Pakar Kesehatan Khawatirkan Rencana Paus ke Irak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Pakar Kesehatan Khawatirkan Rencana Paus ke Irak

Minggu, 28 Februari 2021 | 21:24 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Vatican City, Beritasatu.com- Pakar penyakit menular mengungkapkan keprihatinan tentang perjalanan Paus Fransiskus yang akan datang ke Irak di tengah pandemi Covid-19. Di sisi lain, tidak ada yang ingin memberi tahu Paus Fransiskus untuk membatalkan rencananya.

Seperti dilaporkan AP, Minggu (28/2), para pakar mengingat peningkatan tajam infeksi virus corona di Irak, sistem perawatan kesehatan yang rapuh, dan kemungkinan tak terhindarkan bahwa warga Irak akan berkerumun untuk melihatnya.

“Saya rasa itu bukan ide yang bagus,” kata Dr. Navid Madani, ahli virologi dan direktur pendiri Pusat Pendidikan Kesehatan Sains di Timur Tengah dan Afrika Utara di Institut Dana Kanker-Farber Harvard Medical School.

Di sisi lain, pemerintah Irak memiliki kepentingan untuk memamerkan stabilitas relatifnya dengan menyambut paus pertama di tempat kelahiran Abraham.

“Ini berpotensi menyebabkan risiko yang tidak aman atau menyebar ke seluruh dunia,” tambah Madani.

Perjalanan Paus Fransiskus pada 5-8 Maret diharapkan dapat memberikan dorongan spiritual yang sangat dibutuhkan bagi orang-orang Kristen Irak yang terkepung. Perjalanan ini juga dinilai penting untuk melanjutkan upaya pembangunan jembatan Vatikan dengan dunia Muslim.

“Tetapi dari sudut pandang epidemiologi murni, serta pesan kesehatan masyarakat yang dikirimkannya, perjalanan kepausan ke Irak di tengah pandemi global tidak disarankan,” kata para ahli kesehatan.

Kekhawatiran para pakar diperkuat dengan berita hari Minggu (28/2) bahwa duta besar Vatikan untuk Irak, orang utama dalam perjalanan yang akan mengantar Pasu Fransiskus ke semua janji pertemuan, dinyatakan positif Covid-19 dan mengisolasi diri.

Dr. Bharat Pankhania, pakar pengendalian penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Exeter, sependapat.

“Ini badai yang sempurna untuk menghasilkan banyak kasus yang tidak dapat Anda tangani,” katanya.

Dalam email ke The Associated Press, kedutaan menyatakan gejala Uskup Agung Mitja Leskovar mengalami sakit ringan dan dia terus mempersiapkan kunjungan Paus Fransiskus

Di luar kasus dubes Vatikan itu, para ahli mencatat bahwa perang, krisis ekonomi, dan eksodus profesional Irak telah menghancurkan sistem rumah sakit Irak. Sementara penelitian menunjukkan sebagian besar infeksi Covid-19 baru di Irak adalah varian yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Penyebaran Covid-19, Iran Larang Masuk Pelancong dari 32 Negara

Otoritas Iran melarang masuk pelancong dari 32 negara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

DUNIA | 28 Februari 2021

Polisi Myanmar Tewaskan 10 Demonstran

Aparat polisi Myanmar telah menembaki para pengunjuk rasa dan menewaskan sedikitnya 10 orang.

DUNIA | 28 Februari 2021

Indonesia Nyatakan Keprihatinan atas Situasi di Myanmar

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas situasi dan kondisi yang terjadi di Myanmar.

DUNIA | 28 Februari 2021

Paus Fransiskus Ingin Tetap di Roma hingga Akhir Hayat

Paus Fransiskus berharap untuk tetap tinggal di Roma sampai akhir hayatnya.

DUNIA | 28 Februari 2021

Dengan Patung Emas, Kaum Konservatif AS Memuja Trump

Kaum konservatif AS memuja Donald Trump pada pertemuan tahunan pada Jumat (26/2) dengan meluncurkan patung emas sang mantan presiden.

DUNIA | 28 Februari 2021

Menhan Israel Tuduh Iran Dalangi Serangan Kapal di Teluk Oman

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menuduh Iran berada di belakang ledakan di kapal transportasi milik Israel di Teluk Oman.

DUNIA | 28 Februari 2021

Meskipun Dipecat, Dubes Myanmar Akan Terus Berjuang

Duta Besar Myanmar untuk PBB di New York Kyaw Moe Tun berjanji akan melanjutkan perjuangan meskipun junta militer memecatnya.

DUNIA | 28 Februari 2021

Kebijakan Kembali Sekolah, Inggris Dorong Keluarga Dites Covid-19 Dua Kali Sepekan

Murid sekolah dasar tanpa gejala tidak akan dites di sekolah, tetapi orang tua mereka akan diminta untuk melakukan tes pada anak mereka di rumah.

DUNIA | 28 Februari 2021

Stimulus US$ 1,9 Triliun Diteruskan ke Senat AS

Tidak ada anggota Partai Republik yang mendukung rancangan undang-undang (RUU) tersebut.

DUNIA | 28 Februari 2021

Thailand Mulai Vaksinasi Covid-19

Thailand pada Minggu (28/2) memulai peluncuran vaksinasi Covid-19, dengan vaksin pertama, menggunakan vaksin Sinovac Biotech Tiongkok.

DUNIA | 28 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS