2 Pengacara, 3 Presenter Fox Digugat Rp 38 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

2 Pengacara, 3 Presenter Fox Digugat Rp 38 Triliun

Jumat, 5 Februari 2021 | 09:37 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta. “Bumi itu bulat, dua tambah dua sama dengan empat, Joe Biden dan Kamala Harris menang pemilihan 2020 sebagai presiden dan wakil presiden -- ini semua adalah fakta.”

Kutipan di atas adalah bagian dari gugatan perusahaan teknologi pemungutan suara Smartmatic terhadap dua pengacara dan tiga presenter televisi berita Fox News yang telah melancarkan kampanye bohong tentang kecurangan pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Gugatannya tidak main-main, dengan tuntutan ganti rugi US$ 2,7 miliar atau setara Rp 38 triliun dan bisa berlangsung hingga lima tahun.

Para tergugat adalah mantan pengacara Donald Trump, Rudy Giuliani dan Sidney Powell, yang berulang kali mengatakan -- tanpa bukti kuat -- bahwa mesin penghitung suara telah dimodifikasi untuk menambah perolehan suara Biden.

Selain itu juga tiga presenter Fox News -- Lou Dobbs, Maria Bartiromo, dan Jeanine Pirro -- yang kerap mengamplifikasi para pengacara itu dan menyampaikan narasi pemilu curang dengan pernyataan yang sumir dan jelas-jelas sangat pro-Trump.

Fox News secara lembaga juga menjadi tergugat.

"Kami tidak punya pilihan," kata Antonio Mugica, kepala eksekutif dan pendiri Smartmatic.

"Kampanye disinformasi yang dilancarkan terhadap kami sifatnya merusak. Bagi kami, ini hal krusial sehingga harus mengambil tindakan,” imbuhnya.

Gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Negara Bagian New York, Kamis (4/2/2021) waktu setempat.

Pengacara dan presenter televisi yang digugat memang sering menyebarkan narasi bahwa kemenangan Trump telah dicuri.

"Mereka butuh penjahatnya. Mereka butuh seseorang untuk disalahkan. Mereka butuh seseorang yang bisa dijadikan sasaran kebencian orang lain. Dongeng tentang kebaikan versus kejahatan, yang bisa membangkitkan kemarahan publik, hanya bisa disampaikan jika si pendongeng dapat menghadirkan tokoh jahat,” bunyi gugatan tersebut.

"Karena tidak ada tokoh jahatnya, para tergugat ini kemudian merekayasa. Para tergugat memutuskan untuk menjadikan Smartmatic sebagai tokoh jahat dalam dongeng mereka."

Gugatan itu menyebutkan bahwa para presenter Fox “dimotivasi sebagian oleh keinginan untuk menambah rating, untuk memuaskan individu dan perusahaan yang mendukung Presiden Trump, dan untuk mencegah hengkangnya pemirsa ke televisi lain seperti OAN dan Newsmax”.

Tanggapan Tergugat
Dalam pernyataannya, Fox News membela liputannya tentang pemilihan presiden 2020.

"FOX News Media bertekad menyampaikan konteks penuh setiap berita dengan laporan yang mendalam dan opini yang jelas. Kami bangga dengan liputan pemilihan presiden 2020 kami dan akan membela diri dengan gigih di pengadilan melawan gugatan tanpa dasar ini," kata juru bicara stasiun televisi itu.

Powell, pengacara kontroversial yang pernah mengatakan mesin suara direkayasa untuk mengalihkan suara Trump ke Biden, menjawab sinis.

Menurutnya, gugatan ini “hanyalah manuver politik lainnya yang dimotivasi oleh kelompok kiri radikal dan tidak berbasis fakta atau hukum”.

Giuliani bahkan menjawab dengan gagah.

"Gugatan Smartmatic ini merupakan kesempatan emas untuk buka-bukaan. Saya tidak sabar menunggu sidang dengan mereka," bunyi pernyataan Giuliani, yang juga mantan wali kota New York.

Ini bukan gugatan pertama bagi dua pengacara tersebut terkait pilpres kemarin.

Perusahaan mesin hitung suara Dominion Voting Systems juga melayangkan gugatan dengan tuntutan ganti rugi sangat besar kepada Giuliani dan Powell.

Smartmatic
Teori konspirasi pendukung Trump menyebut bahwa Dominion menggunakan perangkat lunak Smartmatic dalam penghitungan suara pemilihan presiden.

Fox News beberapa kali menayangkan talk show yang mengaitkan perusahaan itu dengan mantan Presiden Venezuela Hugo Chávez yang sudah meninggal.

Selain itu, Dominion dan Smartmatic dituduh bekerja sama “mengekspor” suara untuk dihitung di negara lain, tuduhan yang sangat absurd dan tanpa bukti satu pun.

Faktanya, Smartmatic hanya digunakan di Los Angeles County.

Smartmatic sebelumnya juga sudah menegaskan tidak ada kerja sama dengan Dominion karena mereka adalah kompetitor.

Dalam gugatan setebal hampir 300 halaman, Smartmatic merinci satu per satu teori konspirasi yang merusak namanya.

Pengacara perusahaan Erik Connolly mengatakan kasus ini sangat lempang dan mudah, karena perangkat lunak perusahaan hanya dipakai di Los Angeles County dan itu saja sudah mementahkan semua teori tentang kecurangan masif di seluruh Amerika.

"Hanya dengan mengatakan bahwa Smartmatic digunakan di Los Angeles County saja dan bukan di tempat lain, saya sudah bisa membuktikan bahwa mereka bohong atas semua yang mereka katakan – cukup dengan satu fakta penting ini," kata Connolly.

"Saya sudah menggeluti bidang ini sangat lama dan tampaknya ini bakal menjadi salah satu cara pembuktian paling mudah yang pernah saya hadapi," imbuhnya.

Menurut Smartmatic, kampanye bohong terkait pilpres telah mengganggu bisnisnya di seluruh dunia, memicu gelombang ancaman bagi para staf perusahaan, dan berkontribusi pada penurunan sebesar US$ 767,4 juta pada proyeksi laba dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, perusahaan harus mengeluarkan dana tambahan US$ 350.000 untuk biaya pengamanan karyawan, dan tambahan US$ 5 juta untuk menambah pengamanan dari serangan siber ke situs perusahaan.

Induk perusahaan Smartmatic memperkirakan kerugian total sedikitnya US$ 2,7 milar.



Sumber: CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi dan PM Malaysia Bahas Perlindungan Pekerja Migran

Malaysia merupakan salah satu mitra penting Indonesia, baik dari sisi perdagangan, investasi, pariwisata dan sosial budaya.

NASIONAL | 5 Februari 2021

Siang Ini, Jokowi Bertemu PM Malaysia di Istana Merdeka

Kunjungan PM Malaysia akan menjadi kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat PM Malaysia pada Maret 2020.

NASIONAL | 5 Februari 2021

Separuh Penduduk Afganistan Butuh Bantuan Kemanusiaan

Separuh dari warga Afganistan membutuhkan bantuan kemanusiaan, tetapi kekerasan yang meningkat mencegah pengiriman.

DUNIA | 5 Februari 2021

Untuk Warga Usia Lebih 65 Tahun, Norwegia Tak Akan Tawarkan Vaksin Astrazeneca

Norwegia tidak akan menawarkan vaksin Astrazeneca melawan Covid-19 kepada individu yang berusia di atas 65 tahun.

DUNIA | 5 Februari 2021

Trump Tolak Hadiri Sidang Pemakzulannya

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak hadir dalam sidang pemakzulannya.

DUNIA | 5 Februari 2021

DPR Amerika Hukum Legislator Pendukung QAnon

Greene pernah memberi tanda suka pada unggahan di media sosial untuk melarang Muslim menjadi pejabat pemerintah AS.

DUNIA | 5 Februari 2021

Astaga! Virus Corona Sudah Punya 4.000 Varian

Temuan virus corona baru di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil belum seberapa karena dunia kini sedang menghadapi sekitar 4.000 varian Covid-19.

DUNIA | 5 Februari 2021

DK PBB Serukan Pembebasan Suu Kyi

Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pembebasan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan pejabat lainnya yang ditahan oleh militer.

DUNIA | 5 Februari 2021

Angka Kematian Akibat Covid-19 di AS Tembus 450.000

Angka kematian akibat virus corona atau Covid-19 di Amerika Serikat (AS) melampaui 450.000 kasus pada Kamis (4/2)

DUNIA | 5 Februari 2021

Dari Covax, Taiwan Dapat Jatah 1,3 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Taiwan akan mendapatkan jatah 1,3 juta dosis vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Astrazeneca dari program vaksin global Covax.

DUNIA | 5 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS