Akibat Berita Keliru "Reuters", KBRI Yangon Didemo
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Akibat Berita Keliru "Reuters", KBRI Yangon Didemo

Rabu, 24 Februari 2021 | 00:26 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Myanmar didemo pengunjuk rasa antikudeta militer akibat berita keliru Reuters. Pada Selasa (23/2), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membantah isu pemberitaan yang menyebut bahwa Indonesia mendukung rencana militer Myanmar untuk menyelenggarakan pemilihan umum baru.

Berita yang dirilis oleh Reuters pada Senin (21/2) itu telah memicu aksi unjuk rasa di depan Gedung KBRI Yangon pada Selasa (22/2), oleh warga Myanmar yang menentang kudeta militer dan menolak adanya pemilu baru.

“Saya membantah adanya plan of action (rencana aksi—red). Itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, merujuk pada rencana aksi pemilu baru yang diberitakan Reuters tengah didorong oleh Indonesia untuk disetujui oleh negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Sebaliknya, Faizasyah menegaskan, Menlu RI Retno Marsudi sedang berupaya melakukan konsultasi dan mengumpulkan pandangan dari negara-negara ASEAN, sebelum pelaksanaan pertemuan khusus para menlu ASEAN untuk membahas krisis politik di Myanmar.

Pertemuan tersebut telah diamanatkan oleh Presiden RI Joko Widodo usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, awal Februari lalu.

Untuk itu, dalam sepekan terakhir Menlu RI telah berkunjung ke Brunei Darussalam dan Singapura, dan akan dilanjutkan ke Thailand dalam waktu dekat guna berkonsultasi tentang peran ASEAN untuk membantu penyelesaian krisis politik Myanmar.

“Yang ingin kita garisbawahi adalah bagaimana kita menemukan satu solusi damai di Myanmar yang bersifat satu proses politik demokrasi yang inklusif, yang melibatkan semua pihak,” kata Faizasyah menegaskan.

Terkait unjuk rasa di depan KBRI Yangon, Faizasyah menjelaskan bahwa sejauh ini aksi tersebut berlangsung damai dan tanpa kekerasan. Namun, ia mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, situasi di Myanmar menjadi tidak stabil karena aksi demonstrasi yang terus berlangsung dari hari ke hari.

“Ini adalah realitas yang sedang dikelola oleh kedubes kita di Myanmar untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia yang ada di Myanmar tetap terlindungi,” ujar Faizasyah.

Seorang pengguna Twitter, Hnin Zaw, mengunggah foto-foto terkait aksi unjuk rasa di depan KBRI Yangon, Selasa. Dalam foto yang ia bagikan, para demonstran berdiri di depan gedung KBRI sambil memegang spanduk yang antara lain bertuliskan “Kami tidak perlu pemilu lainnya” dan “Kami ingin pemerintah terpilih kami kembali” yang disertai dengan tagar “Hormati suara kami”.

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari setelah komisi pemilihan menolak tuduhan penipuan, setelah partai pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi pemungutan suara.

Junta menjanjikan pemilu baru, tetapi tanpa menetapkan jadwal yang pasti. Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir tiga minggu dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Naik ke Panggung, Pria Ini Tampar Gubernur Iran yang Baru Diangkat

Sebuah acara memperkenalkan gubernur Iran yang baru diangkat secara dramatis terganggu setelah seorang pria berjalan di atas panggung dan menampar wajahnya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Disebut Setara dengan Pablo Escobar, Gembong Narkoba Dairo Antonio Usuga Ditangkap

Presiden Kolombia mengkonfirmasi penangkapan Dairo Antonio Usuga, yang dikenal sebagai "Otoniel," dalam pidato nasional yang disiarkan televisi.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Kasus Terbaru Covid-19 Tiongkok Terkait 13 Grup Wisata

Lebih dari 100 kasus yang ditularkan secara lokal dikonfirmasi selama seminggu terakhir di 11 wilayah, dengan sebagian besar terkait dengan 13 grup wisata.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Lira Anjlok ke Rekor Terendah Setelah Erdogan Usir Dubes AS

Lira Turki anjlok 1,6% ke rekor terendah terhadap dolar AS di 9,75 setelah Erdogan memerintahkan pengusiran duta besar AS dan sembilan negara Barat lainnya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Penyulingan Minyak Ilegal di Nigeria Meledak, 25 Tewas

Tempat ilegal penyulingan cukup banyak bertebaran di kawasan Delta di Nigeria itu, yang kayak akan minyak.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Rachmat Gobel: Indonesia Mitra Penting Belarusia untuk Masalah Potasium

Gobel mengatakan, kunjungan ke Belarusia ini bagian dari upaya menjamin pasokan potasium.

DUNIA | 24 Oktober 2021

Tiongkok Sudah Vaksinasi Lengkap Lebih dari 1 Miliar Penduduk

Tiongkok telah menginokulasi lebih dari satu miliar orang atau 76 persen penduduk dengan dosis lengkap.

DUNIA | 24 Oktober 2021

Perangi Perubahan Iklim, Saudi Akan Bangun Taman Mangrove Nasional Pertama

Arab Saudi akan membangun taman mangrove nasional pertama untuk melawan perubahan iklim.

DUNIA | 24 Oktober 2021

Israel Sebut 6 Lembaga HAM Palestina sebagai Organisasi Teroris

Israel menetapkan 6 kelompok hak asasi manusia Palestina sebagai organisasi teroris.

DUNIA | 24 Oktober 2021

Kanselir Austria Ancam Karantina Warga yang Tak Divaksinasi Covid-19

Kanselir Austria Alexander Schallenberg mengancam akan memberlakukan karantina pada warga yang tidak divaksinasi Covid-19.

DUNIA | 24 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Austria Siapkan RUU Melegalkan Orang Dewasa Sakit Parah untuk Dibantu Bunuh Diri

Austria Siapkan RUU Melegalkan Orang Dewasa Sakit Parah untuk Dibantu Bunuh Diri

DUNIA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings