Retno Marsudi: Menlu ASEAN Tidak Berniat Ikut Campur Urusan Myanmar
Logo BeritaSatu

Retno Marsudi: Menlu ASEAN Tidak Berniat Ikut Campur Urusan Myanmar

Selasa, 2 Maret 2021 | 20:48 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Para menteri luar negeri ASEAN menggelar pertemuan informal secara virtual, Selasa (2/3/2021), untuk membahas perkembangan situasi di Myanmar. Dalam pertemuan yang dipimpin Menlu Brunei Darussalam Erywan Yusof itu, Menlu RI Retno Marsudi menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara anggota ASEAN yang memiliki intensi atau niat untuk melanggar prinsip non-interference (ikut campur) dalam urusan dalam negeri Myanmar seperti tertuang dalam Piagam ASEAN.

Namun, di sisi lain, Retno mengingatkan bahwa Piagam ASEAN juga memuat kewajiban negara-negara anggota ASEAN untuk menjalankan prinsip dan nilai-nilai bersama secara utuh.

“Menghormati prinsip non-interference adalah wajib dan dalam pernyataan tadi saya sampaikan bahwa saya yakin tidak ada satu pun negara anggota ASEAN, yang memiliki intensi untuk melanggar prinsip non-interference,” kata Retno dalam pernyataan kepada pers secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Retno mengatakan, prinsip lain yang sama pentingnya dengan prinsip non-interference yang juga termuat dalam Piagam ASEAN, antara lain demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), rule of law (aturan hukum), dan constitutional government (pemerintahan konstitusional).

“(Semua prinsip) sama pentingnya. Saya ulangi, sama pentingnya. Nilai dan prinsip-prinsip yang saya sebutkan tadi merupakan fondasi, merupakan dasar, platform, yang diperlukan ASEAN untuk dapat membangun Komunitas ASEAN,” lanjut Menlu.

Retno menegaskan jika ASEAN gagal menghormati dan menjalankan semua prinsip tersebut, maka Indonesia merasa khawatir bahwa ASEAN tidak akan mampu memberikan pelayanan maksimum kepada rakyatnya. “Berarti cita-cita membangun Komunitas ASEAN akan terganggu,” tandasnya.

Retno mengatakan Indonesia dalam pertemuan tersebut juga menyuarakan keprihatinan atas peningkatan kekerasan di Myanmar yang telah memakan korban. Retno menyebut situasi itu sangat mengkhawatirkan dari sisi peningkatan korban sipil yang harus kehilangan nyawa dan mengalami luka, serta mengkhawatirkan karena situasi tersebut bisa mengancam keberlangsungan transisi demokrasi.

Situasi itu juga mengkhawatirkan karena jika tidak segera diselesaikan dengan baik maka akan dapat mengancam perdamaian dan keamanan kawasan.

“Saya juga menyampaikan bahwa semua negara anggota ASEAN, diharapkan paham akan hak dan kewajibannya yang jelas disebutkan di dalam Piagam ASEAN,” ujar Retno.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sebelum Tinggalkan Gedung Putih, Trump Disuntik Vaksin Covid-19

Donald Trump ternyata sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 sebelum meninggalkan Gedung Putih, Januari lalu.

DUNIA | 2 Maret 2021

Miguel Cardona Dikukuhkan sebagai Menteri Pendidikan AS

Migueal Cardona dikukuhkan sebagai Menteri Pendidikan Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 2 Maret 2021

Di Tiongkok, Sanksi Guru yang Pukuli Siswa Masih Belum Jelas

Media Tiongkok kerap melaporkan kasus anak-anak sekolah yang meninggal setelah dipukuli oleh guru atau bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum di sekolah

DUNIA | 2 Maret 2021

Uruguay Mulai Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Uruguay pada Senin (1/3) memulai kampanye imunisasi terhadap Covid-19.

DUNIA | 2 Maret 2021

PBB: Puluhan Ribu Orang Masih Hilang Akibat Perang Suriah

Puluhan ribu warga sipil dilaporkan masih hilang setelah ditahan secara sewenang-wenang selama 10 tahun perang saudara di Suriah

DUNIA | 2 Maret 2021

Berharap Pandemi Covid-19 Selesai Akhir 2021, WHO: Itu Tidak Realistis

WHO menyatakan bahwa "tidak realistis" untuk mengharapkan pandemi Covid-19 berakhir pada akhir 2021.

DUNIA | 2 Maret 2021

Buntut Kasus Kematian Siswa, Tiongkok Larang Hukuman Keras di Sekolah

Tiongkok telah melarang para guru sekolah untuk memberikan hukuman apa pun yang dapat menyebabkan trauma fisik atau mental.

DUNIA | 2 Maret 2021

Obat-obatan Senilai Rp 164 Miliar Dicuri dari RS Tanzania

Otoritas kesehatan Tanzania menyatakan obat-obatan senilai 26,7 miliar shilling Tanzania (sekitar US$ 11,5 juta atau Rp 164 miliar) dicuri di rumah sakit umum

DUNIA | 2 Maret 2021

Lebih dari 20 Juta Warga Inggris Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Lebih dari 20 juta orang di seluruh Inggris sekarang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

DUNIA | 2 Maret 2021

Menlu ASEAN Gelar Pertemuan Khusus Bahas Krisis Myanmar

Ada kepemimpinan politik dan ada kepemimpinan militer, di pihak lain. Mereka perlu bicara, dan kami perlu membantu menyatukan mereka,

DUNIA | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS