina Raja Thailand, Nenek 63 Tahun Divonis Penjara 43 Tahun

Rabu, 20 Januari 2021 | 12:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bangkok, Beritasatu.com- Seorang nenek berusia 63 tahun ini telah dipenjara selama 43 tahun karena mengkritik keluarga kerajaan Thailand, hukuman terberat negara itu karena menghina monarki. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (20/1), mantan pegawai negeri sipil yang hanya dikenal sebagai Anchan itu memposting klip audio dari podcast di media sosial.

Wanita itu mengaku hanya membagikan file audio dan tidak mengomentari kontennya.

Namun hukum lèse-majesté Thailand, yang melarang penghinaan apa pun terhadap monarki, termasuk yang paling ketat di dunia.

Setelah jeda tiga tahun, Thailand menghidupkan kembali undang-undang kontroversial akhir tahun lalu dalam upaya untuk mengekang protes anti-pemerintah berbulan-bulan, dengan para demonstran menuntut perubahan pada monarki.

"Anchan mengaku bersalah atas 29 pelanggaran terpisah dalam berbagi dan memposting klip di YouTube dan Facebook antara 2014 dan 2015," kata pengacaranya kepada kantor berita Reuters.

Aawalnya, Anchan dijatuhi hukuman 87 tahun, tetapi hukuman itu dipotong setengah karena pengakuan bersalahnya.

Anchan termasuk di antara 14 orang yang dituduh melakukan lèse-majesté tak lama setelah junta militer merebut kekuasaan pada tahun 2014, bersumpah untuk membasmi kritik terhadap monarki.

Kelompok itu dituduh mengunggah podcast, populer di kalangan pembangkang, yang mempertanyakan akun resmi monarki. Penulis podcast hanya menjalani dua tahun penjara, dan telah dibebaskan.

Persidangan diadakan secara tertutup dan bukti terhadap terdakwa dirahasiakan dengan alasan keamanan nasional.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ashley Biden Tak Ingin Minta Kerja di Gedung Putih

Ashley Biden mengaku tidak akan bekerja di Gedung Putih atau pemerintahan sang ayah, Joe Biden.

DUNIA | 20 Januari 2021

Trump Minta Parade Militer, Pentagon Menolak

Pentagon menolak permintaan Donald Trump untuk parade perpisahan bergaya militer.

DUNIA | 20 Januari 2021

Hari Terakhir Trump, 400.000 Warga AS Telah Meninggal Akibat Covid-19

Jumlah kematian Covid-19 AS melampaui 400.000 pada hari terakhir kepresidenan Donald Trump.

DUNIA | 20 Januari 2021

Saat Pidato Perpisahan, Trump Klaim Bangun Ekonomi Terbesar dalam Sejarah Dunia

Saat pidato perpisahan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berani mengklaim pemerintahannya membangun "ekonomi terbesar dalam sejarah dunia".

DUNIA | 20 Januari 2021

Melania Trump Sampaikan Pesan Perpisahan

Lewat satu video, Ibu Negara Melania Trump telah menyampaikan “pesan perpisahan” kepada Amerika Serikat (AS),

DUNIA | 20 Januari 2021

Presiden Duterte Setujui Vaksin Pfizer dan Sinovac

Tak melarang vaksin Pfizer, Presiden Filipina Rodrigo Duterte ternyata juga mendukung vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

DUNIA | 20 Januari 2021

4 Juta Warga Inggris Dapat Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Lebih dari empat juta orang di Inggris telah menerima dosis pertama vaksin virus corona.

DUNIA | 20 Januari 2021

Investigasi Awal Pandemi Covid-19, Panel Pakar Kritik Tiongkok dan Negara Lain

Panel pakar yang ditugaskan oleh WHO telah mengkritik Tiongkok dan negara lain karena tidak bergerak cepat untuk membendung wabah awal virus corona.

DUNIA | 20 Januari 2021

Lady Gaga dan JLo Meriahkan Pelantikan Biden

Lady Gaga dan Jennifer Lopez (J.Lo) akan menjadi bagian dari daftar artis teratas yang akan mengambil bagian dalam upacara pelantikan Joe Biden pada Rabu (20/1).

DUNIA | 20 Januari 2021

Gladi Bersih Pelantikan Biden Terganggu Insiden Kebakaran

Aparat melakukan lockdown sementara saat gladi bersih pelantikan presiden terpilih, Joe Biden, Senin (18/1) akibat insiden kebakaran.

DUNIA | 20 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS