Mantan Presiden Prancis Sarkozy Dihukum Tiga Tahun Penjara
Logo BeritaSatu

Mantan Presiden Prancis Sarkozy Dihukum Tiga Tahun Penjara

Selasa, 2 Maret 2021 | 00:22 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Paris, Beritasatu.com – Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dihukum penjara tiga tahun, Senin (1/3/2021), karena korupsi, tetapi ia dikenakan masa percobaan dua tahun.

Sarkozy, yang menjabat presiden dari 2007 hingga 2012, dinyatakan bersalah menyuap seorang hakim pada 2014 untuk mendapatkan informasi tentang investigasi terhadap dana tim kampanyenya.

Hakim yang mengadili Sarkozy menyatakan ia tidak harus mendekam di penjara. Masa hukuman bisa dilewatkan di rumah dengan mengenakan gelang elektronik yang akan mengirim sinyal jika ia melanggar wilayah.

Sarkozy, 66, merupakan mantan presiden pertama dalam sejarah modern Prancis yang dijatuhi hukuman penjara.

Hukuman tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa yaitu dua tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Selain Sarkozy, dua terdakwa lainnya yaitu pengacara dia Thierry Herzog dan mantan hakim Gilbert Azibert juga dinyatakan bersalah dalam perkara yang sama.

Persidangan kasus ini dimulai akhir 2020. Vonis bersalah dijatuhkan Senin sore waktu setempat di ruang sidang yang penuh pengunjung.

Kasus ini bermula ketika para penyidik menyadap telepon Sarkozy dan Herzog pada 2013 untuk menyelidiki dana kampanye Sarkozy.

Mereka mendapati bahwa dua pria itu menjanjikan hakim Azibert jabatan penting di Monaco, asal bersedia memberi informasi soal penyidikan kasus dugaan suap dari pemilik merek produk kecantikan L'Oreal, Liliane Bettencourt, kepada Sarkozy pada masa kampanye pemilihan presiden 2007 yang akhirnya ia menangi.

Sarkozy sendiri pernah mengisyaratkan keinginan untuk kembali bertarung di pemilihan presiden 2022 dengan dukungan dari partainya, Les Republicains.

Ia sempat menjauh dari dunia politik sejak gagal terpilih lagi pada 2012, dan juga gagal mendapatkan nominasi calon presiden dari kubu konservatif.

Kubu konservatif akhirnya malah gagal mengajukan calon karena kandidatnya, mantan Perdana Menteri Francois Fillon, dituduh menyelewengkan dana publik.

Skandal itu memuluskan jalan bagi Emmanuel Macron untuk menjadi presiden, dan Fillon kemudian dihukum lima tahun penjara dan dicabut hak politiknya selama 10 tahun.

Sarkozy juga menghadapi tuduhan pidana lainnya. Dua pekan mendatang ia harus kembali disidang dengan dakwaan melanggar aturan dana kampanye saat pemilihan presiden 2012. Ia dituduh memanfaatkan kantor humas mitranya untuk memanipulasi pengeluaran dana kampanye.

Jaksa Prancis juga mengincar dia atas dugaan menerima dana kampanye ilegal dari Libya. Mendiang pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, disebut-sebut telah memberi Sarkozy dana tunai jutaan euro yang dikirim dalam banyak koper pada 2007.

Pada 2011, mantan presiden Jacques Chirac dinyatakan bersalah menyelewengkan dana publik dan diberi hukuman percobaan dua tahun, tetapi kasusnya terjadi ketia ia masih menjabat wali kota Paris pada awal 1990an.

Sebelum Sarkozy, kepala negara Prancis yang dihukum penjara adalah Marshal Philippe Pétain pada 1945, dengan dakwaan makar karena berkolaborasi dengan Nazi.



Sumber: CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Finlandia Umumkan Keadaan Darurat

Pemerintah Finlandia pada Senin (1/3/2021) mengumumkan keadaan darurat karena kasus infeksi Covid-19 di negara itu melonjak.

DUNIA | 1 Maret 2021

Kemlu: Pertemuan ASEAN Bahas Myanmar Tunggu Pengumuman Brunei

Indonesia telah menyampaikan keprihatinan atas perkembangan situasi di Myanmar.

DUNIA | 1 Maret 2021

Ini Dia Kandidat Partai Republik Selain Trump

Putra sulung mantan presiden, Donald Trump Jr., mendapat 8% suara.

DUNIA | 1 Maret 2021

Pidato Pertama Sejak Lengser, Trump Indikasikan Ikut Pilpres Lagi

Ia mengulangi klaim bahwa ialah pemenang sebetulnya di pilpres 2019, meskipun faktanya Joe Biden menang telak.

DUNIA | 1 Maret 2021

Tiongkok Punya Lebih 300 Satelit di Orbit

Sistem aplikasi satelit Tiongkok telah membuat kemajuan besar pada tahun 2020. Saat ini, Tiongkok punya lebih dari 300 satelit di orbit untuk berbagai aplikasi.

DUNIA | 28 Februari 2021

Danau di India Bertabur Ratusan Kerangka Manusia

Danau Roopkund di India mengundang perhatian banyak orang karena bertabur ratusan kerangka manusia.

DUNIA | 28 Februari 2021

Saudi Cegat Rudal Balistik di Atas Riyadh

Arab Saudi menyalahkan pemberontak Houthi di Yaman ketika TV pemerintah menyiarkan rekaman ledakan di udara di atas Riyadh.

DUNIA | 28 Februari 2021

Kantor HAM PBB: 18 Orang Tewas Akibat Kekerasan di Myanmar

Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PPBB menyatakan 18 orang tewas dan 30 orang terluka akibat kekerasan menentang kudeta di Myanmar.

DUNIA | 28 Februari 2021

Sempat Tertunda, Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba Filipina

Filipina menerima gelombang pertama vaksin Covid-19 pada Minggu (28/2).

DUNIA | 28 Februari 2021

Pakar Kesehatan Khawatirkan Rencana Paus ke Irak

Pakar penyakit menular mengungkapkan keprihatinan tentang perjalanan Paus Fransiskus yang akan datang ke Irak di tengah pandemi Covid-19

DUNIA | 28 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS