Buntut Kasus Kematian Siswa, Tiongkok Larang Hukuman Keras di Sekolah
Logo BeritaSatu

Buntut Kasus Kematian Siswa, Tiongkok Larang Hukuman Keras di Sekolah

Selasa, 2 Maret 2021 | 14:00 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok telah melarang para guru sekolah untuk memberikan hukuman apa pun yang dapat menyebabkan trauma fisik atau mental. Larangan itu diumumkan setelah serangkaian kematian siswa terkait dengan disiplin yang keras dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti dilaporkan AFP, aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tiongkok mulai berlaku Senin (1/3). Aturan itu melarang hukuman di sekolah yang mempermalukan siswa, serta memperkuat larangan hukuman fisik yang ada.

Praktik yang dilarang termasuk hukuman cambuk, membuat siswa berdiri atau berlutut di lantai selama berjam-jam dan pelecehan verbal.

Siswa sekarang didorong untuk menulis surat permintaan maaf atau melakukan tugas kelas untuk pelanggaran ringan seperti lupa mengerjakan pekerjaan rumah.

Para siswa yang melakukan pelanggaran yang lebih berat seperti penindasan dapat diskors atau disarankan untuk menjalani konseling.

Tiongkok pernah melarang hukuman fisik pada tahun 1986, tetapi penegakan hukum masih lemah dan orang tua sering menutup mata terhadap praktik tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Obat-obatan Senilai Rp 164 Miliar Dicuri dari RS Tanzania

Otoritas kesehatan Tanzania menyatakan obat-obatan senilai 26,7 miliar shilling Tanzania (sekitar US$ 11,5 juta atau Rp 164 miliar) dicuri di rumah sakit umum

DUNIA | 2 Maret 2021

Lebih dari 20 Juta Warga Inggris Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Lebih dari 20 juta orang di seluruh Inggris sekarang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

DUNIA | 2 Maret 2021

Menlu ASEAN Gelar Pertemuan Khusus Bahas Krisis Myanmar

Ada kepemimpinan politik dan ada kepemimpinan militer, di pihak lain. Mereka perlu bicara, dan kami perlu membantu menyatukan mereka,

DUNIA | 2 Maret 2021

Jepang Desak Tiongkok untuk Hentikan Tes Covid-19 Anal

Tokyo mendesak Beijing untuk menghentikan tes Covid-19 anal bagi warga negara Jepang di Tiongkok.

DUNIA | 2 Maret 2021

Trump Klaim Diri sebagai Masa Depan Partai Republik

Mantan presiden Donald Trump mengklaim diri sebagai masa depan Partai Republik Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 2 Maret 2021

Terancam Demam Babi Afrika, Malaysia Akan Musnahkan 3.000 Ekor Babi

Malaysia berencana memusnahkan 3.000 ekor babi liar dan babi lokal setelah wabah demam babi Afrika di negara bagian Sabah

DUNIA | 2 Maret 2021

Tiongkok Akan Sumbang 400.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Afganistan

Tiongkok telah berjanji untuk mengirimkan 400.000 dosis vaksin Covid-19 Sinopharm ke Afganistan.

DUNIA | 2 Maret 2021

Wapres Zimbabwe Mengundurkan Diri

Wakil Presiden Zimbabwe Kembo Mohadi mengundurkan diri akibat skandal seks.

DUNIA | 2 Maret 2021

Terima Vaksin Covax, Kolombia Jadi Negara yang Pertama di Amerika

Kolombia menjadi yang pertama di Amerika yang mendapatkan vaksin melalui Covax.

DUNIA | 2 Maret 2021

Cegah Penyebaran Covid-19, Argentina Perpanjang Pembatasan Hingga 12 Maret

Argentina memerintahkan langkah-langkah Sosial, Pencegahan, dan Jarak Wajib untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19, diperpanjang hingga 12 Maret 2021

DUNIA | 2 Maret 2021


TAG POPULER

# Penganiayaan Perawat


# Reshuffle Kabinet


# Vaksinasi Covid-19


# Larangan Mudik


# Vaksin Nusantara



TERKINI

Menteri BUMN Tantang Milenial Jadi Pengusaha dan Ciptakan Lapangan Kerja

EKONOMI | 13 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS