AS Sita 10 Juta Masker N95 Palsu
Logo BeritaSatu

AS Sita 10 Juta Masker N95 Palsu

Kamis, 18 Februari 2021 | 12:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Agen federal Amerika Serikat (AS) telah menyita lebih dari 10 juta masker N95 merek 3M palsu dalam beberapa pekan terakhir. Seperti dilaporkan AP, Kamis (18/2), masker palsu yang dijual di setidaknya lima negara bagian ke rumah sakit, fasilitas medis, dan lembaga pemerintah.

Penyitaan terbaru terjadi Rabu (17/2) ketika agen Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengungkap penyimpanan ratusan ribu masker 3M palsu di gudang Pantai Timur yang akan didistribusikan.

Penyidik juga memberi tahu sekitar 6.000 calon korban di setidaknya 12 negara bagian termasuk rumah sakit, fasilitas medis, dan lainnya. Mereka mungkin tanpa sadar membeli barang tiruan.

Aparat mendesak para korban untuk berhenti menggunakan masker kelas medis. Para pejabat mendorong pekerja medis dan perusahaan untuk mengunjungi situs web 3M untuk mendapatkan tip tentang cara mengenali barang palsu.

“Tidak hanya memberikan rasa aman yang palsu, betapa berbahaya individu yang terekspos tanpa alat pelindung apa pun? Barang itu tidak memiliki kegunaan apapun,” kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Ali Mayorkas tentang masker palsu itu.

Menurut pejabat, masker tidak datang melalui distributor reguler 3M, mereka berasal dari luar rantai pasokan normal. Tetapi rumah sakit dan kelompok medis semakin melakukan rutinitas pembelian normal selama kekurangan masker dalam pandemi global. Penipuan memanfaatkan kepanikan atas masker yang langka.

Masker palsu tidak diuji untuk melihat apakah memenuhi standar N95 yang ketat dan dapat membahayakan pekerja medis garis depan jika digunakan saat merawat pasien dengan Covid-19.

Hampir setahun setelah pandemi, penipuan tetap menjadi masalah utama karena penipu berusaha mengeksploitasi rumah sakit dan orang Amerika yang putus asa. Penyelidik federal mengatakan mereka telah melihat peningkatan situs internet palsu yang mengaku menjual vaksin serta obat palsu yang diproduksi di luar negeri dan penipuan yang melibatkan alat pelindung diri.

Skema tersebut menghasilkan produk palsu, tidak seperti sebelumnya dalam pandemi ketika penipu lebih fokus pada pelanggan yang menipu.

3M, yang berbasis di Maplewood, Minnesota, adalah salah satu produsen masker N95 global terbesar, yang telah disetujui oleh Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS.

Masker N95 dianggap sebagai standar emas dalam perlindungan terhadap virus corona. Perusahaan mengirimkan sekitar 2 miliar masker N95 pada tahun 2020 ketika pandemi meningkat. Tetapi pada bulan-bulan sebelumnya, ketika persediaan masker berkurang, penipu mengambil banyak keuntungan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

UEA Izinkan Boeing 737 Max Mengangkasa

Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) mengizinkan pesawat jet Boeing 737 Max untuk mengangkasa lagi di wilayah udaranya.

DUNIA | 18 Februari 2021

Meskipun Langgar HAM, Mesir Bisa Beli Senjata AS

Amerika Serikat (AS) menjual senjata senilai US$ 197 juta (Rp 2,76 triliun) ke Mesir meskipun ada pelanggaran hak asasi manusia.

DUNIA | 18 Februari 2021

Hitungan 30 Detik, Hotel dan Kasino Trump Ambruk Jadi Puing dan Debu

Serangkaian ledakan cepat membuat bekas hotel dan kasino di Gedung Trump Plaza, Atlantic City, New Jersey menjadi tumpukan puing setinggi 24.384 meter,

DUNIA | 18 Februari 2021

Facebook Larang Pengguna Australia Baca dan Berbagi Berita

Pengguna Facebook Australia akan dilarang membaca, memposting, dan berbagi berita.

DUNIA | 18 Februari 2021

Enggak Adil! 10 Negara Gunakan 75% dari Semua Vaksin Covid-19

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres telah mengkritik tajam distribusi vaksin Covid-19 yang “sangat tidak merata dan tidak adil”.

DUNIA | 18 Februari 2021

Presiden Afsel Disuntik Vaksin Covid-19 J&J

Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) pada Rabu (17/2).

DUNIA | 18 Februari 2021

Google Akhirnya Setuju Bayar Konten Berita News Corp

Google akhirnya telah setuju untuk membayar News Corp Rupert Murdoch untuk konten dari situs berita di seluruh kerajaan medianya.

DUNIA | 18 Februari 2021

PBB Serukan Pembentukan Satgas Vaksinasi Global

Antonio Guterres pada Rabu (17/2) meminta negara-negara terbesar dunia untuk membentuk satuan tugas guna mengoordinasikan rencana vaksinasi Covid-19 global.

DUNIA | 18 Februari 2021

Pengacara Suu Kyi: Kami Berharap yang Terbaik, dan Bersiap yang Terburuk

Pengacara Aung San Suu Kyi mengatakan pada Rabu (17/2) bahwa dia sedang mempersiapkan yang terburuk dalam persidangan.

DUNIA | 18 Februari 2021

Akibat Covid-19, Wapres Zanzibar Meninggal

Wakil Presiden Zanzibar, Seif Sharif Hamad meninggal dunia pada Rabu (17/2) akibat Covid-19

DUNIA | 18 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS