Akibat Berita Keliru "Reuters", KBRI Yangon Didemo
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Akibat Berita Keliru "Reuters", KBRI Yangon Didemo

Rabu, 24 Februari 2021 | 00:26 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Myanmar didemo pengunjuk rasa antikudeta militer akibat berita keliru Reuters. Pada Selasa (23/2), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membantah isu pemberitaan yang menyebut bahwa Indonesia mendukung rencana militer Myanmar untuk menyelenggarakan pemilihan umum baru.

Berita yang dirilis oleh Reuters pada Senin (21/2) itu telah memicu aksi unjuk rasa di depan Gedung KBRI Yangon pada Selasa (22/2), oleh warga Myanmar yang menentang kudeta militer dan menolak adanya pemilu baru.

“Saya membantah adanya plan of action (rencana aksi—red). Itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, merujuk pada rencana aksi pemilu baru yang diberitakan Reuters tengah didorong oleh Indonesia untuk disetujui oleh negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Sebaliknya, Faizasyah menegaskan, Menlu RI Retno Marsudi sedang berupaya melakukan konsultasi dan mengumpulkan pandangan dari negara-negara ASEAN, sebelum pelaksanaan pertemuan khusus para menlu ASEAN untuk membahas krisis politik di Myanmar.

Pertemuan tersebut telah diamanatkan oleh Presiden RI Joko Widodo usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, awal Februari lalu.

Untuk itu, dalam sepekan terakhir Menlu RI telah berkunjung ke Brunei Darussalam dan Singapura, dan akan dilanjutkan ke Thailand dalam waktu dekat guna berkonsultasi tentang peran ASEAN untuk membantu penyelesaian krisis politik Myanmar.

“Yang ingin kita garisbawahi adalah bagaimana kita menemukan satu solusi damai di Myanmar yang bersifat satu proses politik demokrasi yang inklusif, yang melibatkan semua pihak,” kata Faizasyah menegaskan.

Terkait unjuk rasa di depan KBRI Yangon, Faizasyah menjelaskan bahwa sejauh ini aksi tersebut berlangsung damai dan tanpa kekerasan. Namun, ia mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, situasi di Myanmar menjadi tidak stabil karena aksi demonstrasi yang terus berlangsung dari hari ke hari.

“Ini adalah realitas yang sedang dikelola oleh kedubes kita di Myanmar untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia yang ada di Myanmar tetap terlindungi,” ujar Faizasyah.

Seorang pengguna Twitter, Hnin Zaw, mengunggah foto-foto terkait aksi unjuk rasa di depan KBRI Yangon, Selasa. Dalam foto yang ia bagikan, para demonstran berdiri di depan gedung KBRI sambil memegang spanduk yang antara lain bertuliskan “Kami tidak perlu pemilu lainnya” dan “Kami ingin pemerintah terpilih kami kembali” yang disertai dengan tagar “Hormati suara kami”.

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari setelah komisi pemilihan menolak tuduhan penipuan, setelah partai pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi pemungutan suara.

Junta menjanjikan pemilu baru, tetapi tanpa menetapkan jadwal yang pasti. Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir tiga minggu dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

43 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinopharm Digunakan di Seluruh Dunia

Lebih dari 43 juta dosis vaksin Covid-19 dari China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) yang didukung negara telah digunakan di seluruh dunia.

DUNIA | 24 Februari 2021

Menlu G7 Kutuk Kekerasan di Myanmar

Para menteri luar negeri kelompok negara G7 mengutuk kekerasan terhadap pengunjuk rasa Myanmar.

DUNIA | 23 Februari 2021

Untuk Darurat, Thailand Setujui Vaksin Sinovac

Thailand telah menyetujui vaksin Covid-19 Sinovac Biotech untuk penggunaan darurat

DUNIA | 23 Februari 2021

Kendalikan Covid-19, Kuwait Tutup Perbatasan Darat dan Laut

Kuwait menutup perbatasan darat, laut dalam pembatasan Covid-19 terbaru mulai Rabu (24/2).

DUNIA | 23 Februari 2021

Setelah Larangan Facebook dan Twitter, Gerakan Supremasi AS Beralih ke Medsos Lain

Gerakan Supremasi AS dan konspirasi AS mulai beralih ke jaringan media sosial lain.

DUNIA | 23 Februari 2021

Azerbaijan Klaim Vaksin CoroVac Aman

Para pakar medis di Azerbaijan mengklaim bahwa vaksin Covid-19 buatan CoronaVac cukup aman, dan tanpa efek samping yang parah.

DUNIA | 23 Februari 2021

Mesir Terima 300.000 Dosis Vaksin Covid-19 Sinopharm

Mesir menerima 300.000 dosis vaksin virus corona yang dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) pada Selasa (23/2) dini hari

DUNIA | 23 Februari 2021

Khamenei: Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga Kemurnian 60%

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Iran bisa memperkaya uranium hingga kemurnian hingga 60% jika negara itu membutuhkannya.

DUNIA | 23 Februari 2021

Hanya dengan 22.000 Dosis, Gaza Luncurkan Vaksinasi Covid-19

Warga Palestina di Gaza memulai program vaksinasi Covid-19 terbatas pada Senin (22/2).

DUNIA | 23 Februari 2021

Juni 2021, Brasil Akan Produksi Vaksin Covid-19

Brasil akan mulai memproduksi vaksin Covid-19 pada paruh pertama 2021.

DUNIA | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS