AS Laporkan Temuan Logam Berat Beracun pada Makanan Bayi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AS Laporkan Temuan Logam Berat Beracun pada Makanan Bayi

Jumat, 5 Februari 2021 | 12:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Penyelidik Kongres Amerika Serikat (AS) menemukan "tingkat berbahaya logam berat beracun" dalam makanan bayi tertentu. Kandungan logam itu dapat menyebabkan kerusakan neurologis.

Seperti dikutip Reuters, dalam laporan yang dirilis pada Kamis (4/2), sub-komite Pengawas Kongres menyerukan standar baru dan persyaratan pengujian.

Panel memeriksa produk yang dibuat oleh Nurture Inc, Hain Celestial Group Inc, Beech-Nut Nutrition and Gerber, satu unit dari Nestle. Panel menambahkan bahwa "sangat prihatin" bahwa Walmart Inc, Campbell Soup Co, dan Sprout Organic Foods menolak untuk bekerja sama dengan investigasi.

Menurut Euromonitor, pasar makanan bayi AS diperkirakan bernilai US$ 8 miliar (Rp 112 triliun) pada tahun 2020.

Laporan tersebut menyatakan standar internal perusahaan "mengizinkan tingkat tinggi yang berbahaya dari logam berat beracun. Dokumen mengungkapkan bahwa produsen sering menjual makanan yang melebihi tingkat tersebut."

Laporan tersebut mendesak regulator AS untuk menetapkan tingkat maksimum logam berat beracun yang diizinkan dalam makanan bayi dan mewajibkan produsen untuk menguji produk jadi untuk logam berat, tidak hanya bahan-bahannya. Sementara perusahaan makanan bayi menyatakan mereka berupaya untuk mengurangi kadar logam yang terjadi secara alami dalam makanan. produk.

Perwakilan Raja Krishnamoorthi, anggota Demokrat yang memimpin panel yang merilis laporan tersebut, mengatakan bahwa mereka menemukan produsen ini dengan sengaja menjual makanan bayi yang mengandung logam berat beracun tingkat tinggi.

“Sudah waktunya kita mengembangkan standar yang jauh lebih baik demi generasi mendatang,” ujarnya.

Seorang juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) menyatakan badan tersebut mencatat unsur-unsur beracun ada di lingkungan dan masuk ke pasokan makanan melalui tanah, air atau udara.

“Karena mereka tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, tujuan kami adalah untuk mengurangi paparan unsur-unsur beracun dalam makanan semaksimal mungkin,” kata FDA.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Soal Perang di Yaman, AS Tak Lagi Dukung Saudi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (4/2) menghentikan dukungan AS untuk serangan militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

DUNIA | 5 Februari 2021

Denmark Akan Bangun Pulau Energi Pertama

Denmark akan membangun satu proyek pulau energi raksasa di Laut Utara yang akan menyediakan energi hingga tiga juta rumah tangga

DUNIA | 5 Februari 2021

2 Pengacara, 3 Presenter Fox Digugat Rp 38 Triliun

Satu per satu penyebab polusi berita bohong dan disinformasi mulai disikat.

DUNIA | 5 Februari 2021

Jokowi dan PM Malaysia Bahas Perlindungan Pekerja Migran

Malaysia merupakan salah satu mitra penting Indonesia, baik dari sisi perdagangan, investasi, pariwisata dan sosial budaya.

NASIONAL | 5 Februari 2021

Siang Ini, Jokowi Bertemu PM Malaysia di Istana Merdeka

Kunjungan PM Malaysia akan menjadi kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat PM Malaysia pada Maret 2020.

NASIONAL | 5 Februari 2021

Separuh Penduduk Afganistan Butuh Bantuan Kemanusiaan

Separuh dari warga Afganistan membutuhkan bantuan kemanusiaan, tetapi kekerasan yang meningkat mencegah pengiriman.

DUNIA | 5 Februari 2021

Untuk Warga Usia Lebih 65 Tahun, Norwegia Tak Akan Tawarkan Vaksin Astrazeneca

Norwegia tidak akan menawarkan vaksin Astrazeneca melawan Covid-19 kepada individu yang berusia di atas 65 tahun.

DUNIA | 5 Februari 2021

Trump Tolak Hadiri Sidang Pemakzulannya

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak hadir dalam sidang pemakzulannya.

DUNIA | 5 Februari 2021

DPR Amerika Hukum Legislator Pendukung QAnon

Greene pernah memberi tanda suka pada unggahan di media sosial untuk melarang Muslim menjadi pejabat pemerintah AS.

DUNIA | 5 Februari 2021

Astaga! Virus Corona Sudah Punya 4.000 Varian

Temuan virus corona baru di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil belum seberapa karena dunia kini sedang menghadapi sekitar 4.000 varian Covid-19.

DUNIA | 5 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS