Facebook Larang Semua Akun dan Iklan Terkait Militer Myanmar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Facebook Larang Semua Akun dan Iklan Terkait Militer Myanmar

Kamis, 25 Februari 2021 | 17:00 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Raksasa media sosial Facebook mengumumkan pada Kamis (25/2) pelarangan semua akun yang terkait dengan militer Myanmar. Larangan itu juga berlaku untuk iklan dari perusahaan yang dikendalikan militer setelah perebutan kekuasaan oleh tentara pada 1 Februari.

Dikatakan, Facebook memperlakukan situasi pasca-kudeta di Myanmar sebagai "darurat". Facebook menjelaskan bahwa larangan itu dipicu oleh peristiwa-peristiwa sejak kudeta, termasuk "kekerasan mematikan".

Tindakan Facebook datang ketika upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis politik Myanmar semakin meningkat. Pada saat yang sama, protes terus berlanjut di Yangon dan kota-kota lain yang menyerukan agar pembuat kudeta negara itu mundur dan mengembalikan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan.

Facebook telah melarang beberapa akun yang terkait dengan militer sejak kudeta, termasuk Myawaddy TV yang dikendalikan tentara dan penyiar televisi negara MRTV.

Larangan juga diterapkan di Instagram, yang dimiliki oleh Facebook.

Facebook dan platform media sosial lainnya mendapat kecaman besar pada tahun 2017. Saat itu, kelompok sayap kanan menyatakan perusahaan medsos gagal bertindak cukup serius untuk menghentikan ujaran kebencian terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Facebook pada tahun 2018 melarang akun beberapa pemimpin militer Myanmar, termasuk Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta bulan ini. Min Aung Hlaing menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dan partai Liga Nasional untuk Demokrasi miliknya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kepolisian Eropa Sita 23 Ton Kokain Senilai Rp 6,92 Triliun

Aparat kepolisian Belanda mengumumkan penyitaan 23 ton kokain tujuan Belanda di pelabuhan Jerman dan Belgia.

DUNIA | 25 Februari 2021

Kepada Menlu Myanmar, Menlu Retno Tekankan Transisi Demokrasi yang Inklusif

Saat pertemuan dengan menlu yang ditunjuk militer Myanmar Wunna Maung Lwin di Thailand,, Retno menekankan pentingnya proses transisi demokrasi yang inklusif

DUNIA | 25 Februari 2021

Sepekan, Kasus Covid-19 di AS Diklaim Turun 30%

Hingga pekan ini, 78 juta warga di Benua Amerika telah divaksin, mayoritas di Amerika Utara, dan baru 13 juta orang di kawasan Amerika Selatan dan Karibia.

DUNIA | 25 Februari 2021

Kasus Kematian Covid-19 di Brasil Mendekati 250.000

Negara Amerika Selatan itu kini telah mendata 10.324.463 kasus positif Covid-19 sejak pandemi berjangkit.

DUNIA | 25 Februari 2021

Amerika Nyatakan Vaksin Johnson & Johnson Penuhi Syarat

Tidak seperti kebanyakan vaksin Covid-19 yang ada, Johnson & Johnson hanya perlu disuntikkan satu kali.

DUNIA | 25 Februari 2021

Sah, Facebook dan Google Harus Bayar Konten Berita di Australia

Facebook dan Google harus membayar media lokal jika ingin menggunakan konten mereka dalam hasil pencarian atau laman berita (news feeds).

DUNIA | 25 Februari 2021

Gelombang Pertama Vaksin Covid-19 Vietnam Tiba dari Korea Selatan

Vietnam menerima gelombang pertama kiriman 117.000 dosis vaksin Covid-19 buatan Astrazeneca.

DUNIA | 24 Februari 2021

Di Tiongkok, Mantan Istri Dibayar Rp 112 Juta untuk Pekerjaan Rumah

Pengadilan Tiongkok memerintahkan seorang pria untuk membayar mantan istrinya atas pekerjaan rumah yang dilakukan.

DUNIA | 24 Februari 2021

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang Saat Kondisi Darurat

Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah mengizinkan parlemen dapat bersidang selama keadaan darurat.

DUNIA | 24 Februari 2021

Kunjungi Thailand, Menlu Konsultasikan Situasi Myanmar

Menlu Retno Marsudi melakukan kunjungan singkat ke Bangkok, Thailand, sebagai bagian dari shuttle diplomacy untuk membantu penyelesaian situasi di Myanmar.

DUNIA | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS