Biden Sampaikan Pidato yang Jauh dari Ego Pribadi dan Partai
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Biden Sampaikan Pidato yang Jauh dari Ego Pribadi dan Partai

Kamis, 21 Januari 2021 | 00:46 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Segera setelah dilantik Rabu (20/1/2021), Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato yang tampaknya ditujukan untuk kembali mempersatukan rakyat Amerika dan menunjukkan bahwa dia telah membuang jauh ego pribadi, kontras dengan pendahulunya Donald Trump.

"Hari ini untuk Amerika, untuk demokrasi. Hari yang bersejarah dan penuh harapan,” kata Biden di pelataran Gedung Capitol, Washington DC.

"Selama berabad-abad yang penuh kesulitan, Amerika telah melewati ujian dan berdiri tegak mengatasi tantangan. Hari ini, kita merayakan kemenangan bukan untuk seorang kandidat, tetapi kemenangan untuk demokrasi,” tegasnya.

“Kita kembali belajar bahwa demokrasi itu sangat berharga. Bahwa demokrasi itu rapuh, dan pada momen ini sobat, demokrasi telah menang,” kata Biden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dia merujuk peristiwa tepat dua pekan sebelumnya di tempat yang sama, yang diserbu ribuan pendukung Trump untuk menggagalkan sidang penetapan hasil pemilihan presiden oleh Kongres.

“Kita bersama lagi sebagai satu bangsa, di bawah Tuhan, dan tidak terpecah belah untuk melaksanakan peralihan kekuasaan secara damai seperti yang sudah kita lakukan selama dua abad lebih," kata Biden.

Kemudian ia mengucapkan terima kasih kepada para pendahulunya, tetapi sepertinya Trump tidak termasuk.

"Saya berterima kasih kepada para pendahulu dari kedua partai (Demokrat dan Republik) yang ada di sini hari ini,” kata Biden.

Para mantan presiden dan ibu negara hadir, termasuk Bill and Hillary Clinton; Barack dan Michel Obama; dan George dan Laura Bush. Mantan wakil presiden Mike Pence dan istri juga hadir.

Trump sudah lebih dulu pulang ke Florida beberapa jam sebelum pelantikan di Washington DC dan sampai saat ini belum mengakui kemenangan Biden.

Biden menambahkan dia juga sudah bicara melalui telepon dengan mantan presiden Jimmy Carter, yang sekarang berusia 96 tahun.

Biden bertekad untuk mengalahkan dua tantangan terbesar yang menghadangnya sekarang: pandemik virus corona dan ekstremisme kelompok supremasi kulit putih.

Setelah itu, Biden juga menyerukan agar semua elemen masyakarat menghormati satu sama lain karena persatuan adalah syarat bagi bagi kebesaran Amerika.

"Berhentilah saling berteriak dan dinginkan suhu,” kata Biden.

Tidak lupa dia mendedikasikan bagian dari pidatonya untuk Wakil Presiden Kamala Harris.

"Di sini 108 tahun lalu, ribuan pengunjuk rasa berusaha menghalangi para perempuan yang dengan berani memperjuangkan hak untuk memberikan suara,” kata Biden.

"Hari ini, kita menyaksikan pengambilan sumpah perempuan pertama dalam sejarah Amerika yang terpilih wakil presiden -- Kamala Harris,” kata Biden.

"Jangan pernah katakan ke saya bahwa perubahan itu tidak bisa terjadi.”



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Memuja Biden, Lady Gaga Nyanyikan Lagu Kebangsaan AS

Memuja Joe Biden, penyanyi Lady Gaga didaulat melantunkan lagu kebangsaan saat acara pelantikan presiden AS.

DUNIA | 21 Januari 2021

Sah, Joe Biden Presiden Baru Amerika Serikat, Harris Wapres Perempuan Pertama

Biden, 78, adalah presiden paling tua dalam sejarah Amerika Serikat yang dilantik di masa jabatan pertama.

DUNIA | 20 Januari 2021

Hanya Dua yang Disumpah 4 Kali Sebagai Presiden AS, Termasuk Obama

Roosevelt memegang rekor sebagai presiden yang paling sering diambil sumpahnya karena menjabat empat periode.

DUNIA | 20 Januari 2021

Joe Biden Akan Ambil Alih Akun @POTUS

Saat Joe Biden dilantik sebagai presiden AS, peralihan kekuasaan lainnya juga akan terjadi di media sosial. Biden akan ambil alih akun Twitter @POTUS

DUNIA | 20 Januari 2021

Presiden Iran Sambut Gembira Kepergian Trump, Sang Tiran

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (20/1) menyambut gembira kepergian presiden AS yang dijuluki "tiran", Donald Trump.

DUNIA | 20 Januari 2021

Akibat Covid-19, Menlu Zimbabwe Wafat

Menteri Luar Negeri Zimbabwe Sibusiso Moyo meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

DUNIA | 20 Januari 2021

Jelang Lengser, Trump Berikan Pengampunan kepada 73 Orang

Dari 73 orang tersebut termasuk diantaranya mantan ajudannya, Steve Bannon yang didakwa pada Agustus 2016.

DUNIA | 20 Januari 2021

Inggris dan Rusia Ingin Kerja Sama dengan AS Pimpinan Biden

Inggris dan Rusia menyatakan keinginan untuk menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Presiden Joe Biden.

DUNIA | 20 Januari 2021

Sebelum Dilantik, Joe Biden Beribadah di Gereja Katolik

Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menghadiri ibadah Misa di gereja Katolik sebelum pelantikannya, Rabu (20/1).

DUNIA | 20 Januari 2021

Setelah Dilantik, Biden Segera Batalkan Kebijakan Trump

Joe Biden akan menandatangani 15 perintah eksekutif untuk membatalkan kebijakan Donald Trump. setelah dilantik sebagai presiden AS.

DUNIA | 20 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS