Sanksi AS Picu Kerugian Rp 14.070 Triliun pada Ekonomi Iran
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sanksi AS Picu Kerugian Rp 14.070 Triliun pada Ekonomi Iran

Senin, 22 Februari 2021 | 09:09 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Teheran, Beritasatu.com- Sanksi sepihak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) menyebabkan kerugian senilai US$ 1 triliun (Rp 14.070 triliun) pada ekonomi Iran.

Seperti Al Jazeera, Minggu (21/2), Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan, setelah AS mencabut sanksi dan bergabung kembali dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), atau juga dikenal dengan sebutan kesepakatan nuklir Iran, pemerintah Teherean akan mengharapkan beberapa bentuk kompensasi.

"Ketika kami bertemu, kami akan menekankan kompensasi," kata Zarif kepada jaringan berita milik negara Iran PressTV dalam wawancara selama satu jam.

Diplomat itu mengatakan dari penandatangan lain kesepakatan nuklir, China dan Rusia telah menjadi "teman" Iran selama era sanksi.

“Apakah kompensasi tersebut akan berbentuk reparasi, atau apakah dalam bentuk investasi, atau apakah dalam bentuk tindakan untuk mencegah terulangnya apa yang dilakukan Trump,” kata Zarif mengacu pada mantan presiden AS Donald Trump.

Secara sepihak, Trump meninggalkan kesepakatan nuklir pada 2018 dan menjatuhkan sanksi yang keras dan komprehensif yang menargetkan semua sektor ekonomi Iran.

Menurut Zarif, Trump memberlakukan kembali 800 sanksi yang dijatuhkan pada Iran sebelum kesepakatan nuklir dan memberlakukan 800 sanksi baru, yang semuanya perlu dicabut sebelum AS dapat kembali ke kesepakatan tersebut.

Zarif menambahkan, kecuali Jerman, Prancis, dan Inggris, penandatangan kesepakatan Eropa bersama-sama yang dikenal sebagai E3, tidak terlibat dalam upaya nyata untuk mempertahankan hubungan mereka dengan Iran.

“Situasi yang diciptakan Eropa untuk dirinya sendiri adalah bahwa ia harus menunggu AS membuat keputusan. Eropa hidup atas perintah dan belas kasihan AS. Sekarang, Eropa harus meyakinkan AS untuk kembali [ke kesepakatan nuklir] setidaknya untuk mengizinkan mereka… untuk menjaga martabat dan memungkinkan mereka untuk memenuhi kewajibannya. Itu bukan perintah yang sulit,” sindir Zarif.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Prancis Akan Gandakan Sumbangan Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

Prancis akan menggandakan jumlah dosis vaksin yang akan dikirim ke negara-negara miskin menjadi 120 juta.

DUNIA | 26 September 2021

Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Herat

Taliban menggantung mayat dengan derek yang diparkir di alun-alun kota Herat di Afghanistan pada Sabtu (25/9/2021).

DUNIA | 26 September 2021

Bom Bunuh Diri di Somalia, 8 Orang Tewas

Satu ledakan bom mobil bunuh diri telah menewaskan sedikitnya delapan orang di pos pemeriksaan keamanan dekat istana presiden di Mogadishu, ibu kota Somalia.

DUNIA | 26 September 2021

CDC: AS Sudah Berikan 389,4 Juta Dosis Vaksin Covid

Amerika Serikat (AS) telah memberikan 389.372.689 dosis vaksin Covid-19 di negara itu pada Sabtu (25/9/2021) pagi.

DUNIA | 26 September 2021

Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

Seorang pengungsi Suriah di Minieh, Lebanon utara, tewas pada Sabtu (25/9/2021) setelah secara tidak sengaja menelan sejumlah besar bensin

DUNIA | 26 September 2021

Kritik Paspor Vaksin, Menteri Muda Belanda Dipecat

Menteri Muda Urusan Ekonomi Belanda, Mona Keijzer dipecat oleh Perdana Menteri Mark Rutte.

DUNIA | 26 September 2021

Pemimpin Myanmar Tidak Akan Berpidato di Majelis Umum PBB

Tidak ada pemimpin Myanmar yang akan berpidato di Majelis Umum tahunan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada minggu depan

DUNIA | 26 September 2021

Dipicu Liburan, Kasus Harian Covid-19 di Korsel Melonjak

Korban infeksi terus bermunculan yang dipicu oleh liburan tiga hari di pekan ini.

DUNIA | 25 September 2021

60 Juta Warga AS Penuhi Syarat Vaksin Booster, Biden: Gratis dan Mudah Didapat

Vaksin dosis penguat (booster) untuk Covid-19 akan disediakan secara gratis, kata Presien Amerika Serikat Joe Biden.

DUNIA | 25 September 2021

Bom Rakitan di Pot Bunga Meledak di Jalalabad, Afghanistan

Menurut laporan media lokal, bom rakitan disembunyikan di pot bunga di salah satu jalan dan meledak di jam-jam sibuk di pagi hari.

DUNIA | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Prancis Akan Gandakan Sumbangan Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

Prancis Akan Gandakan Sumbangan Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings