Presiden Afsel Disuntik Vaksin Covid-19 J&J
Logo BeritaSatu

Presiden Afsel Disuntik Vaksin Covid-19 J&J

Kamis, 18 Februari 2021 | 09:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Cape Town, Beritasatu.com- Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) pada Rabu (17/2). Seperti dilaporkan RT, presiden mendapatkan suntikan vaksin J&J saat negara kembali menggunakan vaksin Astrazeneca.

Ramaphosa bergabung dengan ribuan petugas perawatan kesehatan yang mengambil bagian dalam uji coba untuk menguji keefektifan vaksin dosis tunggal terhadap varian virus lokal.

Presiden Cyril Ramaphosa mendesak sesama warga Afrika Selatan untuk maju dan mendapatkan vaksin Covid-19 ketika giliran mereka dalam video daring dirinya menerima suntikan pada Rabu (17/2).

Ramaphosa menggambarkan prosedur tersebut sebagai "cepat, mudah dan tidak terlalu menyakitkan". Dia mengaku, menerima vaksin untuk membantu "menghilangkan ketakutan yang mungkin orang miliki" atas vaksinasi Covid-19.

Inokulasi tersebut menjadikan presiden salah satu orang pertama yang menerima vaksin Johnson & Johnson di luar kondisi uji klinis.

Dalam serangkaian Twitter pada Rabu (17/2), Ramaphosa mengumumkan bahwa gelombang pertama vaksin Johnson & Johnson telah tiba di Afrika Selatan. Vaksin akan diberikan, seperti yang direncanakan, kepada petugas kesehatan di kemudian hari.

Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson, yang belum disetujui untuk digunakan secara luas di mana pun di dunia, awalnya akan digunakan sebagai bagian dari uji coba di mana tidak ada plasebo yang diberikan. Sejauh ini, lebih dari 380.000 petugas kesehatan di Afrika Selatan telah mendaftar untuk menerima suntikan tersebut.

Keputusan untuk mulai menggunakan vaksin Johnson & Johnson datang saat negara tersebut berupaya menurunkan 1 juta dosis Astrazeneca-nya. Pretoria menolak vaksin Astrazeneca pada awal Februari setelah penelitian skala kecil yang dipimpin oleh universitas di Afrika Selatan menyatakan bahwa jab tidak efektif melawan varian dominan Covid-19 di negara tersebut.

Astrazeneca telah mempertanyakan ketelitian penelitian di mana tidak satu pun dari 2.000 peserta dirawat di rumah sakit dengan gejala parah atau meninggal. Tetapi 39 orang akhirnya tertular virus yakni 19 dari kelompok vaksin dan 20 dari kelompok plasebo. Studi tersebut mendorong Pretoria untuk menghentikan peluncuran vaksin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Google Akhirnya Setuju Bayar Konten Berita News Corp

Google akhirnya telah setuju untuk membayar News Corp Rupert Murdoch untuk konten dari situs berita di seluruh kerajaan medianya.

DUNIA | 18 Februari 2021

PBB Serukan Pembentukan Satgas Vaksinasi Global

Antonio Guterres pada Rabu (17/2) meminta negara-negara terbesar dunia untuk membentuk satuan tugas guna mengoordinasikan rencana vaksinasi Covid-19 global.

DUNIA | 18 Februari 2021

Pengacara Suu Kyi: Kami Berharap yang Terbaik, dan Bersiap yang Terburuk

Pengacara Aung San Suu Kyi mengatakan pada Rabu (17/2) bahwa dia sedang mempersiapkan yang terburuk dalam persidangan.

DUNIA | 18 Februari 2021

Akibat Covid-19, Wapres Zanzibar Meninggal

Wakil Presiden Zanzibar, Seif Sharif Hamad meninggal dunia pada Rabu (17/2) akibat Covid-19

DUNIA | 18 Februari 2021

Pangeran Philip Dirawat di RS London

Pangeran Philip yang bergelar Duke of Edinburgh dirawat di rumah sakit kota London, Inggris

DUNIA | 18 Februari 2021

Biden Dorong Paket Ekonomi Besar-besaran

Biden mencari dukungan untuk paket penyelamatan ekonomi senilai US$ 1,9 triliun.

DUNIA | 18 Februari 2021

Penyiar Radio Kontroversial Rush Limbaugh Meninggal

Ia mungkin satu-satunya triliuner yang menghasilkan uang dari pekerjaan sebagai penyiar radio.

DUNIA | 18 Februari 2021

Biden Tabu Sebut Nama Trump, ini Alasannya

Presiden dan para pembantu dekatnya secara umum tidak menyebut nama Trump ketika membuat pernyataan ke publik.

DUNIA | 17 Februari 2021

Demonstran Myanmar Lakukan Protes Terbesar Sejak Kudeta

Pengunjuk rasa anti-kudeta Myanmar kembali ke jalanan dengan kekuatan terbesar pada Rabu (17/2/2021).

DUNIA | 17 Februari 2021

Konsulat RI di Tawau Pulangkan 8 WNI Asal Nunukan

WNI asal Nunukan itu sempat dibawa pihak Polisi Malaysia ketika speedboat yang mereka tumpangi bersenggolan dengan speedboat Polisi Malaysia.

DUNIA | 17 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS