Senin, 7 Agustus 2023

Tindakan Militer Myanmar Langgar Piagam ASEAN

Penulis: Natasa Christy Wahyuni | Editor: EHD
Selasa, 2 Februari 2021 | 17:08 WIB
Wakil Indonesia untuk Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Pemerintah ASEAN (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) Yuyun Wahyuningrum.
Wakil Indonesia untuk Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Pemerintah ASEAN (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) Yuyun Wahyuningrum. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Indonesia untuk Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR), Yuyun Wahyuningrum, menyatakan tindakan militer Myanmar telah melanggar prinsip yang terkandung dalam Piagam ASEAN. Meskipun, Piagam ASEAN tidak mengakomodasi pemberian sanksi bagi anggota yang tidak patuh, tapi pelanggaran tetap bisa dibahas dalam pertemuan atau KTT ASEAN.

“Ada provision (ketentuan) yang menyatakan bahwa setiap pelanggaran Piagam ASEAN bisa dibicarakan di KTT ASEAN,” kata Yuyun saat dihubungi Beritasatu di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Yuyun mengecam keras atas terjadinya penangkapan dan penahanan terhadap Penasihat Negara, Daw Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint, para pemimpin politik dan aktivis HAM pada pembukaan hari pertama Parlemen baru di Myanmar, Senin (01/02/2021).

Tindakan tersebut dilanjutkan dengan pengambilalihan kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif oleh militer dan mendeklarasikan negara dalam keadaan darurat selama satu tahun.

Yuyun mendesak militer Myanmar mematuhi norma-norma demokrasi dan menerapkan dialog yang damai dalam mencari solusi dari setiap perbedaan pendapat, termasuk dalam menyelesaikan perselisihan hasil pemilu yang telah dilaksanakan pada November 2020.

“Tindakan kudeta ini tidak hanya melanggar prinsip-prinsip ASEAN berkenaan dengan penegakkan pemerintahan yang konstitusional tetapi juga telah merusak proses demokratisasi yang telah susah payah diusahakan sejak 2011 di Myanmar,” kata Yuyun.

Menurutnya, sebagai anggota ASEAN, Myanmar berkewajiban untuk mematuhi prinsip-prinsip dalam Piagam ASEAN. Salah satunya, setiap negara anggota harus “mematuhi aturan hukum,  pemerintahan yang baik, prinsip demokrasi dan pemerintahan konstitusional” (Pasal 2.2.(h)).

Terkait sikap Indonesia, Yuyun mengatakan hal paling konkret adalah pemerintah Indonesia melakukan pengawasan terkait perkembangan di Myanmar baik lewat Kedutaan Besar RI di Yangon atau platform ASEAN.  “Utamanya mengawasi langkah-langkah yang akan dilakukan Myanmar,” kata Yuyun.

Yuyun menambahkan semua pihak terkait harus memprioritaskan kepentingan rakyat Myanmar akan adanya rasa aman, terutama dalam situasi pandemic saat ini. Dia mendesak pihak terkait juga dapat menahan diri dari kemungkinan melakukan kekerasan dan pelanggaran HAM dan kebebasan fundamental. [Natasia Christy Wahyuni]



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKINI

Raffi Ahmad Takut Adiknya Diperlakukan Kasar oleh Jeje Govinda

LIFESTYLE 13 menit yang lalu
1060862

Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya

MEGAPOLITAN 23 menit yang lalu
1060857

BAF Lions Run 2023, Ajang Lari Amal Galang Donasi Entaskan Kelaparan

SPORT 1 jam yang lalu
1060856

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 2 jam yang lalu
1060855

PMN Dibatalkan, Waskita Kembalikan Uang Negara Rp 3 Triliun

EKONOMI 3 jam yang lalu
1060854

Pengasuh Ponpes Kauman Puji Kepemimpinan Ganjar sebagai Gubernur Jateng

NUSANTARA 3 jam yang lalu
1060840

Wisata Taman Rekreasi Pesawat, Nikmati Detik-Detik Pesawat Terbang dan Kuliner Seru

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1060853

Hasil Newcastle United vs Villarreal: The Magpies Menang Telak 4-0

SPORT 5 jam yang lalu
1060861

Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti

SPORT 5 jam yang lalu
1060859

Hasil Man Utd vs Athletic Bilbao 1-1: Pellistri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

SPORT 5 jam yang lalu
1060858
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno