QAnon, “Triomacan” ala Amerika, Mulai Runtuh Bersama Trump
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

QAnon, “Triomacan” ala Amerika, Mulai Runtuh Bersama Trump

Minggu, 24 Januari 2021 | 17:45 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Sehari menjelang 20 Januari, seluruh dunia tahu Joe Biden akan dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, tetapi ribuan warga negara itu justru punya pemikiran lain.

Mereka yakin bahwa kehadiran 25.000 pasukan Garda Nasional, blokade militer di Washington DC, dan rencana Trump untuk meninggalkan ibu kota pagi hari sebelum pelantikan adalah bagian dari sebuah operasi rahasia -- the Storm.

Dalam operasi itu, Biden dan semua petinggi Partai Demokrat yang berkumpul di Gedung Capitol akan ditangkap, Trump akan kembali ditetapkan sebagai presiden, dia akan menetapkan darurat militer, dan puluhan lawan politiknya akan dieksekusi mati.

Teori itu digaungkan oleh QAnon, kelompok bawah tanah pendukung Trump yang kerap menebarkan hoax dan teori konspirasi.

Disebutkan bahwa ketika Biden naik ke podium untuk diambil sumpahnya, anggota militer atas perintah Trump akan menangkap dia dan istrinya, dan juga wakil presiden terpilih Kamala Harris, Ketua DPR Nancy Pelosi, Ketua Fraksi Demokrat di Senat Chuck Schumer, serta para mantan presiden dan istri mereka: Barack dan Michelle Obama, Bill dan Hillary Clinton, George dan Laura Bush.

Begitu yakinnya para pengikut QAnon tentang the Storm, sampai ada yang memberi tahu keluarga mereka untuk tidak keluar rumah dan siaga pada 20 Januari.

Mereka terus menunggu sampai tengah hari, ketika Biden berjalan ke mimbar, meletakkan tangan kiri di atas Alkitab, mengangkat tangan kanan dan menirukan Ketua Mahkamah Agung John Roberts mengucapkan sumpah jabatan.

The Storm tidak pernah terjadi, sampai momen ketika Robert mengatakan ke Biden: “Selamat, Bapak Presiden!”.

Mulailah heboh di media interaksi para pengikut QAnon di platform Telegram, Gab, dan saluran lain yang masih bisa dipakai.

“Sudah selesai, kita dipermainkan,” tulis seorang pengikut.

“Saya sudah muak dengan disinformasi dan harapan palsu ini,” tulis yang lainnya.

Para pengikut QAnon ini mulai putus asa dan menjadi target rekrutmen kelompok ekstemis sayap kanan lainnya seperti Neo Nazi.

QAnon dan Triomacan2000
Fenomena membanjirnya hoax dan fitnah sebelum dan selama suksesi politik sudah merebak di berbagai negara seiring kemajuan teknologi informasi yang melahirkan banyak aplikasi interaksi sosial.

Di Indonesia kita mengenal akun Twitter Triomacan2000 atau nama alias lain yang sudah membanjiri platform media sosial dengan teori konspirasi, kebohongan, dan fitnah khususnya sejak pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012.

Seperti QAnon, pengelola akun ini dengan tanpa beban menulis banyak teori khayalan. Kebenaran dan tanggung jawab moral tidak ada dalam kepala mereka, karena yang penting para pengikutnya senang dan terus membagi dan menyebarkan teori-teori absurd mereka.

Seperti QAnon, pengelola akun Triomacan2000 paham dan mempraktikkan falsafah bahwa kebanyakan orang hanya mau membaca yang mereka ingin baca, mendengar yang ingin mereka dengar, tidak penting fakta atau bukan.

Seperti QAnon, Triomacan2000 memihak salah satu kandidat dan menyerang habis kandidat lawan dengan janji dan harapan bohong. Misalnya menjanjikan: “Kandidat ini terjerat skandal korupsi, tunggu lanjutannya minggu depan.”

Namun, ada perbedaan sangat besar antara QAnon dengan Triomacan2000. QAnon, dengan segala kebohongannya, secara konsisten memperjuangkan para kandidat dari kelompok konservatif sehingga lebih mirip gerakan ideologi.

Triomacan2000, di pihak lain, tidak lebih dari kumpulan bajingan medsos rendahan yang mencari uang dengan menjual fitnah dan kebohongan.

Mereka membela siapa yang bayar: suatu hari akan menguliti si A habis-habisan, lain hari akan menjilat pantat si A setiap jam.

Seolah fitnah dan bohong belum cukup hina untuk mereka, akun Triomacan juga memeras. Dimulai dengan cuitan yang memojokkan, diikuti negosiasi tarif dengan korban yang ketakutan, dan diakhiri dengan pembayaran.

Pada November 2014 barulah komplotan ini digulung polisi setelah melakukan pemerasan kepada seseorang dengan tuntutan Rp 300 juta untuk menghapus cuitan yang mereka buat sebelumnya. Empat pengelola akun tersebut ditangkap dan belakangan divonis bersalah.

Entah kenapa aparat menunggu begitu lama untuk bertindak setelah bertahun-tahun Triomacan meracuni masyarakat dengan hoax dan fitnah. Antara 2012 sampai 2014, fitnah keji dan berita palsu begitu maraknya sehingga sudah dianggap biasa dan orang bisa dengan enteng menyebarkanluaskan tanpa rasa rikuh sedikit pun.

QAnon, “Triomacan” ala Amerika, Mulai Runtuh Bersama Trump

Pengelola akun Triomacan2000 Raden Nuh (kiri) dan Edi Syahputra (kanan), 3 Nov. 2014. (Antara)


Bahaya
Kebohongan yang terus-menerus akan dipercaya sebagai “fakta alternatif” dan menimbulkan bahaya laten jika dibiarkan.

Teori tentang the Storm yang sudah beredar luas selama berbulan-bulan sebelum pelantikan diyakini menjadi salah satu pemicu kerusuhan di Gedung Capitol yang menewaskan lima orang pada 6 Januari lalu. Tanggal itu bahkan disebut oleh para pengikut QAnon sebagai “Independence Day”.

Dan memang terbukti di antara para perusuh banyak yang tanpa takut memakai atribut QAnon dan menyebarkan foto serta video aksi mereka di media sosial.

Siapa pun warga Amerika yang waras dan menggunakan akal sehat akan tahu bahwa menyerang anggota Kongres yang sedang bersidang menjalankan amanat konstitusi untuk menetapkan hasil pemilihan presiden adalah tindakan makar.

Juga, belum pernah terjadi sebelumnya gedung legislatur itu diserbu sejak zaman perang melawan Inggris.

Contoh lain, terjadinya genosida atau pembunuhan dan pengusiran terhadap kelompok Muslim Rohingya di Myanmar pada 2017 dipicu oleh rangkaian kabar bohong di Facebook Messenger, menurut penyelidikan PBB.

Twitter sudah menghapus 70.000 akun para pendukung QAnon, demikian juga Facebook, Instagram, dan YouTube ikut memberangus atau memblokir konten-konten teori konspirasi tidak bertanggung jawab.

Bahkan di negara yang mengagungkan kebebasan berbicara dan berpendapat seperti Amerika, kebohongan dan fitnah tidak akan diberi tempat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Berbagai Sumber

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hubungi Putin, Biden Ancam Sanksi jika Rusia Serang Ukraina

Joe Biden akan memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Rusia dan bank-banknya dapat terkena sanksi ekonomi terberat jika menyerang Ukraina.

DUNIA | 7 Desember 2021

Omicron, Malaysia Perketat Jalur Perjalanan Vaksinasi

Wisatawan yang memasuki Malaysia melalui jalur perjalanan yang divaksinasi mulai Rabu besok, harus menjalani tes Covid-19 selama enam hari.

DUNIA | 7 Desember 2021

IMF Sebut Momentum Pertumbuhan Tiongkok Melambat

Pemerintah Tiongkok memiliki peran penting dalam ekonomi global saat pulih dari Covid-19, tetapi pertumbuhannya kini melambat.

DUNIA | 7 Desember 2021

Lapas di Burundi Terbakar, 38 Napi Tewas

Sedikitnya 38 narapidana (napi) tewas dan puluhan lainnya cedera saat penjara utama di ibu kota Burundi, Gitega, dilalap api.

DUNIA | 7 Desember 2021

Swiss Kerahkan Tentara untuk Tangani Lonjakan Covid-19

Swiss kembali mengerahkan 2.500 tentara untuk membantu pemerintah daerah menangani pandemi Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Selandia Baru Tak Kirim Pejabat ke Olimpiade Beijing

Selandia Baru tidak akan mengirimkan perwakilan diplomatik setingkat menteri ke Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari 2022.

DUNIA | 7 Desember 2021

Polisi di Kenya Mengamuk, 6 Tewas Ditembak

Seorang polisi Kenya mengamuk di ibu kota Nairobi, menembak mati enam orang, dan kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas.

DUNIA | 7 Desember 2021

Pewaris Takhta Kerajaan Belanda Amalia Ulang Tahun Ke-18

Putri Amalia, yang merupakan pewaris takhta kerajaan Belanda, pada Selasa (7/12/2021) berulang tahun yang ke-18.

DUNIA | 7 Desember 2021

Junta: Penjarakan Suu Kyi Bukti Tak Ada yang Kebal Hukum

Memenjarakan Aung San Suu Kyi menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum dan panglima militer telah meringankan hukumannya.

DUNIA | 7 Desember 2021

Inggris Belum Putuskan Kirim Utusan ke Olimpiade Beijing

Inggris belum mengambil keputusan apakah akan mengirim perwakilan pemerintah menghadiri Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

DUNIA | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Gelombang Ketiga Covid-19


# Investor Milenial


# Darmawan Prasodjo


# Houston Rockets


# Massindo Group



TERKINI
Holding Danareksa Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Holding Danareksa Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

EKONOMI | 52 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings