Setelah Larangan Facebook dan Twitter, Gerakan Supremasi AS Beralih ke Medsos Lain
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Setelah Larangan Facebook dan Twitter, Gerakan Supremasi AS Beralih ke Medsos Lain

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:24 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

San Fransisco, Beritasatu.com- Larangan Twitter, Facebook, Gab, MeWe, Discord, dan Telegram rupanya tak menghentikan gerakan supremasi di Amerika Serikat (AS). Gerakan Supremasi dan Konspirasi AS mulai beralih ke jaringan media sosial lain.

Seperti dilaporkan AFP, Selasa (23/2), gerakan supremasi yang mayoritas adalah pendukung Trump memilih jaringan yang lebih luas, rahasia, dan sulit diatur.

Setelah serangan mematikan 6 Januari di Washington, ketika ratusan pendukung Trump menyerbu Capitol AS, jejaring sosial utama mengambil tindakan terhadap organisasi yang terlibat, seperti Oath Keepers, Three Percenters, dan Proud Boys.

"Pendukung Trump yang paling ekstrim sudah berada di platform alternatif," kata Nick Backovic, seorang peneliti di Logically.AI, satu perusahaan yang mengkhususkan diri dalam disinformasi digital.

Facebook meningkatkan pembersihan akun yang terkait dengan gerakan bersenjata - hampir 900 akun secara total ditutup. Twitter telah secara permanen melarang Trump dan menutup 70.000 akun yang berafiliasi dengan QAnon, satu teori konspirasi yang mengklaim bahwa mantan presiden tersebut terlibat dalam pertempuran melawan kultus global para pedofil elit pemuja Setan.

"Fakta bahwa Facebook dan Twitter membutuhkan waktu lama untuk (melarang mereka) memungkinkan influencer untuk membangun kembali percakapan dan grup hampir tanpa hambatan,” katanya.

Tetapi jutaan ekstremis yang gigih dan ahli teori konspirasi menolak untuk mundur. Menurut para ahli yang khawatir, penyensoran akan menyatukan individu yang sangat berbeda.

"De-platforming bekerja. Sekarang Anda melihat Trump tidak ada di Twitter, dia kehilangan pembicara besarnya, mikrofon amplifikasinya ke dunia,” kata Jim Steyer, presiden organisasi Common Sense Media.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Azerbaijan Klaim Vaksin CoroVac Aman

Para pakar medis di Azerbaijan mengklaim bahwa vaksin Covid-19 buatan CoronaVac cukup aman, dan tanpa efek samping yang parah.

DUNIA | 23 Februari 2021

Mesir Terima 300.000 Dosis Vaksin Covid-19 Sinopharm

Mesir menerima 300.000 dosis vaksin virus corona yang dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) pada Selasa (23/2) dini hari

DUNIA | 23 Februari 2021

Khamenei: Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga Kemurnian 60%

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Iran bisa memperkaya uranium hingga kemurnian hingga 60% jika negara itu membutuhkannya.

DUNIA | 23 Februari 2021

Hanya dengan 22.000 Dosis, Gaza Luncurkan Vaksinasi Covid-19

Warga Palestina di Gaza memulai program vaksinasi Covid-19 terbatas pada Senin (22/2).

DUNIA | 23 Februari 2021

Juni 2021, Brasil Akan Produksi Vaksin Covid-19

Brasil akan mulai memproduksi vaksin Covid-19 pada paruh pertama 2021.

DUNIA | 23 Februari 2021

Aparat Libia Selamatkan 156 Migran dari Sindikat Pedagang Manusia

Otoritas keamanan Libia menggerebek satu penjara rahasia di kota Kufra dan berhasil menyelamatkan 156 migran dari sindikat pedagang manusia.

DUNIA | 23 Februari 2021

Depkes Australia Hentikan Iklan di Facebook

Departemen Kesehatan Australia tidak akan lagi beriklan di Facebook.

DUNIA | 23 Februari 2021

Uni Eropa Setujui Sanksi pada Militer Myanmar

Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell telah setuju untuk menjatuhkan sanksi pada militer Myanmar atas kudeta awal Februari ini

DUNIA | 23 Februari 2021

Pemberontak FDLR di Kongo Tewaskan Dubes Italia

Pemberontak dari gerakan Pasukan Demokrat untuk Pembebasan Rwanda (FDLR) bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Luca Attanasio, Dubes Italia untuk DRC

DUNIA | 23 Februari 2021

Boeing Dukung Penangguhan Operasional Seri 777

Perusahaan Boeing mendukung keputusan untuk menangguhkan operasi jet 777 yang ditenagai oleh mesin Pratt & Whitney 4000-112

DUNIA | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS