Setahun Kemudian, Wuhan Hidup Normal Sementara Dunia Masih Bergelut dengan Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Setahun Kemudian, Wuhan Hidup Normal Sementara Dunia Masih Bergelut dengan Covid-19

Minggu, 24 Januari 2021 | 07:58 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Wuhan, Beritasatu.com - Sudah setahun sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan untuk pertama kalinya di Wuhan di Provinsi Hubei, Tiongkok, dan kini, kehidupan di sana sudah berjalan normal kembali.

Menurut catatan WHO, Pemerintah Daerah Wuhan mengumumkan sejumlah kasus pneumonia viral yang pada akhirnya diduga sebagai Covid-19 pada 31 Desember 2019. Pada 9 Januari, Pemerintah Tiongkok memastikan bahwa telah terjadi wabah Covid-19 dan pada 23 Januari 2020, 11 juta warga Wuhan mendapatkan pesan di smartphone mereka pada jam 2 dini hari bahwa kota mereka akan memasuki lockdown. Tidak ada yang menduga, lockdown itu berlangsung selama 76 hari.

Namun hari ini, setahun sejak lockdown, penduduk di Kota Wuhan sudah kembali beraktivitas. Warga bisa bebas lari pagi dan senam tai chi di taman-taman yang terletak di pinggir Sungai Yangtze.

Keadaan ini berbeda sekali dengan kondisi di seluruh dunia yang mengalami kesulitan menghadapi Covid-19 yang bermutasi. Beberapa negara memperketat lockdown sementara program vaksinasi baru mulai berjalan. Virus ini telah menelan lebih dari 2 juta korban jiwa di seluruh dunia.

Tiongkok sendiri mencatat sekitar 4.600 korban jiwa akibat Covid-19, di mana mayoritas berasal dari Wuhan. Angka tersebut sedikit bila dibandingkan korban jiwa di AS yang telah menembus 410.000 orang. Angka kematian di Tiongkok juga relatif stagnan dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak lockdown Wuhan dicabut pada 8 April lalu, kasus Covid-19 sudah hampir tidak ada. Namun, pertanyaan apakah virus itu berasal dari Wuhan dan apakah Pemerintah Tiongkok lambat mengantisipasi sehingga kasus ini menyebar dan menginfeksi 98 juta orang di seluruh dunia masih belum terjawab.

Pemerintah membela tuduhan virus Wuhan dan lambatnya reaksi dengan mengatakan bahwa virus itu berasal dari luar Tiongkok dan Tiongkok telah cukup cepat dalam memberitahukan seluruh dunia.

Wuhan dianggap sebagai contoh sukses bagaimana lockdown total sukses dalam mencegah penyebaran Covid-19, bagaimana suatu kota harus berkorban demi kepentingan seluruh negara, seperti kisah Stalingrad di Rusia dalam Perang Dunia II. Kisah sukses Wuhan juga diabadikan dalam buku, dokumenter, hingga acara TV.

"Wuhan adalah kota pahlawan karena memberhentikan roda perekonomiannya demi membantu Tiongkek mengatasi pandemi. Ini adalah pengorbanan yang mulia," kata Chen Jiali (24), penduduk Wuhan kepada CNBC.

Kasus di Tiongkok kembali naik. Sabtu kemarin, Tiongkok mengumumkan 107 kasus sehingga totalnya mencapai 88.911. Provinsi Heilongjiang terdapat 56 kasus. Beijing dan Shanghai masing-masing melaporkan tiga kasus.

Menjelang Imlek bulan depan, otoritas mewaspadai lonjakan kasus Covid-19. Warga diminta tidak berpergian dan mengurangi kerumunan. Sekolah-sekolah juga kembali ke kelas online. Memakai masker di luar dan dalam ruangan sudah menjadi kewajiban umum. Aplikasi smartphone digunakan untuk melacak pergerakan orang-orang di sekitar daerah yang terkonfirmasi terjadi kasus Covid-19.



Sumber: CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiongkok Pamer Kereta Api "Terbang" Berkecepatan 620 Km/Jam

Kereta tersebut menggunakan teknologi high-temperature superconducting (HTS) yang membuatnya seolah-olah melayang di atas rel magnet.

DUNIA | 23 Januari 2021

Tak Ada Lagi Tombol Diet Coke Peninggalan Trump di Ruang Oval

Ternyata jika Trump menekan tombol tersebut, seorang kepala pelayan akan muncul membawa Diet Coke di atas piring perak.

DUNIA | 23 Januari 2021

Biden: Korban Jiwa Covid-19 di AS Bakal Tembus 600.000

Biden mengatakan korban jiwa akan terus bertambah hingga mencapai 600.000 orang dalam beberapa minggu ke depan.

DUNIA | 23 Januari 2021

Sidang Pemakzulan Trump Akan Dilakukan pada 8 Februari

Senat membutuhkan 67 suara untuk memakzulkan Trump.

DUNIA | 23 Januari 2021

Jaksa Militer AS Resmi Dakwa Teroris Bom Bali 1

Hambali melakukan pengeboman klub malam di Bali pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang.

DUNIA | 22 Januari 2021

Jadi Ibu Negara AS, Jill Biden Akan Tetap Mengajar

Jill Biden mengukir sejarah sebagai ibu negara AS pertama yang mempertahankan pekerjaan bergaji di luar Gedung Putih.

DUNIA | 22 Januari 2021

Google Ancam Hentikan Mesin Pencarinya di Australia

Google mengancam akan menghapus mesin pencarinya dari Australia karena negara itu memaksa perusahaan berbagi royalti dengan penerbit berita.

DUNIA | 22 Januari 2021

Ledakan Bom Kembar di Baghdad, 32 Orang Tewas dan 110 Orang Luka

Ledakan bom menewaskan 32 orang dan melukai 110 orang di pasar yang ramai di tengah kota Baghdad, Irak.

DUNIA | 22 Januari 2021

Hongaria Setujui Vaksin Sputnik V dan Astrazeneca

Hongaria telah menyetujui dua vaksin Covid-19 yakni Sputnik V buatan Rusia dan Astrazeneca buatan Inggris.

DUNIA | 22 Januari 2021

Perangi Pemberontak, Afrika Tengah Umumkan Negara Darurat

Republik Afrika Tengah mengumumkan keadaan darurat pada Kamis (21/1) untuk membantunya menindak kelompok-kelompok bersenjata.

DUNIA | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS