Perkuat Riset, Indonesia dan Inggris Bentuk Konsorsium Lintas Disiplin Ilmu
Logo BeritaSatu

Perkuat Riset, Indonesia dan Inggris Bentuk Konsorsium Lintas Disiplin Ilmu

Jumat, 26 Februari 2021 | 19:14 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

London, Beritasatu.com – Indonesia dan Inggris membentuk UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) atau Konsorsium RI-Inggris untuk Lintas Disiplin Ilmu Pengetahuan atas dorongan dari diaspora Indonesia yang berada di Inggris. Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi RI Bambang Brodjonegoro dan Menteri Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Inggris Nigel Adams MP.

Proses penandatanganan dilakukan secara virtual, Kamis (25/2/2021), oleh pimpinan dari enam universitas pendiri UKICIS yaitu Prof Christine Ennew (Rektor University of Warwick, Inggris), Prof Reini Wirahadikusumah (Rektor Institut Teknologi Bandung), Prof Richard Dashwood (Wakil Rektor Coventry University, Inggris), Prof Arif Satria (Rektor Universitas Institut Pertanian Bogor), Prof Dame Jessica Corner (Wakil Rektor University of Nottingham), dan Prof Panut Mulyono (Rektor Universitas Gadjah Mada).

Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar RI (KBRI) di London, Jumat (26/2/2021), mengatakan pendirian UKICIS adalah wujud diplomasi para diaspora Indonesia di Inggris untuk memperkuat riset nasional.

Kerja sama yang disepakati meliputi sumbangsih pengetahuan dari para ilmuwan untuk menjawab tantangan masyarakat kedua negara, penguatan engagement dengan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya, saling bertukar informasi tentang kemajuan dalam ilmu pengetahuan antar kedua negara, dan meningkatkan impak riset bagi masyarakat.

Koordinator UKICIS, Bagus Muljadi mengatakan, pembentukan UKICIS merupakan upaya bersama perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan Inggris yang dimotori oleh diaspora ilmuwan Indonesia di Inggris.

“Diaspora Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama bilateral RI-Inggris khususnya melalui science diplomacy,” kata Bagus.

Bagus menambahkan UKICIS adalah wujud soft power diaspora dan diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan antara kedua negara, potensinya perlu ditumbuhkan untuk turut berkontribusi terhadap tantangan di tanah air, termasuk dalam mencapai ketahanan kesehatan.

Sementara itu, Menristek Bambang mengatakan UKICIS adalah terobosan baru dalam kerja sama riset dan inovasi. Kerja sama tersebut diharapkan terus mendorong tercapainya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) RI-Inggris dan bisa memajukan program Prioritas Riset Nasional Indonesia.

Pada Januari 2021, lewat focus group discussion (FGD), UKICIS bersama Kementerian Riset dan Teknologi dan KBRI London telah merancang dukungan para diaspora Indonesia di Inggris bagi Prioritas Riset Nasional di bidang kendaraan listrik, energi terbarukan, kecerdasan artifisial dan science diplomacy.

Menteri Nigel Adams MP dan UK Chief International Envoy Prof. Carole Mundell setuju bahwa momentum pembentukan UKICIS akan mempererat kerja sama riset dan inovasi kedua negara termasuk untuk pandemi Covid-19.

Duta Besar Inggris di Jakarta Owen Jenkins juga hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan sambutan mengenai berbagai perkembangan kemajuan kerja sama riset dan inovasi RI-UK.

Para pakar yang hadir dalam penandatanganan kesepakatan itu adalah Prof Ali Ghufron Mukti (Presdir BPJS / Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19), Prof Dame Jessica Corner (Wakil Rektor bidang riset dan pertukaran ilmu, University of Nottingham), Prof Dr Eng Kuwat Triyana, M.Si (Ketua Tim Pengembangan GeNose, UGM), Prof Lawrence Young (pakar Molecular Oncology, University of Warwick) dan dimoderatori Ines I Atmosukarto, Ph.D (Australian National University).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Melonjak, Peminat Kelas Bahasa Indonesia di Turki

Jumlah peminat kelas Bahasa Indonesia di Turki tahun 2021 jauh melampaui target, mencapai 16 kelas dari target semula hanya 3 kelas.

DUNIA | 26 Februari 2021

Pakar UI Sarankan JK dan Hassan Wirajuda untuk Negosiasi Myanmar

Hikmahanto Juwana, mendorong Indonesia agar melakukan backdoor diplomacy dengan menunjuk tokoh nasional untuk meredakan situasi di Myanmar.

DUNIA | 26 Februari 2021

20 Juta Warga AS Sudah Divaksinasi Covid-19 Penuh

Sebanyak 20 juta warga Amerika Serikat atau sekitar 6,2% dari populasi telah divaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali suntik.

DUNIA | 26 Februari 2021

Pemerintah Biden Akan Distribusikan 25 Juta Masker

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Joe Biden akan mengirimkan lebih dari 25 juta masker ke pusat kesehatan masyarakat, dan dapur umum.

DUNIA | 25 Februari 2021

Presiden Tiongkok Klaim Menang Telak Lawan Kemiskinan Perdesaan

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyatakan pemerintahnya meraih "kemenangan telak" dalam upaya memberantas kemiskinan pedesaan.

DUNIA | 25 Februari 2021

Tentara Filipina Wajib Suntik Vaksin Covid-19

Tentara Filipina akan diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

DUNIA | 25 Februari 2021

Jerman Hanya Gunakan 15% Stok Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Jerman hanya menggunakan 15% dari stok vaksin Covid-19 buatan Astrazeneca yang tersedia.

DUNIA | 25 Februari 2021

Terlibat Demo Antipemerintah 2014, Tiga Menteri Thailand Dicopot

Pengadilan Thailand memutuskan 3 menteri bersalah karena terlibat dalam protes anti-pemerintah tahun 2014.

DUNIA | 25 Februari 2021

Hingga Oktober, Qantas Hapus Rute Internasional

Akibat kerugian hingga miliaran dolar, maskapai Australia, Qantas menyatakan tidak akan menyediakan rute internasional.

DUNIA | 25 Februari 2021

Pasokan Besar Vaksin Datang, Siprus Percepat Vaksinasi Covid-19

Kampanye vaksinasi Covid-19 Siprus semakin cepat dilaksanakan karena pengiriman vaksin yang lebih besar datang pada Rabu (24/2).

DUNIA | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS