Italia Gagalkan Ekspor Vaksin Astrazeneca ke Australia
Logo BeritaSatu

Italia Gagalkan Ekspor Vaksin Astrazeneca ke Australia

Jumat, 5 Maret 2021 | 04:42 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Roma, Beritasatu.com – Italia telah mengajukan permohonan kepada Uni Eropa (UE) agar melarang ekspor 250.000 dosis vaksin Covid-19 ke Australia dan disetujui, Kamis (4/3/2021) waktu setempat.

Tindakan ini merupakan lanjutan drama sengketa antara UE dengan produsen vaksin Astrazeneca.

Perdana Menteri Mario Draghi, lewat juru bicaranya Paola Ansuini, membenarkan adanya kabar tersebut.

Ini untuk pertama kalinya permintaan larangan ekspor vaksin diajukan dan disetujui UE.

Sebelumnya, UE menyampaikan kegusarannya kepada Astrazeneca setelah diumumkan jumlah vaksin yang dikirim sampai akhir Maret akan jauh di bawah volume pesanan, dengan selisih hingga puluhan juta dosis.

Hal itu disebabkan karena adanya keterlambatan pasokan dan juga lamanya negara-negara anggota UE untuk menyetujui penggunaan vaksin Astrazeneca.

Komisi Eropa kemudian memberi izin kepada 27 negara anggotanya untuk membatasi ekspor vaksin Astrazeneca ke luar kawasan itu dalam situasi tertentu.

Sejauh ini, baru sekitar 5,5% dari 447 juta penduduk Uni Eropa yang sudah mendapat dosis pertama vaksin Covid-19, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Italia menjelaskan alasan negara itu untuk mencegah ekspor vaksin Astrazeneca, yaitu karena pengiriman ke Italia terlambat dan juga karena Australia tidak masuk kategori negara yang “rentan” menurut UE.

Menurut pernyataan kementerian, Italia sebelumnya setuju ekspor vaksin Astrazeneca “dalam bentuk sampel dan volume kecil untuk kegiatan penelitian ilmiah”, tetapi langsung menegur rencana pengapalan setelah diketahui volume pengiriman mencapai 250.700 dosis.

Angka itu disebut sangat besar dibandingkan jumlah dosis yang sudah dikirim ke Italia.

Astrazeneca menolak berkomentar tentang tindakan Italia tersebut.

Seorang pejabat UE menegaskan bahwa Komisi Eropa “tidak menentang” keputusan Italia melarang ekspor vaksin ke Australia.

Menurut prosedur UE, setiap perusahaan yang ingin mengekspor vaksin dari salah satu negara anggotanya harus memberi tahu pemerintah negara itu.

Setelah itu, negara dimaksud melakukan pengecekan kriteria dan membuat draf keputusan apakah disetujui atau tidak. Setelah diajukan, Komisi Eropa punya waktu satu hari untuk membuat keputusan akhir dan harus dipatuhi oleh negara anggota.

Selama periode 30 Januari hingga 1 Maret, negara-negara anggota UE telah menerima 174 permohonan ekspor vaksin.

Destinasi ekpsor tersebut antara lain Argentina, Australia, Bahrain, Kanada, Chile, Tiongkok, Kolombia, Costa Rica, Republik Dominika, Ekuador, Hong Kong, Jepang, Kuwait, Makau, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Oman, Panama, Peru, Filipina, Qatar, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Uruguay.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Sarkozy, Mantan PM Prancis Balladur Juga Didakwa Korupsi

Pengadilan Prancis akan segera menjatuhkan putusan terhadap mantan Perdana Menteri Edouard Balladur, atas skandal pembiayaan kampanye puluhan tahun lalu.

DUNIA | 4 Maret 2021

KJRI New York Luncurkan Indonesia Dangdut Coffee House

KJRIdi New York menggelar acara silaturahmi virtual dari Komunitas Dangdut Amerika Serikat (AS) sekaligus peluncuran Indonesian Dangdut Coffee House (IDCH).

DUNIA | 4 Maret 2021

Regulator Inggris Percepat Pembuatan Vaksin untuk Varian Baru Covid-19

Terdapat kekhawatiran bahwa sejumlah varian, yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil, mungkin dapat mengurangi kemanjuran generasi perpertama vaksin.

DUNIA | 4 Maret 2021

Kemlu: KBRI Yangon Siaga 2, WNI Diminta Berdiam di Rumah

KBRI telah mengeluarkan imbauan agar WNI tetap tenang dan berdiam diri di tempat tinggal masing-masing.

DUNIA | 4 Maret 2021

Meghan Markle Tersangkut Kasus Bullying Anggota Staf Kerajaan

Istri Pangeran Harry ini disebut-sebut pernah mengintimidasi dua orang anggota staf kerajaan tersebut.

DUNIA | 4 Maret 2021

Tiongkok Jadi Ujian Geopolitik Terbesar AS

Antony Blinken menggambarkan Tiongkok sebagai "ujian geopolitik terbesar" abad ini.

DUNIA | 4 Maret 2021

Demi Euro dan Dolar, Venezuela Jual Cadangan Emas

Venezuela telah menjual cadangan emas negara untuk ditukar dengan uang euro dan dolar Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 4 Maret 2021

PBB: Upaya Korut Bendung Covid-19 Perburuk HAM

Langkah-langkah drastis yang diambil oleh Korea Utara (Korut) untuk menahan laju penyebaran Covid-19 telah memperburuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

DUNIA | 4 Maret 2021

PM Kamboja Disuntik Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Kamis (4/3) menerima dosis pertama vaksin Covid-19

DUNIA | 4 Maret 2021

Biden Kecam Pencabutan Aturan Wajib Masker Texas dan Mississippi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (3/3) mengecam pencabutan aturan wajib masker yang dilakukan gubernur Texas dan Mississippi

DUNIA | 4 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS