Amerika Nyatakan Vaksin Johnson & Johnson Penuhi Syarat
Logo BeritaSatu

Amerika Nyatakan Vaksin Johnson & Johnson Penuhi Syarat

Kamis, 25 Februari 2021 | 11:23 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Badan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan Johnson & Johnson telah memenuhi syarat untuk izin pakai darurat, Rabu (24/2/2021) waktu setempat.

Tidak seperti kebanyakan vaksin Covid-19 yang ada sekarang, vaksin Johnson & Johnson hanya perlu disuntikkan satu kali.

Efikasi Johnson & Johnson terhadap penularan kasus Covid-19 tingkat sedang hingga parah tercatat 66,9% setidaknya selama 14 hari setelah penyuntikan, dan 66,1% setidaknya untuk 28 pasca-vaksinasi.

Analisis ini akan disampaikan kepada komite penasihat produk vaksin FDA yang nantinya akan bersidang untuk memutuskan rekomendasi pemberian izin pakai darurat.

"Tidak ada kekhawatiran spesifik terkait aspek keselamatan dalam analisis berdasarkan umur, ras, etnis, komorbid, atau infeksi SARS-CoV-2 sebelum vaksinasi," bunyi analisis tersebut.

Ampuh Lawan Varian Baru
Dalam uji klinis di Afrika Selatan, vaksin Johnson & Johnson terbukti bisa melawan varian baru yang pertama kali ditemukan di negara itu dan sudah menyebar ke banyak negara lain.

Varian ini, yang diasumsikan lebih mudah menular, merupakan tipe paling dominan dalam kasus positif yang ditemukan di Afrika Selatan. Menurut analisis FDA, tingkat efikasi vaksin Johnson & Johnson di Afrika Selatan mencapai 64%.

Angka ini lebih tinggi 7 poin dibandingkan data sementara yang dirilis perusahaan pada Januari.

Menurut lampiran data FDA, sekitar 95% kasus yang diteliti disebabkan oleh varian baru tersebut.

AS dan Brasil
Tingkat efikasi vaksin Johnson & Johnson mencapai 72% di Amerika Serikat dan 68% di Brasil untuk kategori kasus ringan sampai parah.

Khusus kategori kasus parah, tingkat perlindungan vaksin ini mencapai 86% di AS, hampir 82% di Afsel, dan hampir 88% di Brasil.

Selain Johnson & Johnson, dua merek vaksin produksi Pfizer dan Moderna juga terbukti ampuh melawan varian baru.

Varian baru Covid-19 dituding sebagai penyebab lonjakan kasus di AS sehingga vaksinasi massal harus dilakukan secepat mungkin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sah, Facebook dan Google Harus Bayar Konten Berita di Australia

Facebook dan Google harus membayar media lokal jika ingin menggunakan konten mereka dalam hasil pencarian atau laman berita (news feeds).

DUNIA | 25 Februari 2021

Gelombang Pertama Vaksin Covid-19 Vietnam Tiba dari Korea Selatan

Vietnam menerima gelombang pertama kiriman 117.000 dosis vaksin Covid-19 buatan Astrazeneca.

DUNIA | 24 Februari 2021

Di Tiongkok, Mantan Istri Dibayar Rp 112 Juta untuk Pekerjaan Rumah

Pengadilan Tiongkok memerintahkan seorang pria untuk membayar mantan istrinya atas pekerjaan rumah yang dilakukan.

DUNIA | 24 Februari 2021

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang Saat Kondisi Darurat

Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah mengizinkan parlemen dapat bersidang selama keadaan darurat.

DUNIA | 24 Februari 2021

Kunjungi Thailand, Menlu Konsultasikan Situasi Myanmar

Menlu Retno Marsudi melakukan kunjungan singkat ke Bangkok, Thailand, sebagai bagian dari shuttle diplomacy untuk membantu penyelesaian situasi di Myanmar.

DUNIA | 24 Februari 2021

Otoritas Pakistan Sita Narkoba 700 Kg

Pihak berwenang Pakistan menyita narkotika seberat hampir 700 kg di provinsi Balochistan, sebelah barat daya negara itu pada Rabu (24/2).

DUNIA | 24 Februari 2021

Vaksin Pertama Covax Dikirim ke Ghana

Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin virus corona baru atau Covid-19 melalui inisiatif berbagi vaksin Covax

DUNIA | 24 Februari 2021

Mongolia Terima Sumbangan Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Mongolia menerima 300.000 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinopharm yang disumbangkan oleh Tiongkok pada Senin (22/2) malam.

DUNIA | 24 Februari 2021

Menlu Tegur Mentalitas “My Country First” dalam Diplomasi Vaksin

Menlu menegur mentalitas yang semakin berkembang saat ini untuk mendahulukan negaranya atau nasionalisme vaksin Covid-19.

DUNIA | 24 Februari 2021

Filipina Klaim Vaksin Sinovac Tidak Cocok untuk Petugas Medis

Otoritas Filipina menyatakan CoronaVac buatan Sinovac Biotech tidak cocok untuk petugas medis.

DUNIA | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS