Di WEF, Presiden Afsel Kritik Negara Kaya yang Menimbun Vaksin
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Di WEF, Presiden Afsel Kritik Negara Kaya yang Menimbun Vaksin

Selasa, 26 Januari 2021 | 19:26 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

Johannesburg, Beritasatu.com - Dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Selasa (26/1/2021), memperingatkan negara-negara kaya agar berhenti menimbun kelebihan vaksin Covid-19 yang telah mereka pesan tidak langsung terpakai.

“Kami memerlukan, mereka yang telah menimbun vaksin agar melepaskan sehingga negara lain bisa dapat,” kata Ramaphosa dalam pidatonya pada pertemuan virtual WEF, Selasa (26/1/2021).

“Negara-negara kaya di dunia keluar dan memperoleh vaksin dalam jumlah besar. Beberapa negara bahkan mendapatkan empat kali lipat dari kebutuhan populasi mereka dengan mengesampingkan negara-negara lain,” lanjutnya.

Ramaphosa yang saat ini memimpin Uni Afrika, menyatakan negara-negara Afrika menginginkan akses vaksin secepatnya seperti negara lain. Afsel menjadi negara yang paling terpukul parah wabah Covid-19 di Afrika. Benua itu saat ini berjuang mengamankan kecukupan vaksin untuk memulai program vaksinasi kepada 1,3 miliar warganya. “Kita semua tidak ada yang aman jika beberapa negara memvaksinasi warga mereka dan negara-negara lain tidak melakukan vaksinasi,” katanya.

“Kita semua harus bertindak bersama dalam melawan virus corona,” tambah Ramaphosa.

Pada akhir 2020, Pusat Inovasi Kesehatan Global Duke di Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat (AS) menyatakan orang-orang di negara berpenghasilan rendah kemungkinan tetap harus menunggu alokasi vaksin sampai 2023 atau 2024.

Berdasarkan data lembaga itu, negara-negara kaya telah terlebih dulu menimbun alokasi awal vaksin Covid-19. Sebut saja, tiga produsen vaksin yang termaju yaitu AstraZeneca (AZ), Pfizer, dan Moderna diperkirakan akan memiliki total kapasitas produksi sebanyak 5,3 juta dosis untuk 2021. Artinya, total vaksin dari ketiga perusahaan itu bisa mencakup antara 2,6 miliar dan 3,1 miliar orang tergantung vaksin AZ diberikan dalam dua atau 1,5 dosis.

Vaksin lainnya, Sputnik V, yaitu buatan perusahaan Rusia bersama Pusat Nasional Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Moskwa bisa mencakup 500 juta orang per tahun di luar Rusia mulai 2021, berdasarkan Dana Investasi Langsung Rusia sebagai pendukung pembuatan vaksin tersebut. Sayangnya, sebagian besar kapasitas vaksin pada 2021 sudah dipesan negara-negara tertentu. Uni Eropa (UE) yang beranggotakan 27 negara bersama lima negara kaya lainnya telah memesan (pre-order) sekitar setengah dari produksi vaksin tersebut. Padahal, negara-negara itu hanya meliputi 13% dari populasi global.



Sumber: Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Putin Akan Berpidato di WEF Rabu

Penampilan Putin kemungkinan mendapat kritik saat Barat mempertimbangkan kemungkinan sanksi baru terhadap Rusia atas perlakuannya terhadap kritikus Kremlin.

DUNIA | 26 Januari 2021

Presiden WEF: Bergabungnya Pemerintahan Biden dengan Komunitas Global Diterima Baik

Hubungan AS-Tiongkok sebagai satu-satunya tantangan geopolitik bagi pemerintahan Biden.

DUNIA | 26 Januari 2021

Hampir 3.000 WNI di Luar Negeri Terjangkit Covid-19

Dari jumlah tersebut, yang masih dirawat sebanyak 687 WNI, yang sudah sembuh 2.090, dan yang meninggal dunia 171.

DUNIA | 26 Januari 2021

Australia Sita Alat Tangkap Nelayan Indonesia di Laut Timor

Biasanya kapal Australia menggiring perahu nelayan Indonesia kemudian dibakar.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Greta Thunberg Sindir Para Peserta WEF 2021

Kepada para pemimpin dunia yang menggelar pertemuan daring Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2021, Thunberg menyindir dan menagih janji tindakan nyata.

DUNIA | 26 Januari 2021

WEF: Pandemi Covid-19 Mengancam Kesetaraan Gender

Forum Ekonomi Dunia (WEF) memperingatkan pencapaian kesetaraan gender terancam pandemi Covid-19.

DUNIA | 26 Januari 2021

Liga Arab Dukung Penuh Pemerintah Baru Yaman

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit pada Senin (24/1) mengonfirmasi dukungan penuh untuk pemerintah baru Yaman yang diakui Arab Saudi.

DUNIA | 26 Januari 2021

DPR AS Kirim Pasal Pemakzulan Trump ke Senat

Jika terbukti menyulut pemberontakan terhadap pemerintah, maka Trump tidak akan bisa menjadi presiden lagi.

DUNIA | 26 Januari 2021

Presiden Xi Jinping Ajak Dunia Bersatu dan Kerja Sama

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajak komunitas internasional untuk bersatu dan bekerja sama.

DUNIA | 26 Januari 2021

Survei: Dukungan Rakyat Jepang untuk PM Suga Hanya Tersisa 33%

Peringkat persetujuan rakyat untuk kabinet pemerintah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga turun menjadi hanya 33%.

DUNIA | 26 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS