Israel Tangguhkan Program Bantuan Vaksin ke Luar Negeri
Logo BeritaSatu

Israel Tangguhkan Program Bantuan Vaksin ke Luar Negeri

Sabtu, 27 Februari 2021 | 09:07 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Tel Aviv, Beritasatu.com- Israel telah menangguhkan program bantuan vaksin Covid-19 ke luar negeri untuk kerja sama internasional. Pada Kamis (25/2), Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan pembekuan program dilakukan setelah inisiatif tersebut berada di bawah pengawasan hukum.

Seperti dilaporkan Reuters, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendapat kecaman karena menyumbangkan vaksin Covid-19 kepada sekutu asing. Sementara Palestina mengeluh bahwa, sebagai kekuatan pendudukan, Israel seharusnya memasok lebih banyak kepada mereka.

Kan, penyiar publik Israel, yang awal pekan ini melaporkan bahwa Israel akan mengirimkan pengiriman kecil ke 19 negara, mengatakan Jaksa Agung Avichai Mandelblit sedang mencari klarifikasi tentang program tersebut.

Seorang pejabat di kantor Netanyahu mengatakan bahwa setelah pertanyaan hukum diajukan, penasihat keamanan nasional Netanyahu telah meminta Mandelblit untuk memberikan pendapatnya.

“Saya menyambut baik keputusan untuk membekukan transfer vaksin ke negara lain,” kata Gantz di Twitter. Gantz bertugas di pemerintahan Netanyahu sambil bersiap untuk menghadapi dia dalam pemilihan bulan depan.

Netanyahu awal pekan ini membela program yang disebutnya sebagai "diplomasi vaksin", dengan mengatakan Israel memiliki sisa vaksin Moderna yang "tidak terpakai".

"Saya pikir program itu merupakan keputusan yang cerdas sebagai imbalan atas banyak dividen yang telah kami terima, dalam banyak kontak berkelanjutan di berbagai bidang yang tidak akan saya uraikan di sini," katanya kepada wartawan, Rabu.

Israel telah memiliki salah satu peluncuran vaksin Covid-19 tercepat di dunia, dan hampir separuh populasinya telah menerima satu dosis.

Tapi mantan jenderal Gantz mengatakan keputusan untuk mendonasikan vaksin harus dibuat di "forum yang tepat" dan Netanyahu tidak akan mengambil tindakan sendiri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Buntut Kasus Khashoggi, AS Berlakukan Larangan Visa pada 76 WN Saudi

Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan visa pada 76 warga negara Arab Saudi sebagai buntut kasus pembunuhan kolumnis Jamal Jamal Khashoggi

DUNIA | 27 Februari 2021

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus 250.000 Jiwa

Brasil melampaui jumlah 250.000 kasus kematian karena Covid-19, Jumat (26/2), selang setahun setelah kasus pertama.

DUNIA | 27 Februari 2021

Korsel Gelar Vaksinasi Covid-19 Nasional

Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (26/2) meluncurkan vaksinasi Covid-19 massal secara nasional pada Jumat (26/2).

DUNIA | 27 Februari 2021

Kelompok Pro-militer Myanmar Serang Demonstran

Para pendukung junta militer Myanmar menyerang orang-orang yang memprotes pemerintah militer

DUNIA | 27 Februari 2021

Influencer Media di Ukraina Nikmati Kopi Asli Indonesia

Acara pengenalan kopi Indonesia bisa menjadi momentum untuk memanfaatkan peningkatan permintaan kopi di Ukraina pada 2020 yang mencapai 8,4%.

DUNIA | 26 Februari 2021

Perkuat Riset, Indonesia dan Inggris Bentuk Konsorsium Lintas Disiplin Ilmu

Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi RI Bambang Brodjonegoro dan Menteri Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Inggris.

DUNIA | 26 Februari 2021

Melonjak, Peminat Kelas Bahasa Indonesia di Turki

Jumlah peminat kelas Bahasa Indonesia di Turki tahun 2021 jauh melampaui target, mencapai 16 kelas dari target semula hanya 3 kelas.

DUNIA | 26 Februari 2021

Pakar UI Sarankan JK dan Hassan Wirajuda untuk Negosiasi Myanmar

Hikmahanto Juwana, mendorong Indonesia agar melakukan backdoor diplomacy dengan menunjuk tokoh nasional untuk meredakan situasi di Myanmar.

DUNIA | 26 Februari 2021

20 Juta Warga AS Sudah Divaksinasi Covid-19 Penuh

Sebanyak 20 juta warga Amerika Serikat atau sekitar 6,2% dari populasi telah divaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali suntik.

DUNIA | 26 Februari 2021

Pemerintah Biden Akan Distribusikan 25 Juta Masker

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Joe Biden akan mengirimkan lebih dari 25 juta masker ke pusat kesehatan masyarakat, dan dapur umum.

DUNIA | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS