Indonesia Dorong Pembebasan Tahanan Politik Myanmar
Logo BeritaSatu

Indonesia Dorong Pembebasan Tahanan Politik Myanmar

Selasa, 2 Maret 2021 | 22:17 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia mengangkat tiga isu penting untuk menjadi perhatian bersama dalam pertemuan informal menteri luar negeri (Menlu) ASEAN pada Selasa (2/3/2021). Salah satunya, Indonesia mendesak pentingnya semua pihak terkait di Myanmar untuk memulai dialog dan komunikasi termasuk terkait pelepasan tahanan politik.

“Kondisi yang kondusif bagi komunikasi dan dialog harus segera diciptakan termasuk melepaskan tahanan politik,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pernyataan pers secara virtual usai pertemuan tersebut, Selasa (2/3/2021).

Retno mengatakan bagi Indonesia, isu pertama yang harus menjadi perhatian adalah keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Myanmar. Dia mendesak pasukan keamanan negara itu untuk menahan diri serta tidak menggunakan kekuatan dan kekerasan.

“Indonesia juga menekankan pentingnya akses kemanusiaan bagi semua orang yang memerlukan termasuk para tahanan politik,” katanya.

Retno menjelaskan ASEAN bisa berperan untuk membantu keperluan kemanusiaan ASEAN lewat ASEAN AdHoc Task Force for Rakhine State. Satuan tugas tersebut bisa diperkuat untuk menjalankan misi untuk situasi Myanmar saat ini. Selain itu, menurutnya, Sekjen ASEAN juga dapat menjajaki kerja sama kemanusiaan terkait kerja sama vaksin.

Menlu menyebut isu kedua adalah mendorong restorasi demokrasi kembali ke situasi normal. Indonesia menegaskan keinginan, kepentingan dan suara rakyat Myanmar harus dihormati. Selain itu, ujar Retno, demokrasi menjamin kebebasan berpendapat dan demokrasi juga menuntut adanya komunikasi dan dialog.

Retno menegaskan ASEAN dalam sejarahnya selalu mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah. Kebiasaan dialog ini telah berkontribusi bagi keberlangsungan hidup ASEAN selama lebih dari 50 tahun. Menurutnya, komunikasi dan dialog internal antara sesama pemangku kepentingan di Myanmar tentunya selalu menjadi pilihan terbaik.

“Namun, Indonesia yakin bahwa ASEAN juga siap untuk memfasilitasi dialog tersebut jika diminta,” ujarnya.

Retno menambahkan isu ketiga adalah menjaga perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan. Menurutnya, rakyat ASEAN telah merasakan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan selama puluhan tahun. Oleh karena itu, dia menekankan agar semua negara anggota ASEAN berkewajiban menjaga situasi tersebut. Jika kita gagal mempertahankan situasi damai, maka kita tidak akan dapat mewariskan perdamaian kepada anak dan cucu selanjutnya.

Menlu menyebut saat ini menjadi waktu tepat bagi ASEAN untuk menunjukkan kepada rakyatnya dan dunia mengenai makna mekanisme dan sentralitas ASEAN.

“Di dalam pernyataan, Indonesia juga menekankan semua pilihan ada di tangan kita. Pilihan ada di tangan masing-masing negara anggota ASEAN. Dan pilihan juga ada di tangan ASEAN sebagai sebuah keluarga,” kata Retno.

Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi akhirnya menampakkan diri saat menghadiri pengadilan pada Senin (1/3/2021) lewat tautan video. Kehadiran Suu Kyi dilihat oleh pengacaranya untuk pertama kali sejak penahanannya bulan lalu sebagai bagian dari kudeta militer.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menlu: Tanpa Myanmar Membuka Pintu, Niat Baik ASEAN Tidak Akan Berjalan

Retno menyadari tanpa adanya respons dari Myanmar, maka semua solusi tidak akan dapat dijalankan.

DUNIA | 2 Maret 2021

Retno Marsudi: Menlu ASEAN Tidak Berniat Ikut Campur Urusan Myanmar

Tidak ada satu pun negara anggota ASEAN yang memiliki niat untuk melanggar prinsip non-interference (ikut campur) dalam urusan dalam negeri Myanmar.

DUNIA | 2 Maret 2021

Sebelum Tinggalkan Gedung Putih, Trump Disuntik Vaksin Covid-19

Donald Trump ternyata sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 sebelum meninggalkan Gedung Putih, Januari lalu.

DUNIA | 2 Maret 2021

Miguel Cardona Dikukuhkan sebagai Menteri Pendidikan AS

Migueal Cardona dikukuhkan sebagai Menteri Pendidikan Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 2 Maret 2021

Di Tiongkok, Sanksi Guru yang Pukuli Siswa Masih Belum Jelas

Media Tiongkok kerap melaporkan kasus anak-anak sekolah yang meninggal setelah dipukuli oleh guru atau bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum di sekolah

DUNIA | 2 Maret 2021

Uruguay Mulai Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Uruguay pada Senin (1/3) memulai kampanye imunisasi terhadap Covid-19.

DUNIA | 2 Maret 2021

PBB: Puluhan Ribu Orang Masih Hilang Akibat Perang Suriah

Puluhan ribu warga sipil dilaporkan masih hilang setelah ditahan secara sewenang-wenang selama 10 tahun perang saudara di Suriah

DUNIA | 2 Maret 2021

Berharap Pandemi Covid-19 Selesai Akhir 2021, WHO: Itu Tidak Realistis

WHO menyatakan bahwa "tidak realistis" untuk mengharapkan pandemi Covid-19 berakhir pada akhir 2021.

DUNIA | 2 Maret 2021

Buntut Kasus Kematian Siswa, Tiongkok Larang Hukuman Keras di Sekolah

Tiongkok telah melarang para guru sekolah untuk memberikan hukuman apa pun yang dapat menyebabkan trauma fisik atau mental.

DUNIA | 2 Maret 2021

Obat-obatan Senilai Rp 164 Miliar Dicuri dari RS Tanzania

Otoritas kesehatan Tanzania menyatakan obat-obatan senilai 26,7 miliar shilling Tanzania (sekitar US$ 11,5 juta atau Rp 164 miliar) dicuri di rumah sakit umum

DUNIA | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS