Dukung Industri Pers, Facebook Akan Investasikan Rp 14 Triliun untuk 3 Tahun
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Dukung Industri Pers, Facebook Akan Investasikan Rp 14 Triliun untuk 3 Tahun

Kamis, 25 Februari 2021 | 19:35 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Sydney, Beritasatu.com- Facebook menyatakan akan membayar US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun selama 3 tahun ke depan untuk industri pers. Facebook menyatakan telah menginvestasikan US$ 600 juta (Rp 8,42 triliun) sejak 2018 dalam berita.

Seperti dilaporkan BBC, Rabu (24/2), raksasa jejaring sosial, Facebook telah bergumul dengan Australia atas undang-undang yang akan membuat platform sosial membayar organisasi berita.

Perusahaan pers ingin Google dan Facebook membayar berita yang muncul di platform mereka. Pemerintah di Eropa dan Australia semakin bersimpati dengan sudut pandang ini.

Kedua perusahaan teknologi tersebut menyedot sebagian besar anggaran periklanan digital Amerika Serikat (AS), yang telah merugikan penerbit.

Pada Selasa (23/2), Facebook menyatakan akan mencabut larangan tautan berita di Australia setelah pemerintah setuju untuk mengubah undang-undang yang diusulkan. UU akan membantu penerbit menegosiasikan pembayaran dengan Facebook dan Google.

Facebook dikritik karena larangannya, yang juga memutus sementara akses ke infor pandemi pemerintah, kesehatan masyarakat, dan layanan darurat di situs jejaring sosial.

Facebook menyatakan bahwa perubahan memungkinkannya untuk memilih penerbit mana yang akan didukungnya dan mengindikasikan bahwa sekarang akan mulai melakukan kesepakatan semacam itu di Australia.

Google telah menandatangani kesepakatan lisensi konten dengan perusahaan media Australia. Google mengklaim perusahaan memiliki kesepakatan dengan lebih dari 50 penerbit di negara itu dan lebih dari 500 penerbit secara global.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Demonstran Myanmar Minta Indonesia Tidak Dukung Junta

Ratusan pengunjuk rasa Myanmar kembali berkumpul di depan Kedutaan Besar Indonesia, Yangon, pada Rabu (24/2)

DUNIA | 25 Februari 2021

Longsor Italia Hanyutkan 200 Peti Mati ke Laut

Ratusan peti mati berjatuhan ke laut Camogli dari tempat pemakaman umum di barat laut Italia akibat bencana tanah longsor.

DUNIA | 25 Februari 2021

Aset Beku Iran Senilai Rp 14 Triliun Dicairkan Korsel

Bank Sentral Iran menyatakan Korea Selatan (Korsel) setuju untuk mencairkan aset beku Teheran setidaknya US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun.

DUNIA | 25 Februari 2021

Bolivia Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Sinopharm

Bolivia akan menggelar kampanye vaksinasi terbesar yang pernah ada di negara Amerika Latin.

DUNIA | 25 Februari 2021

Facebook Larang Semua Akun dan Iklan Terkait Militer Myanmar

Raksasa media sosial Facebook mengumumkan pada Kamis (25/2) pelarangan semua akun yang terkait dengan militer Myanmar.

DUNIA | 25 Februari 2021

Kepolisian Eropa Sita 23 Ton Kokain Senilai Rp 6,92 Triliun

Aparat kepolisian Belanda mengumumkan penyitaan 23 ton kokain tujuan Belanda di pelabuhan Jerman dan Belgia.

DUNIA | 25 Februari 2021

Kepada Menlu Myanmar, Menlu Retno Tekankan Transisi Demokrasi yang Inklusif

Saat pertemuan dengan menlu yang ditunjuk militer Myanmar Wunna Maung Lwin di Thailand,, Retno menekankan pentingnya proses transisi demokrasi yang inklusif

DUNIA | 25 Februari 2021

Sepekan, Kasus Covid-19 di AS Diklaim Turun 30%

Hingga pekan ini, 78 juta warga di Benua Amerika telah divaksin, mayoritas di Amerika Utara, dan baru 13 juta orang di kawasan Amerika Selatan dan Karibia.

DUNIA | 25 Februari 2021

Kasus Kematian Covid-19 di Brasil Mendekati 250.000

Negara Amerika Selatan itu kini telah mendata 10.324.463 kasus positif Covid-19 sejak pandemi berjangkit.

DUNIA | 25 Februari 2021

Amerika Nyatakan Vaksin Johnson & Johnson Penuhi Syarat

Tidak seperti kebanyakan vaksin Covid-19 yang ada, Johnson & Johnson hanya perlu disuntikkan satu kali.

DUNIA | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS