Buntut Kasus Khashoggi, AS Berlakukan Larangan Visa pada 76 WN Saudi
Logo BeritaSatu

Buntut Kasus Khashoggi, AS Berlakukan Larangan Visa pada 76 WN Saudi

Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan penerbitan visa pada 76 warga negara Arab Saudi sebagai buntut kasus pembunuhan kolumnis Jamal Jamal Khashoggi, Jumat (26/2).

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (26/2), AS tidak menjatuhkan sanksi kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Kebijakan itu berlaku meskipun intelijen AS menyimpulkan bahwa dia menyetujui operasi untuk menangkap atau membunuh jurnalis Jamal Khashoggi.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan "dunia sangat takut" oleh pembunuhan Khashoggi dan mengumumkan kebijakan pembatasan visa yang dinamai menurut jurnalis dan pembangkang Saudi terkemuka.

“Larangan Khashoggi memungkinkan Departemen Luar Negeri untuk memberlakukan pembatasan visa pada individu yang, bertindak atas nama pemerintah asing, diyakini telah terlibat langsung dalam kegiatan kontra-pembangkang ekstrateritorial yang serius, termasuk yang menekan, melecehkan, mengawasi, mengancam atau merugikan jurnalis atau orang lain yang dianggap sebagai pembangkang atas pekerjaan mereka, atau yang terlibat dalam kegiatan semacam itu sehubungan dengan keluarga atau rekan dekat lainnya dari orang-orang tersebut,” kata Blinken dalam pernyataan itu.

"Demi keamanan bagi semua di dalam perbatasan kami, pelaku yang menargetkan pembangkang atas nama pemerintah asing tidak boleh diizinkan mencapai tanah Amerika," tambah Blinken.

Tindakan Biden pada minggu-minggu pertama pemerintahannya tampaknya bertujuan untuk memenuhi janji kampanye untuk menyelaraskan kembali hubungan Saudi setelah para kritikus menuduh pendahulunya, mantan presiden Donald Trump, memberikan izin kepada sekutu Arab dan produsen minyak utama itu atas pelanggaran berat hak asasi manusia.

Blinken mengatakan langkah tersebut memperkuat kecaman dunia atas pembunuhan Khashoggi. Sanksi berfungsi untuk "mendorong kembali pemerintah yang menjangkau melampaui batas mereka untuk mengancam dan menyerang jurnalis dan pembangkang yang dianggap tidak setuju karena menjalankan kebebasan fundamental.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus 250.000 Jiwa

Brasil melampaui jumlah 250.000 kasus kematian karena Covid-19, Jumat (26/2), selang setahun setelah kasus pertama.

DUNIA | 27 Februari 2021

Korsel Gelar Vaksinasi Covid-19 Nasional

Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (26/2) meluncurkan vaksinasi Covid-19 massal secara nasional pada Jumat (26/2).

DUNIA | 27 Februari 2021

Kelompok Pro-militer Myanmar Serang Demonstran

Para pendukung junta militer Myanmar menyerang orang-orang yang memprotes pemerintah militer

DUNIA | 27 Februari 2021

Influencer Media di Ukraina Nikmati Kopi Asli Indonesia

Acara pengenalan kopi Indonesia bisa menjadi momentum untuk memanfaatkan peningkatan permintaan kopi di Ukraina pada 2020 yang mencapai 8,4%.

DUNIA | 26 Februari 2021

Perkuat Riset, Indonesia dan Inggris Bentuk Konsorsium Lintas Disiplin Ilmu

Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi RI Bambang Brodjonegoro dan Menteri Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Inggris.

DUNIA | 26 Februari 2021

Melonjak, Peminat Kelas Bahasa Indonesia di Turki

Jumlah peminat kelas Bahasa Indonesia di Turki tahun 2021 jauh melampaui target, mencapai 16 kelas dari target semula hanya 3 kelas.

DUNIA | 26 Februari 2021

Pakar UI Sarankan JK dan Hassan Wirajuda untuk Negosiasi Myanmar

Hikmahanto Juwana, mendorong Indonesia agar melakukan backdoor diplomacy dengan menunjuk tokoh nasional untuk meredakan situasi di Myanmar.

DUNIA | 26 Februari 2021

20 Juta Warga AS Sudah Divaksinasi Covid-19 Penuh

Sebanyak 20 juta warga Amerika Serikat atau sekitar 6,2% dari populasi telah divaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali suntik.

DUNIA | 26 Februari 2021

Pemerintah Biden Akan Distribusikan 25 Juta Masker

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Joe Biden akan mengirimkan lebih dari 25 juta masker ke pusat kesehatan masyarakat, dan dapur umum.

DUNIA | 25 Februari 2021

Presiden Tiongkok Klaim Menang Telak Lawan Kemiskinan Perdesaan

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyatakan pemerintahnya meraih "kemenangan telak" dalam upaya memberantas kemiskinan pedesaan.

DUNIA | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS