Penyair Muda di Pelantikan Biden Sita Perhatian Dunia
Logo BeritaSatu

Penyair Muda di Pelantikan Biden Sita Perhatian Dunia

Kamis, 21 Januari 2021 | 20:55 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Washington, Beritasatu.com - Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam pelantikan presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersama wakilnya, Kamala Harris, adalah penyair muda Amanda Gorman. Penyair berusia 22 tahun itu berhasil menyita perhatian dunia termasuk menjadi pembicaraan di media sosial, Rabu (20/1/2021), saat dia berseru kepada dunia “bahkan saat kita berduka, kita tumbuh”.

Gorman adalah penyair termuda dalam sejarah AS yang menandai transisi kepresidenan dan menandai transisi kekuasaan presiden. Dia menawarkan visi penuh harapan untuk negara yang terpecah belah lewat puisinya berjudul The Hill We Climb (Bukit yang Kita Daki).

Gorman yang berasal dari Los Angeles, bergabung dengan barisan penyair dalam pengukuhan presiden AS sebelumnya yaitu Robert Frost, Maya Angelou, dan Elizabeth Alexander.

“Menjadi warga Amerika lebih dari sekadar kebanggaan yang kita warisi. Itu masa lalu yang kita masuki dan bagaimana kita memperbaikinya” kata Gorman lewat syairnya.

“Kita tidak akan kembali ke masa lalu. Kita berpindah ke tempat seharusnya, negara yang terluka tapi utuh. Dermawan tapi berani. Sengit dan bebas,” lanjutnya.

Gadis kulit hitam itu berbicara di tangga Gedung Capitol yang baru saja mengalami trauma karena kerusuhan massa yang mengepung simbol demokrasi AS itu sambil membawa bendera Konfederasi, bom pipa, dan jerat. Gorman mengatakan warga Amerika harus bangkit mengatasi kebencian.

“Walaupun demokrasi bisa ditunda sementara, itu tidak akan pernah bisa dikalahkan secara permanen,” kata Gorman, mengingatkan tentang serangan mematikan di Capitol.

“Mari kita tinggalkan negara yang lebih baik dibandingkan yang tersisa saat ini. Kita akan mengangkat dunia yang terluka ini menjadi dunia yang menakjubkan,” lanjutnya.

Gorman adalah pemenang pertama penyair muda nasional AS pada 2017. Dia diundang oleh Ibu Negara Jill Biden setelah tampil membacakan syair dalam sejumlah acara sebelumnya termasuk perayaan 4 Juli bersama Orkestra Boston Pops. Dia juga menyatakan secara jelas keinginannya untuk tampil pada pelantikan, dalam kapasitas lebih besar, sebagai ambisi yang jelas disampaikan lewat syairnya.

“Kita, penerus negara dan masa, di mana gadis kurus kulit hitam, yang keturunan budak dan dibesarkan oleh ibu tunggal, bisa bermimpi menjadi presiden. Hanya untuk menemukan dirinya membacakan puisi untuk satu orang,” katanya.

Dalam wawancara dengan surat kabar The New York Times, Gorman mengaku hanya menulis beberapa baris puisi saat perusuh pro-Trump menyerang Capitol pada 6 Januari. Baru setelah insiden kekerasan itu, dia menyelesaikan puisinya dalam satu malam.



Sumber: Al Jazeera, VOA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menlu: Indonesia Punya Harapan Besar atas Kepemimpinan Baru AS

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan Indonesia memiliki harapan besar terhadap pemerintahan baru AS di bawah Presiden Joe Biden.

DUNIA | 21 Januari 2021

Biden ke Staf: Jaga Sopan Santun yang Pernah Hilang 4 Tahun

Staf yang tidak berlaku sopan pada orang lain akan "dipecat di tempat."

DUNIA | 21 Januari 2021

Kamala Harris Tergelak Saat Lantik Senator, ini Sebabnya

Tawa lepas Harris itu mengundang banyak komentar yang sama riangnya di kalangan netizen.

DUNIA | 21 Januari 2021

Balas Dendam, Tiongkok Langsung Terbitkan Daftar Hitam untuk Kroni Trump

"Mereka telah merencanakan, menyebarluaskan dan melaksanakan serangkaian tindakan gila pada Tiongkok."

DUNIA | 21 Januari 2021

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris

Jokowi berharap kemitraan strategis kedua negara dapat terus ditingkatkan.

DUNIA | 21 Januari 2021

Biden: Trump Tinggalkan Surat Berisi “Pesan Sangat Murah Hati”

Surat tersebut sebagai “pesan pribadi” yang mendoakan kesuksesan negara dan pemerintahan baru untuk menjaga negara.

DUNIA | 21 Januari 2021

Hari Pertama di Gedung Putih, Biden Akan Tanda Tangani 17 Perintah Eksekutif

Biden berencana membatalkan sejumlah upaya Trump untuk menarik diri dari kesepakatan internasional.

DUNIA | 21 Januari 2021

Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat untuk Pelantikan Biden-Harris

Dunia menyaksikan pelantikan presiden AS.

DUNIA | 21 Januari 2021

Konpers Perdana di Gedung Putih, Biden Sebut Trump Tulis Surat Kepadanya

Surat Trump dinilainya sebagai sesuatu yang murah hati.

DUNIA | 21 Januari 2021

Kebijakan Pertama Biden, Wajib Masker Hingga Akhiri Tembok Perbatasan Meksiko

Perintah pertama Biden juga mengikat kembali AS ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan mengakhiri larangan perjalanan sebagian negara muslim.

DUNIA | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS