Depkes Australia Hentikan Iklan di Facebook
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Depkes Australia Hentikan Iklan di Facebook

Selasa, 23 Februari 2021 | 18:00 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Sydney, Beritasatu.com- Departemen Kesehatan Australia tidak akan lagi beriklan di Facebook. Seperti dilaporkan AFP, Senin (22/2), pengumuman disampaikan Depkes Australia menyusul eskalasi terbaru perseteruan pemerintah dengan Facebook, yang terus memblokir konten berita dari platformnya.

Pembekuan itu terjadi ketika Australia mulai mempromosikan peluncuran vaksinasi Covid-19 yang baru diluncurkan dengan ledakan informasi publik hampir US$ 20 juta (Rp 281 miliar) yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan dan melawan banjir teori konspirasi anti-vaksin.

Pada Minggu (21/2), Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan departemennya masih akan membayar untuk mempromosikan kampanye vaksin, tidak hanya di Facebook.

"Semua dana kami akan digunakan. Kami akan terus memasang iklan di saluran tertentu, tapi kami tidak akan menambahnya," kata Hunt.

Pemerintah Australia terjebak dalam perselisihan sengit dengan Facebook mengenai undang-undang yang akan memaksa platform digital untuk memberikan kompensasi kepada outlet media untuk konten daring.

Facebook sangat keberatan dengan undang-undang yang diusulkan. Sebagai pembalasan pada Kamis, perusahaan media sosial itu memblokir hampir semua berita Australia di platformnya.

Rencana undang-undang itu diperkirakan akan diselesaikan di parlemen minggu ini. Facebook diyakini masih melakukan pembicaraan dengan perusahaan media Australia dan pemerintah untuk menemukan solusi pada saat-saat terakhir.

Tanggapan dramatis Facebook kontras dengan Google, yang telah menandatangani kesepakatan dengan beberapa perusahaan media, termasuk News Corp dan Guardian dari Rupert Murdoch.

Saat warga tidak dapat berbagi artikel berita atau melihat halaman Facebook grup media, Australia memulai kampanye vaksinasi pada hari Minggu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uni Eropa Setujui Sanksi pada Militer Myanmar

Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell telah setuju untuk menjatuhkan sanksi pada militer Myanmar atas kudeta awal Februari ini

DUNIA | 23 Februari 2021

Pemberontak FDLR di Kongo Tewaskan Dubes Italia

Pemberontak dari gerakan Pasukan Demokrat untuk Pembebasan Rwanda (FDLR) bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Luca Attanasio, Dubes Italia untuk DRC

DUNIA | 23 Februari 2021

Boeing Dukung Penangguhan Operasional Seri 777

Perusahaan Boeing mendukung keputusan untuk menangguhkan operasi jet 777 yang ditenagai oleh mesin Pratt & Whitney 4000-112

DUNIA | 23 Februari 2021

Sumbangan Vaksin Ebola dari WHO Tiba di Guinea

Sebanyak 11.500 dosis vaksin Ebola yang disumbangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Guinea pada Senin (22/2) malam.

DUNIA | 23 Februari 2021

500.000 Warga AS Meninggal Akibat Covid-19, Gedung Putih Berduka

Lebih dari 500.000 orang di Amerika Serikat (AS) telah meninggal dunia akibat Covid-19. Gedung Putih menyalakan 500.000 batang lilin sebagai simbol berduka.

DUNIA | 23 Februari 2021

Kongo Kembali Laporkan Kasus Ebola

Kongo kini mengkonfirmasi total tujuh kasus Ebola, di mana empat korban meninggal.

DUNIA | 23 Februari 2021

Mahkamah Agung Gagalkan Upaya Trump Tutupi Laporan Pajaknya

Salah satu materi penyelidikan adalah pembayaran kepada artis porno Stormy Daniels dan model Karen McDougal.

DUNIA | 23 Februari 2021

Massa Trump Bersedia Tinggalkan Partai Republik Demi Dia

Setengah dari responden mengatakan Partai Republik seharusnya “lebih loyal kepada Trump”.

DUNIA | 22 Februari 2021

Kisah Menegangkan Terbang dengan Mesin Terbakar

Pesawat itu mengangkut 241 orang dan semua tetap tenang meskipun dilanda ketakutan luar biasa.

DUNIA | 22 Februari 2021

Pertama Kalinya, Kopi Indonesia Dipromosikan di Korea Utara

Kegiatan promosi kopi Indonesia untuk pertama kalinya digelar di ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

DUNIA | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS